01/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Pertamina EP Targetkan 5.000 Barel dari Lapangan Poleng

pertamina 1Surabaya, KabarGress.com – setelah mengambil alih pengelolaan lapangan Poleng sejak 2013, Pertamina EP Asset 4 menargetkan bisa meningkatkan produksi dari kisaran 1.700 barel per hari (BPH) menjadi 5.000 bph.
Peningkatan target itu yakin bisa dicapai karena Pertamina EP Asset 4 sudah bisa meningkatkan produksi pada hingga 3.400 bph. Namun kini produksinya kembali turun pada kisaran 1.500 bph akibat kerusakan kompresor.

“Baru dua hari ini kerusakan kompresor bisa diatasi. Kami berharap produksi dari lapangan poleng bisa kembali meningkat pada kisaran 3.000 bph,” kata Direktur Pengembangan Pertamina EP Herutama Trikoranto didampingi GM Pertamina EP Asset 4 Wisnu Indadari, Minggu (6/9/2015).

Herutama menambahkan, potensi lapangan Poleng masih bisa ditingkatkan dengan melakukan eksploitasi terhadap lapisan ngimbang yang terbukti sukses dilakukan oleh PHE WMO. Selama ini, lapangan Poleng baru menggarap formasi kujung.

“Kami mohon dukungan manajemen untuk bisa melakukan ekspoitasi pada lapisan ngimbang. Kami ingin bisa mengikuti PHE WMO yang sukses menggarap formasi ngimbang,” tambah Herutama dihadapan Direktur Utama Pertamina Dwi Sutjipto, Minggu (6/9/2015).

Ditambahkan, sejauh ini potensi lapangan Poleng baru digarap 14% lewat 4 platform. Sisa cadangan minyaknya diperkiran masih mencapai 10 juta barel.

“Selain berharap bisa menggarap formasi ngimbang, kami akan menambah kompresor yang saat ini hanya satu buah. Tahun 2015 ini lapangan ini dua kali shutdown karena masalah kompresor,” jelas Herutama.
Pada bagian lain, Herutama menjelaskan, biaya produksi di lapangan Poleng masih cuikup efisien, berkisar 15 -17 dollar per barel. Hal ini yang membuat, lapangan Poleng bisa memberikan margin keuntungan yang memadai lewat produksi minyak maupun gas sebesar 10 MMScfd.

Mendapat laporan itu, Dwi Sutjipto berharap Pertamina EP Asset 4 terus meningkatkan efiensi pengelolaan lapangan Poleng. “Pada saat harga minyak dunia turun, kita harus bisa lebih efisien. Melihat biaya produksi per barel masih jauh di bawah 42 dollar per barel, kami tentu akan mendukung rencana peningkatan produksi dari lapangan Poleng,” katanya.

Pada bagian lain, Dwi Sutjipto juga memuji sinergi antar anak perusahaan Pertamina EP dalam pengelolaan lapangan Poleng dan Blok WMO.

“Sinergi dalam pengelolaan Blok WMO dan Lapangan Poleng, bukan hanya melibatkan Pertamina EP dan Pertamina Hulu Energi (PHE), tetapi juga ada Pertamina Shipping dan bagian lainnya. Sinergi ini menjadi kekuatan Pertamina dalam menyongsong masa depan,” katanya.

Dwi Sutjipto menegaskan, keberhasilan mengelola lapangan lepas pantai akan menjadi modal sangat berharga bagi Pertamina dalam mengelola Blok Mahakam. (ro)