28/10/2020

Jadikan yang Terdepan

Rasiyo dan Abror Siap Tantang Trisakti

Rasiyo - AbrorSurabaya, KabarGress.Com – Akhirnya Bakal Calon Kepala Daerah (Bacakada) pasangan Tri Rismaharini – Whisnu Sakti Buana (Trisakti) mendapat pesaing di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada 9 Desempber mendatang. Hal itu setelah, pasangan bakal calon Walikota dan Wakil Walikota, Rasiyo dan Dhimam Abror Djuraid mendaftarkan diri ke KPU, hari ini, Selasa (11/8/2015).

Meskipun pendaftaran pasangan calon Rasiyo dan Dhimam Abror menjelang detik-detik akhir masa perpanjangan pendaftaran di gelombang kedua hari ketiga ini, hal itu setidaknya bisa membuat Pilkada di kota Surabaya bisa dilaksanakan, yang memang adalah syarat untuk menggelar Pilkada minimal ada dua pasangan calon.

Kedua pasangan calon yang diusung melalui Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN) ini, datang di KPU sekitar pukul 03.50 WIB. Namun, ternyata saat mendaftar ada berkas yang kurang lengkap dari pasangan calon yakni rekom dari PAN yang hanya berupa scan.

“Iya benar, salah satu rekomnya berupa hasil scan, kalau tidak salah yang dari PAN, namun setelah kami arahkan mereka membuatnya, sehingga kami menerima pendaftaran tersebut, dengan catatan segera melengkapi kekurangannya dalam batas waktu 5 hari,” ungkap, Komisioner KPU Surabaya, Nurul Afiani.

Dalam sesi wawancara, Rasiyo berusaha meyakinkan kepada para awak media jika dirinya bukanlah pasangan calon boneka seperti yang dituduhkan. “Yang dari awal mendaftar itu pak Abror, tetapi posisi saya ini kan dilamar, yang tentu melalui pertimbangan yang matang dan alasan yang kuat untuk menunjuk saya sebagai salah satu pasangan calon,” terang, mantan Sekdaprov Jatim ini.

Rasiyo mengaku, jika dirinya sangat mengenal kota Surabaya, karena telah lama tinggal di kota pahlawan, sehingga dirinya berkeinginan untuk membangun kota Surabaya sebagai sumbangsih disisa hidup dan pengabdiannya sebagai anak bangsa. “Saya kepengen membangun kota Surabaya bersama-sama rakyat, dan apa yang sudah baik diteruskan,” terangnya.

Tidak hanya itu, sebagai mantan Kadiknas Provinsi Jatim, Rasiyo juga meyakini akan mendapatkan banyak dukungan karena telah mempunyai jaringan yang cukup signifikan di lingkungan dinas pendidikan. “Saya ini mantan Kadiknas Provinsi Jatim, jadi kawan kawan dinas dan guru di Surabaya sangat banyak, dan karena profesi saya juga guru, maka jumlah murid saya juga sangat besar, masak jika bapaknya maju Pilwali tidak didukung,” ucapnya, sambil tersenyum.

Untuk diketahui, Saat Pilgub Jatim tahun 2009, Rasiyo yang kala itu menjabat sebagai Kadiknas Jatim adalah satu-satunya pejabat Pemprov Jatim yang sejak awal secara terang-terangan memberikan dukungannya kepada Soekarwo untuk menjadi Gubernur Jatim menggantikan posisi Imam Utomo.

Sampai-sampai sempat beredar rumor jika anggaran yang dipakai untuk kampanye Pakde Karwo masuk dalam kompetisi Pilgub Jatim tahun 2008 bersumber dari APBD Jatim yang ngepos di Diknas Jatim, meskipun akhirnya tak satupun yang bisa membuktikan. (tur)

Teks foto: Rasiyo dan Dhimam Abror.