30/11/2020

Jadikan yang Terdepan

Berbekal 2 Sapi Rintis Koperasi dan Toko Pertanian

Desa Binaan PT Pertamina EP, Program Budidaya Sapi di Banyuurip dan Wonosari, Kecamatan Senori, Tuban

Desa Binaan PT Pertamina EP, Program Budidaya Sapi di Banyuurip dan Wonosari, Kecamatan Senori, TubanTuban, KabarGress.Com – Buat yang terbiasa bermain dengan angka besar, bantuan 2 ekor sapi untuk masyarakat  Desa Desa Banyuurip dan Desa Wonosari pastilah akan dinilai kecil. Namun buat masyarakat yang hidup di desa itu, bantuan 2 ekor sapi merupakan sesuatu yang berharga dan patut disyukuri.

Penghargaan dan rasa syukur itulah yang membuat bantuan 2 ekor sapi itu bukan hanya mulai berbiak, lebih dari itu mengantarkan mimpi mereka untuk memiliki koperasi dan toko pertanian. Mimpi itulah yang kini mulai diwujudkan oleh kelompok yang menerima bantuan dua ekor sapi dari Pertamina EP Asset 4.

Melintasi Desa Banyuurip dan Desa Wonosari, di samping maupun di belakang rumah beberapa warga ada kandang sapi. Sebagaimana masyarakat pedesaan lainya, selain bertani mereka juga berternak. Yang berbeda, bentuk kandang di sana hampir sama, yakni hanya sebuah tempat berukuran sekitar 3×6 meter  dengan atap yang terbuat dari asbes.

Kandang itu hanya dikelilingi selambu atau jaring warna hijau. Di dalamnya, rata-rata ada 3 ekor sapi yang sedang makan rumput di kotak yang terbuat cor semen. Di setiap kandang yang ada di sana, ada sebuah plang warna putih bertuliskan “Budidaya Sapi Desa Banyuurip dan Wonosari, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Desa Binaan PT. Pertamina EP”.

Salah satu warga Wonosari, Kardi menjelaskan budi daya sapi itu memang program dari PT. Pertamina EP yang dimulai sektar 3 tahun lalu. Pada tahun 2012 dengan menggandeng Yayasan Sekar Mandiri, PT. Pertamina EP membentuk kelompok masyarakat.

“Awalnya kami dibentuk menjadi 2 kelompok dengan 10 anggota dari karang taruna, dan 10 anggota dari kelompok masyarakat. Masing-masing kelompok diberikan 1 ekor sapi betina,” ujarnya.

Sebelum diberikan sapi, lanjut Kardi, PT Pertamina EP juga membangunkan 20 kandang untuk semua anggota, dengan bahan, ukuran dan bentuk yang sama. Di kandang itulah, warga yang awalnya memelihara sapi dengan kandang menjadi satu dengan rumah, mulai memindahkan sapi ke kandang yang baru.

Anggota kelompok budidaya sapi ini sebelumnya juga sudah memiliki sapi masing-masing. Dengan dibangunkan kandang, mereka bisa menempatkan sapi di kandang itu, dan nantinya juga akan ditambah lagi sapi dari pengembangan 2 ekor sapi yang telah diberikan oleh pihak PT Pertamina EP.

Sementara itu, Sekretaris kelompok, Hariyanto menjelaskan sistem pengelolaan dari 2 ekor sapi yang telah diberikan PT Pertamina EP, ditempatkan pada kandang warga masing-masing 1 ekor. Sebelumnya, sapi yang diberikan itu jenis sapi unggul yang sudah bunting alias hamil 6 bulan.

“Ini hanya merawat induknya saja. Setelah melahirkan, baru anaknya yang kami rawat, sedangkan induknya akan digulirkan ke warga yang lain dengan cara seperti arisan,” jelas Hari, sapaan akrabnya.

Induk sapi yang sudah digulirkan, akan terus dikawinkan sehingga bisa terus berkembang. Namun jika sudah terlalu tua dan tidak produktif, induk sapi itu akan dijual dan dibelikan indukan baru lagi yang lebih berkualitas.

“Dari 2 ekor sapi yang diberikan 3 tahun lalu, sampai saat ini sudah  menjadi 6 ekor. Yang terakhir baru lahir itu pas tanggal 17 Agustus 2015 ini,” imbuhnya.

Saat ini, jumlah anggota dalam kelompok budi daya sapi Desa Binaan PT Pertamina EP sudah berkembang menjadi 25 orang. Ke depannya, akan difokuskan untuk semua anggota ini mendapat jatah memelihara sapi.

Setelah itu, jika semua sudah kebagian, sapi-sapi akan dijual dengan pembagian untung beberapa persen untuk anggota, sisanya akan dipakai untuk mendirikan koperasi dan toko pertanian bersama yang saat ini sudah mulai dirintis.

“Kami sudah mempunyai koperasi simpan pinjam yang kami rintis 2 tahun lalu, walaupun masih kecil-kecilan, saat ini saldonya ada sekitar Rp8 juta. Nantinya juga akan membuat toko pertanian, agar warga juga mudah untuk mendapatkan keperluan tani seperti pupuk dan obat-obatan. Tahun lalu dari Pertamina juga sudah memberikan etalase kaca dan rak, namun masih belum kami fungsukian,” pungkas warga Dusun Kenongo, Desa Wonosari tersebut.

Dikonfirmasi terpisah, Legal and Relations Staff, PT Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Aulia Arbiani mengatakan program budidaya sapi di Desa Banyuurip dan Wonosari sudah berjalan 3 tahun. Selain 2 ekor indukan  sapi yang diberikan, masing-masing anggota kelompok juga dibangunkan kandang yang ditempatkan dibelakang atau di samping rumah.

“Awalnya memang ada program untuk pemisahan kandang sapi, yaitu untuk merubah kultur masyarakat yang dulunya terbiasa memelihara sapi di dalam rumah, sekarang sapi diberikan kandang sendiri. Hal ini baik demi kesehatan keluarga yang tinggal di dalam rumah,” jelas Aulia.

Pada waktu itu, imbuhnya, PT Pertamina membantu membuatkan kandang dan memberikan pelatihan pemeliharaan yang baik. Sehingga kelompok lebih tertib dan hasilnya bisa lebih menguntungkan bagi mereka sendiri.

“Saat ini kelompok sudah mulai mandiri, namun masih perlu dibina untuk menambah keterampilan-keterampilan yang lainya. Seperti pembentukan koperasi dan pengelolaan administrasi keuangan, serta pemanfaatan kotoran sapi untuk pembuatan biogas,” pungkasnya.

Bantuan dua ekor sapi itu kini telah melengkapi mimpi masyarakat desa untuk lebih mandiri dan sejahtera. Andai semua pemberi dan penerima bantuan seperti ini, ratusan miliar dana CSR yang digelontorkan di seluruh pelosok negeri barangkali sudah bisa menjadi solusi pengentasan kemiskinan. (ro)