01/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Dinas Pertanian Kenalkan Produk Segar Kelompok Tani-Nelayan via “Gelar Produk Pertanian”

Surabaya, KabarGress.Com – Warga Kota Surabaya yang ingin mendapatkan produk-produk pertanian, perikanan dan peternakan dengan harga terjangkau, bisa mendatangi halaman Taman Surya (depan Balai Kota Surabaya), Minggu (6/9/2015) pagi. Sebanyak 48 kelompok pertanian, perikanan dan peternakan  dari berbagai kecamatan di Surabaya, akan memamerkan produk-produknya di acara Gelar Produk Pertanian.

Acara yang digagas oleh Dinas Pertanian (Distan) Kota Surabaya ini rutin digelar sebulan sekali pada hari minggu pekan pertama. Acara nanti  merupakan gelaran ketiga setelah acara pertama yang dibuka Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini  digelar pada 12 Juli 2015. Lalu berlanjut pada 9 Agustus silam.

Kepala Bidang Pertanian dan kehutanan Distan Kota Surabaya, Satrio Eko Wibowo mengatakan, melalui acara gelar produk pertanian ini, pihaknya ingin memperkenalkan produk-produk pertanian, peternakan dan perikanan baik produk segar dari kelompok tani dan nelayan serta komunitas pecinta tanaman. Diantaranya tomat, timun mas, terong. Juga aneka produk olahan pertanian dan perikanan seperti telur asin, aneka olahan jamur, tempe, kerupuk ikan, samiler dan jamu instan.

Satrio menjelaskan, awalnya, kelompok tani dan peternakan tersebut mendapatkan bantuan “modal awal” dari Distan semisal berupa bibit tanaman ataupun hewan ternak seperti kambing , untuk kemudian dikembangkan. Diharapkan, gelar produk pertanian ini bisa menjadi embrio untuk meningkatkan perekonomian warga, utamanya kelompo tani dan nelayan yang ada di Surabaya.

“Intinya kami mempertemukan langsung konsumen dengan petani konvensional di Surabaya. Tentunya produk yang dijual masih segar dan harganya tejangkau karena belum masuk ke tengkulak. Adapun yang menjadi sasaran kami adalah warga yang setiap Minggu pagi berolahraga di Taman Surya, juga warga Surabaya dan sekitarnya,” ujar Satrio.

Satrio menjelaskan, dalam dua penyelenggaraan Gelar Produk Pertanian di Taman Surya, respon masyarakat sangat bagus. Itu terlihat dari adanya peningkatan omset perputaran selama gelaran produk pertanian.  Menurut Satrio, untuk kegiatan pertama pada 12 Juli, omset per putaran mencapai 18 juta rupiah dengan produk samiler “Samijaya” dan telur asin dari warga terdampak penutupan lokalisasi di Putat Jaya menjadi ‘bintangnya’. Lalu pada gelaran kedua, jumlah itu mengalami peningkatan cukup signifikan menjadi 22 juta rupiah dengan komunitas hidroponik Surabaya menjadi “penjual terbaik” nya.

“Untuk Minggu besok, potensi kenaikan omset sangat mungkin karena memang jumlah pesertanya semakin banyak. Bila pada acara pertama diikuti 30 peserta, lalu naik jadi 35 peserta, kini jadi 48 peserta,” sambung Satrio.

Kasie Tanaman Pangan dan Holtikultura Distan Surabaya, Bagas Swadaya Aji menambahkan, Distan selalu melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan gelar produk pertanian tersebut. Semisal bila ada kelompok tani yang masih memerlukan pelatihan dalam hal pengemasan produk agar lebih memenuhi selera pasar. “Kami punya harapan besar agar mereka bisa bersaing di ekonomi global,” ujarnya.

Bagas menyebut, Distan juga berharap agar peserta Gelar Produk Pertanian tersebut, jumlahnya akan semakin bertambah dan merata di setiap kecamatan. Untuk kali ini, kelompok tani dan nelayan baru berasal dari 23 kecamatan di Surabaya, termasuk wilayah terdampak penutupan lokalisasi yang telah dibina Distan Kota Surabaya.  “Saya pikir ini hanya masalah waktu saja. Kami yakin, ke depannya, jumlah pesertanya akan merata dari 31 kecamatan di Surabaya. Karena memang ada banyak kelompok tani di Surabaya,s ekitar 300-an,”  sambung dia.

Ajang gelar produk pertanian tersebut memberi peluang dan juga berkah bagi para kelompok tani, termasuk bagi komunitas tanaman. Salah satunya komunitas hidroponik Surabaya yang telah merasakan manfaat besar dari gelaran tersebut.

Ketua Komunitas hidroponik Surabaya, Yoso Siswiarto mengatakan, bila selama ini, pihaknya aktif bergerak di media sosial melalui jejaring Facebook, dengan adanya gelar produk pertanian, pihaknya bisa langsung “kopi darat” dengan konsumen. Komunitas hidrponik Surabaya bisa memperkenalkan produknya kepada masyarakat.

“Kami tidak hanya menjual produk, tetapi juga memberikan pengetahuan dan siap memberikan pelatihan kepada warga yang tertarik bercocok tanam bebas pestisida melalui  hidroponik. Karena itu, stan kami paling ramai dikunjungi. Untuk itu, kami berterima kasih kepada Distan karena telah memberikan kesempatan luar biasa ini,” ujar Yoso. (tur)