28/10/2020

Jadikan yang Terdepan

Jumlah Penduduk Miskin Jawa Timur Alami Peningkatan

JpegSurabaya, KabarGress.com – Selama periode September 2014 sampai Maret 2015. Persentase penduduk miskin di Jawa Timur mengalami peningkatan 0,06 poin persen dari 12,28 persen pada September 2014 menjadi 12,34 persen pada Maret 2015.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, terlihat angka kemiskinan di Jawa Timur per September 2014 tercatat sebesar 4.748,42 ribu jiwa. Sedangkan pada Maret 2015 angka kemiskinan tercatat sebesar 4.789,12 ribu jiwa, atau naik sebesar 40,70 ribu jiwa.

Kepala BPS Jawa Timur, Sairi Hasbullah, mengungkapkan kenaikan jumlah warga miskin terjadi di pedesaan sebesar 0,26 persen, yakni dari 3,216 juta jiwa pada September 2014, menjadi 3,264 juta jiwa pada Maret 2015. Sementara di perkotaan, angka kemiskinan justeru menurun 0,11 persen, dari 1,531 juta jiwa menjadi 1,524.

Meningkatnya angka kemiskinan di pedesaan ini menurut Sairi, disebabkan oleh peningkatan biaya hidup akibat inflasi. Pada saat yang bersamaan, penghasilan warga desa tidak banyak bertambah, seperti yang dialami buruh tani, sehingga tidak bisa mengejar lonjakan biaya kebutuhan akibat inflasi.

“Lain dengan kondisi di perkotaan, angka kemiskinan justru menurun karena adanya peningkatan upah pekerja, mulai dari upah pekerja bangunan hingga upah buruh pabrik,” ujar Sairi dalam siaran pers di kantor BPS Jawa Timur, Selasa (15/9/2015).

Sairi menerangkan bahwa peranan komoditi makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar dibanding peranan komoditi bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan dan kesehatan). Pada bulan Maret 2015, kontribusi garis kemiskinan makanan terhadap garis kemiskinan sebesar 73,28 persen.

“Berdasarkan komoditas makananan, enam jenis makanan yang tertinggi berkontribusi terhadap peningkatan garis kemiskinan adalah beras, rokok kretek filter, tempe, tahu, telur ayam ras dan gula pasir,” pungkasnya. (ro)