01/02/2021

Jadikan yang Terdepan

PLN: Ada Biaya Administrasi pada Token Listrik

Pinto RSurabaya, KabarGress.com – Menyusul keluhan dari masyarakat pelanggan terkait token listrik yang dinilai memberatkan karena KWH listrik yang didapat tak sesuai dengan rupiah yang dibelikan, PT PLN (Persero) Distribusi Jatim tergerak untuk menjelaskannya. Terutama terkait rincian biaya-biaya yang dikenakan kepada pelanggan.

Dikatakan Deputy Manager Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN Distribusi Jawa Timur Pinto Raharjo, ada biaya administrasi yang ditarik oleh provider, pajak penerangan jalan (PPJ) yang berbeda tiap daerah, PPN dan materai untuk besaran pembelian yang berbeda. Juga, harga masing-masing KWH listrik untuk masing-masing golongan tidak sama. Misalnya untuk tarif listrik rumah tangga yang digolongkan pada R1/1300, R1/900 dan R1/450. Harga rupiah/KWH R1/1300 Rp1.352, R1/900 Rp605 dan R1/450 Rp415.

“Untuk administrasi masing-masing provider (bank, kantor pos) beda-beda, antara Rp1.600-5.000. Misalkan biaya administrasinya Rp1.600, jika pembelian token pelanggan R1/1300 Rp100.000 dipotong Rp1.600 maka ketemu Rp98.400. Angka ini kemudian kena PPJ. Jika di Surabaya PPJ 8 persen, maka Rp98.400-Rp7.288,89 (PPJ) ketemu Rp91.111. Nah, angka terakhir inilah yang dibelikan listrik. Untuk R1/1300 harga per KWH Rp1.352 sehingga didapat 67,39 KWH,” urai Pinto, baru-baru ini di kantornya.

Ia menjelaskan, untuk pembelian token nilai rupiah Rp0-250 ribu, tidak ada biaya materai. Untuk transaksi Rp250 ribu-1juta dikenai materai Rp3 ribu, dan transaksi diatas Rp1 juta materainya Rp6 ribu. “Ada juga tambahan PPN bagi tarif R3 daya diatas 6.600VA,” sebutnya.

Sedangkan untuk PPJ, masih kata Pinto, dipungut berdasarkan UU 53/2009 yang besarnya bervariasi antara 3-10 persen ditetapkan berdasarkan perda masing-masing daerah. “Semua biaya administrasi, materai, PPN, dan PPJ tidak masuk kepada PLN. Semuanya biaya diluar PLN. Biaya administrasi masuk ke provider, dan PPJ masuk ke pemerintah daerah,” terangnya.

Sementara, konsumsi listrik pra bayar di Jatim mulai Januari-Agustus tercatat rata-rata/bulan untuk golongan R1/1300 129,30 KWH, R1/900 mencapai 104.27/KWH dan untuk R1/450 161.96/KWH. Sedangkan jumlah pelanggan di Jatim 9,89 juta (yang 3,1 juta merupakan pelanggan prabayar).

Dari situs resmi PLN, token listrik prabayar bisa dibeli di Loket Payment Point Online Banking (Mitra Bank), melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM) sejumlah bank (Bank Mandiri, Bank BCA, Bank BRI, Bank Danamon, Bank BNI, Bank Bukopin, Bank OCBC-NISP) dan minimarket.

Adapun nominalnya terdiri dari Rp20 ribu, Rp50 ribu, Rp100 ribu, Rp250 ribu, Rp500 ribu, dan Rp1 juta. Daya listrik yang diperoleh tiap token berbeda, tergantung lokasi dan golongan rumah tangga pelanggan. (ro)