24/10/2020

Jadikan yang Terdepan

Indeks Demokrasi Jatim Masih Rendah

Surabaya, KabarGress.com – Penghentian penyidikan beberapa kasus di Jawa Timur membuat nilai Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Jatim tahun 2014 jadi rendah. Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim mencatat, indikator itu memperoleh nilai yang paling rendah dibanding indikator lain. “Contohnya penghentian kasus perusahaan rokok Gudang Garam dan kasus terkait Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Tapi perlu dicatat, penghentian kasus yang dimaksud bukan berarti kasus itu layak atau tidak layak dihentikan. Patokan utamanya adalah yang pemberhentiannya menimbulkan gejolak oleh masyarakat,” ungkap Kepala BPS Jatim, M Sairi Hasbullah, Kamis (13/8/2015).

Nilai IDI Jatim 2014 bisa terangkat lebih tinggi bila hal itu tidak berdampak ke masyarakat. Tahun 2014, IDI Jatim berada di posisi 70,36, atau meningkat 11,04 poin dibanding tahun sebelumnya. ”Andai penghentian kasus tidak menyebabkan gejolak, sangat mungkin IDI Jatim bisa sampai 72 koma sekian,” tandasnya.

Pencapaian indeks demokrasi tahun lalu sekaligus menjadi yang tertinggi sejak 2009. Sebelumnya, demokrasi di Jatim selalu dikategorikan buruk. Namun, tahun lalu sudah masuk dalam kategori sedang.

Di tingkat provinsi di Pulau Jawa, indeks demokrasi Jatim hanya lebih unggul dari provinsi Banten. “Provinsi lain relatif bagus. Terutama DKI Jakarta. Indeks demokrasi di sana hampir selalu menduduki paling atas selama lima tahun terakhir,” tambahnya. (ro)

Teks foto: Kepala BPS Jatim, M Sairi Hasbullah (nomor 2 dari kanan), saat menjelaskan indeks demokrasi Jawa Timur, di kantornya, Kamis (13/8/2015).