02/12/2020

Jadikan yang Terdepan

Dirjen Migas: Wujudkan Keselamatan di Industri Migas

Dirjen Migas Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja PujaSurabaya, KabarGress.Com – Dirjen Migas Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja, meminta semua aspek masyarakat mulai dari warga, pemerintah hingga perusahaan minyak dan gas (Migas) bersama-sama untuk mewujudkan keselamatan di industri Migas.

Hal ini diungkapkannya saat membuka secara  acara Forum Komunikasi Keselamatan Migas 2015 di Hotel Mercure, Surabaya. Hadir dalam acara ini ini, Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi, Ketua Unit Pengendali Kinerja (UPK) ESDM Widyawan Prawiraatmaja. Turut hadir dalam acara itu juga Dirut PT Pertamina Dwi Soetjipto dan Dirut PT PGN Hendi Prio Santoso  serta para Kepala Teknik Tambang.

Menurut IGN Wiratmaja Puja, keselamatan di industri Migas ini sangat penting demi memberikan jaminan bagi ketersedian energi untuk masyarakat serta akses dan keberlangsungan energi Migas yang saat ini masih menjadi mayoritas pilihan masyarakat Indonesia.

“Kami ingin ini menjadi wadah pertemuan stakeholder di bidang migas baik dari Pemerntah, industri dan asosiasi. Kita ajak semua untuk membangun budaya keselamatan migas. Jadi nanti ketika ada kecelakaan di sektor hulu ini bukan hanya perusahaan Migas nya saja yang disalahkan, ini tanggung jawab kita bersama,” harap Wiratmaja.

Dia mengatakan, budaya keselamatan.di Indonesia.masih belum cukup baik dan harus ditingkatkan. Data statistik menyebutkan, angka kecelakaan fatal di industri migas masih cukup tinggi. Hal ini menjadi tantangan bersama untuk menghilangkannya.

Menyadari pentingnya komitmen bersama dalam mewujudkan keselamatan kerja ini,  Dirjen Migas IGN Wiratmaja dan wakil stakeholder pun membuat kesepakatan bersama. Tak hanya itu saja ESDM juga mengapresiasi perusahaan Migas yang selama ini sudah berupaya keras mewujudkan keselamatan kerja di Migas dengan semangat zero accident.

Adapun penghargaan yang diberikan adalah penghargaan “Patra Nirbhaya” yang merupakan penghargaan yang diberikan kepada Badan Usaha (BU) dan Badan Usaha Teknik (BUT) kegiatan usaha hulu dan hilir migas karena telah memiliki catatan jam kerja aman (tanpa kehilangan jam kerja sebagai akibat kecelakaan kerja) dalam kurun waktu tertentu.

Dari beberapa kategori penghargaan Patra Nirbhaya Karya Utama diantaranya Pertamina EP Aset 2, PT Perusahaan Gas Negara (PGN) SBU I dan PT PGN SBU II. Sementara itu ada 12 perusahaan yang meraih penghargaan Patra Nirbhaya Karya Madya diantaranya adalah Pertamina Hulu Energi (PHE) West Madura Offshore (WMO), PT Pertamina EP aset 3 Field Tambun, PT Trans Pacific Petro Chemical Indotama, Donggi Senoro-Samtan Gas serta PT Pertamina EP-Pondok Makmur Development Project.

“Kriteria perusahaan yang berhak memperoleh Tanda Penghargaan “PATRA NIRBHAYA” adalah memiliki dan telah menjalankan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, telah memiliki catatan jam kerja aman yang mencukupi untuk memperoleh penghargaan, tidak mengalami kecelakaan yang menimbulkan kerusakan properti berat (property damage accident) dan korban jiwa dalam kurun waktu satu tahun terakhir serta bersedia untuk dilakukan verifikasi terhadap permohonan ini oleh panitia penghargaan keselamatan jam kerja aman migas atas permohonannya,” jelas Wiratmaja.

Dijelaskan dalam penghargaan ini ada 3 kategori penilaian dan penghargaan yakni Patra Nirbaya Karya Utama, adalah pemberian penghargaan atas pencapaian sampai dengan 10.000.000 jam kerja selamat.

Patra Nirbaya Karya Madya adalah pemberian penghargaan atas pencapaian sampai dengan 5.000.000 jam kerja selamat. Patra Nirbaya Karya Pratama, adalah pemberian penghargaan atas pencapaian sampai dengan 2.500.000 jam kerja selamat.

Mendapat penghargaan karena mampu menjaga keselamatan saat penambangan Migas maupun saat pendistribusiannya kedaratan membuat Boyke Pardede, General Manager PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO), mengaku sangat bangga.

“Ini berkat kerja keras  semua karyawan PHE WMO dan tentu saja dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk para vendor dan  khususnya masyakarat yang berdekatan dengan daerah operasi PHE WMO,” aku Boyke, usai menerima penghargaan.

Boyke memastikan penghargaan ini akan menjadi motivasi mereka untuk menjaga keselamatan kerja dalam kegiatan produksi. Industri miga, lanjut Boyke, bukan hanya padat modal dan teknologi, tetapi juga memiliki risiko tinggi. ”Karena itu aspek keselamatan menjadi prioritas kami,” tegasnya. (ro)

Teks foto: Dirjen Migas Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja.