01/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Jangan Maklum dengan Pikun, Pikun itu Penyakit!

Fakta mengungkapkan bahwa setiap tahunnya terdapat sekitar 7.7 juta kasus penderita demensia. Itu artinya setiap empat detik sekali, terdapat satu orang yang didiagnosis menderita demensia (The Journal of the Alzheimer’s Association 2013).

Jangan Maklum dengan Pikun, Pikun itu PenyakitJakarta, KabarGress.com – Menurut Menteri Kesehatan Republik Indonesia, saat ini terdapat sekitar 18,1 juta orang yang menderita Demensia Alzheimer di Indonesia (7,6% dari total populasi). Bahkan ironisnya, Indonesia termasuk dalam lima besar negara yang memiliki populasi penderita Alzheimer tertinggi di dunia. Berupaya membantu permasalahan tersebut, Laboratorium Klinik Prodia menyelenggarakan mini workshop bertema “Good Doctor for The Great Family, Focus on Screening Dementia Alzheimer” yang diadakan pada hari Sabtu, 29 Agustus 2015 di Prodia Tower – Jakarta Pusat.

Mini workshop tersebut bertujuan untuk mengajak para dokter agar lebih waspada terhadap gejala penyakit Demensia Alzheimer sehingga diagnosis dini dapat segera ditegakkan. Beberapa narasumber yang turut hadir dalam kegiatan tersebut adalah DY. Suharya (Executive Director Alzheimer Indonesia), Dr. dr. Yuda Turana, Sp.S (Ketua PSPD FK-Universitas Atmajaya), dr. Diatri Nari Lastri, SpS-K (Kepala Departemen Neurologi FKUI RSCM), dan Siska Darmayanti, S.Si (Regional Product Executive Prodia Wilayah 3).

Demensia adalah penyakit dimana sel-sel otak yang berfungsi kognitif dan mental mengalami kerusakan sehingga menyebabkan kemampuan kerja otak menurun. Saat ini Demensia Alzheimer menempati urutan pertama yaitu sebesar 60 – 70%, diikuti Demensia Vaskuler yang diakibatkan oleh stroke, demensia akibat infeksi dan cidera kepala, serta demensia akibat tumor otak dan lain-lain. Penyakit ini berlangsung secara progresif dan mengakibatkan gangguan berpikir, mengingat, mental emosi, dan perilaku sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Terdapat sepuluh gejala umum yang menandakan seseorang menderita Demensia Alzheimer, yaitu mengalami gangguan daya ingat, sulit fokus, sulit melakukan kegiatan yang familiar, disorientasi, kesulitan mengalami visuopasial, mengalami gangguan berkomunikasi, menaruh barang tidak pada tempatnya, salah membuat keputusan, menarik diri dari pergaulan, dan mengalami perubahan perilaku serta kepribadian.

“Saya sangat mengharapkan kita semua mulai mengenal penyakit Alzheimer dengan sangat baik. Pikun yang terjadi pada orang tua bahkan saat ini mulai dialami oleh anak muda, bukanlah hal biasa. Pikun adalah tanda-tanda ada penyakit yang terjadi pada individu tersebut. Mari kita sama-sama deteksi dini penyakit Alzheimer dengan mengenali kesepuluh gejala umum Demensia Alzheimer. Cermati perilakunya dan atasi sesegera mungkin sebelum penyakit itu menggerogoti otak manusia,” DY. Suharya menegaskan.

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menghindari Demensia Alzheimer yaitu dengan rutin melakukan aktivitas yang berkaitan dengan stimulasi otak, seperti berolahraga, mengonsumsi makanan yang bergizi dan seimbang, aktif bersosialisasi, senyum dan berpikir positif, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala guna mendeteksi alzheimer yang dipicu oleh diabetes, hipertensi, dan faktor risiko lainnya.

“Saat ini Laboratorium Klinik Prodia telah bekerja sama dengan Yayasan Alzheimer Indonesia dan EISAI untuk membantu diagnosis dini penyakit Alzheimer. Siapapun yang menemukan gejala-gejala tersebut pada orang terdekatnya, dapat segera datang kepada kami untuk memeriksakan dan menindaklanjuti progesivitas Alzheimer sehingga penyakit tersebut dapat dihambat sedini mungkin,” pungkas Siska Darmayanti. (ro)