26/11/2020

Jadikan yang Terdepan

PT. Sampoerna Tbk Berikan Pusat Pelatihan Kewirausahaan untuk Masyarakat Indonesia

PT. Sampoerna Tbk Berikan Pusat Pelatihan Kewirausahaan untuk Masyarakat IndonesiaSurabaya, KabarGress.Com – Demi meningkatkan mutu perekonomian masyarakat di seluruh Indonesia, dan mengembangkan UKM, PT. Sampoerna Tbk, telah memberikan sebuah progam khusus bagi masyarakat untuk lebih menekuni dalam bidang kewirausahaan. Salah satu wujud kepudulian PT. Sampoerna Tbk, yakni dengan mengadakan Pusat Pelatihan Kewirausahaan (PPK).

Pelatihan ini akan dilaksanakan di TP Convention Hall lantai 6, pada tanggal 5 – 6 September 2015, dengan mengusung tema “Berani Mimpi Berani Sukses”. Acara tersebut juga akan dihadiri sejumlah tokoh penting seperti, fotografer profesional, Darwis Triadi, pemerhati kuliner, Bondan Winarno, pendiri sambal Bu.Rudi, pendiri rumah UKM, Subiakto Priosoedarsono, pelukis kaleng, Lahni Cahyani, serta masih banyak yang lain.

Pelatihan yang sudah diadakan hingga 7 kali oleh PT. Sampoerna Tbk ini, adalah sebuah pelatihan bagaimana bisa membuat seseorang yang mampu mendirikan sebuah usaha sendiri dan cara-cara proses pemasaran secara sukses dengan menggunakan prinsip 4 pilar yakni, Akses terhadap pendidikan, Peluang Ekonomi, Pemberdayaan Perempuan, Tanggap Bencana dan Kesiapsiagaan.

Salah satu peserta binaan PPK Sampoerna, Fitrotin Nisak mengatakan, sebelum mengikuti progam PPK yang diadakan oleh PT. Samporna Tbk ini, dulunya ia hanya seorang ibu rumah tangga biasa. Namun, setelah mengikuti progam PPK ini, wanita berjilbab ini mengaku mempunyai usaha sendiri yakni menjadikan aplikasi kain perca menjadi unik dan kreatif.

“Dari pelatihan PPK ini saya mendapat manfaat banyak sekali, mulai dari pemasaran, internet, dan bagaimana cara untuk memasarkan secara online, dan mendapatkan uang dalam kategori pemula,” jelasnya, kepada media, Rabu (26/8/2015).

Sementara itu, tak jauh beda dengan ibu Fitrotin. Salah seorang binaan PPK Sampoerna, Endri Harjanti mengaku sangat bangga dan puas dengan mengikuti progam PPK tersebut. Ibu 48 tahun ini menjelaskan, sebelum masuk ke PPK, ia membuat kerajinan baju batik, namun sayangnya tidak terlalu laku. Akhirnya pada tahun 2007 ke 2008, ia beralih ke usaha lain yakni membuat produk snak dan akhirnya berhasil hingga sekarang.

“Dengan saya masuk ke PPK samporna, yang tadinya osmet saya cuma 50ribu per hari, sekarang per hari bisa mencapai 5 juta. Dalam 1 bulan, bisa mencapai 75- 150 juta. Selain itu, manfaatnya juga bisa memeberi inspirasi di lingkungan sekitar, tadinya saya hanya mengajak ibu-ibu sebagai karyawan, malah sekarang mereka sudah mendirikan usaha sendiri,” pungkasnya. (tur)