26/10/2020

Jadikan yang Terdepan

Bupati Pimpin Penyiapan Lahan Pengeboran Minyak di Bawah Alun-alun Bojonegoro

Bupati Pimpin Penyiapan Lahan Pengeboran Minyak di Bawah Alun-alun BojonegoroBojonegoro, KabarGress.com – Rencana pengeboran minyak yang ada di bawah alun-alun Kabupaten Bojonegoro memasuki tahap baru setelah Bupati Bojonegoro Suyoto memimpin sosialisasi penyiapan tanah untuk lokasi pengeboran sumur Sukowati PAD C-1 di Desa Banjarsari Kecamatan Trucuk.

Dalam sosialisasi yang berlangsung di kantor Pemkab Bojonegoro ini pihak Pemda mengundang puluhan pemilik tanah dari Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk yang .rencananya akan dipergunakan sebagai lokasi pengeboran.

“Total luas tanah yang dibutuhkan sekitar 4,8 ha. Karena itu dalam tahap ini, bapak-ibu pemilik tanah yang kami undang,” kata Kang Yoto. Hadir dalam acara ini Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa Ali Masyhar dan General Manager JOB PPEJ Akbarsyah dan Forpimda Bojonegoro.

Dalam bahasa Jawa, Kang Yoto mengatakan, negara membutuhkan lahan warga agar bisa mengambil kandungan minyak yang ada di bawah alun-alun dan kantor Pemkab Bojonegoro. Karena itu, Kang Yoto berharap, rakyat sebagai pemegang kedaulatan negara memberikan izin.

“Targetnya bisa memproduksi sampai 2.000 barel per hari. Mudah-mudahan berhasil, karena kalau pengeboran gagal, Pertamina akan rugi lebih dari Rp100 miliar. Pertamina itu, perusahaan milik negara. Karena itu mari kita doakan agar pengeboran Pertamina berhasil,” kata Kang Yoto.

Ditambahkan, jika kegiatan eksploitasi sumur Banjarsari PAD C-1 berhasil, JOB PPEJ sebagai operator hanya akan mendapat bagian keuntungan 15%. Sisanya, 85% menjadi hak negara. “Jadi kalau pengeboran gagal, 100 % menjadi risiko Pertamina dan PetroChina. Kalau berhasil hanya diberi bagian 15%,” katanya.

Jika kegiatan eksplorasi dan eksploitasi berhasil, tambah Kang Yoto, Desa Banjarsari otomatis akan menjadi lokasi pengeboran.  Ini akan  membuat banjarsari punya peluang mendapat ADD (alokasi dana desa) dalam jumlah besar.

“Ada desa yang menerima ADD lebih dari Rp1 miliar. Nah mulai tahun  depan, karena kegiatan migas di Bojonegoro ini lancar, tiap siswa SMA akan menerima dana dari Pemkab sebesar Rp2 juta. Tahun ini baru Rp500.000,” katanya.

Dana yang diterima Pemkab Bojonegoro dari kegiatan industri migas, katanya, harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas SDM Bojonegoro. Tujuannya, agar anak-anak Bojonegoro bisa mendapatkan pendidikan yang memadai dan mendapatkan pekerjaan.

Soal harga pengadaan tanah, Kang Yoto menjamin tidak akan merugikan pemilik tanah karena sudah ada aturan dan tim penilai. “Harganya pasti tidak merugikan, harga wajar sesuai pasaran,” katanya.

Setuju Pengeboran

Menanggapi permintaan itu, pada dasarnya warga menyetujui adanya kegiatan pengeboran. Namun seorang warga berharap lahan yang dia punyai tidak dibeli, tetapi disewa. Alasannya, ia tidak ingin kehilangan tanah yang menjadi mata pencaharian.

“Kang Yoto, kalau bisa tanah orang tua saya jangan dibeli. Silakan disewa,” kata warga Dusun Karang, Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Bojonegoro.

Warga lainnya berharap jika nantinya proses pembebasan lahan lancar dan kegiatan pengeboran telah berlangsung, pihak operator memperhatikan aspek keselamatan. Alasannya, pengeboran sumur Sukowati PAD C-1 berdekatan dengan rumah warga.

Warga berharap, kegiatan pengeboran sumur Sukowati PAD C-1 bisa membantu menghilangkan banjir yang selama ini menjadi langganan ditiap musim hujan. “Tolong Pak Bupati, selama ini Desa Banjarsari jadi langganan banjir,” katanya.

Menanggapi hal itu, Kang Yoto meminta agar SKK Migas agar menyalurkan aspirasi warga yang tanahnya ingin disewa dan bukan dibeli pada kementerian ESDM. “Saya lebih suka jika tanah warga bisa disewa. Mudah-mudahan aturannya sudah mengizinkan. Biar Menteri ESDM yang menjawab,” katanya.

Tentang aspirasi warga agar kegiatan pengeboran memperhatikan keselematan lingkungan, termasuk mengantisipasi banjir yang menjadi langganan Desa Banjarsari, Kang Yoto justru mengharapkan warga bisa mendata seluruh hal yang harus diperhatikan oleh Pertamina.

“Silakan semua aspirasi disampaikan, nanti akan dituangkan dalam dokumen UKL UPL. Disana akan tertuang bagaimana cara untuk mengatasi semua masalah, termasuk banjir, risiko kebicoran gas hingga mengeliminir dampak flare,” jelasnya.

Pengeboran Miring

Ditemui seusai acara Field Manager JOB PPEJ Junizar Dipodiwirjo menjelaskan, JOB PPEJ optimistis kandungan minyak di bawah alun-alun Bojonegoro bisa menghasilkan minyak untuk bisa kembali menambah produksi lapangan Sukowati.

Alasanya, JOB PPEJ sebelum ini sudah mengeksploitasi sumur Skw 28 di Sukowati PAD B dengan hasil yang bagus. Lokasi sumur Skw 28 itu ada di pinggiran struktur Sukowati PAD C-1. “Karena itu kami yakin PAD C-1 ini hasilnya juga akan bagus,” katanya.

Ditambahkan, tiap tahun produksi lapangan Sukowati mengalami penurunan alamiah sekitar 40%. Kini produksinya tinggal 16.500 barel per hari. Karena itu  harus menemukan cadangan baru agar produksi bisa kembali ditingkatkan.

Ditambahkan, pengeboran minyak yang ada di bawah alun-alun akan dilakukan dari Desa Banjarsari yang jaraknya sekitar 1,2 km. Untuk mengetahui persis kandungan minyak di bawah alun-alun Bojonegoro itu, lanjutnya, akan dilakukan pengeboran awal 1 sumur‎. Luas lokasinya sendiri dapat menampung hingga 3 sumur.

“Total cadangan minyak di Sukowati diperkirakan 200 juta barel. Yang sudah diproduksi sekitar 108 juta barel. Meski begitu, kita  masih harus memastikan berapa persis kandungan minyaknya,” katanya.

Dalam izin yang kini sedang diproses, produksi maksimal di sumur Sukowati PAD C-1 akan mencapai 5.000 barel per hari. Jika ternyata produksinya melebihi, akan diajukan izin baru, termasuk AMDAL yang lebih lengkap sebelum dieksploitasi lebib besar. (ro)