04/12/2020

Jadikan yang Terdepan

APBMI Prop Jatim Selenggarakan Halal Bihalal Bersama Forum Asosiasi Pelabuhan Tanjung Perak

JpegSurabaya, KabarGress.com – Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Propinsi Jawa Timur yang dipimpin Capt. Priyanto, SH, menyelenggarakan acara halal bihalal bertemakan “Taburkan Maaf Pererat Silaturrahim”, bertempat di Mercure Grand Mirama Hotel Surabaya, Senin (10/8/2015) malam. Tampak hadir dari para pimpinan dan perwakilan anggota Forum Asosiasi Pelabuhan Tanjung Perak, seperti Terminal Petikemas Surabaya (TPS), BJTI Port, Terminal Teluk Lamong, PT Nilam Port Terminal Indonesia, ALFI, INSA, APBMI, PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), serta PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) Cabang Tanjung Perak. Juga tidak ketinggalan hadir pula Waka Polres Tanjung Perak dan Syahbandar Tanjung Perak.

Ketua DPW APBMI Jatim, Capt Priyanto, SH,  mengungkapkan sebagai bentuk ukhuwah, para pebisnis pelabuhan yang tergabung dalam Forum Asosiasi Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya bersama segenap stake holder mengadakan halal bihalal tersebut.

“Acara halal bihalal kali ini kami gelar sebagai bentuk komunikasi yang sudah membudaya di dalam masyarakat Indonesia. Disamping itu, masyarakat maritim ingin meningkatkan hubungan kekeluargaan dan mempererat tali silaturrahim sesama pelaku bisnis di lingkungan pelabuhan dengan unsur-unsur terkait baik regulator, Polri, TNI maupun Pelindo sebagai Badan Usaha Pelabuhan Tanjung Perak,” terangnya.

“Hal semacam ini sangatlah diperlukan, mengingat dalam keseharian saat kita melakukan rutinitas di bidang masing-masing tak jarang timbul keseleo lidah, terbesit emosi hingga terlontar kata-kata yang kurang mengenakkan tatkala pekerjaan yang kita lakukan itu tidak sesuai dengan keinginan. Budaya mempertahankan acara silaturrahim ini sangatlah relevan guna memulihkan saraf-saraf yang tegang akibat segudang aktivitas. Dengan tema yang diusung “Taburkan maaf pererat silaturrahim” itu, kami berkeinginan tetap memperkuat hubungan kemitraan yang ada di lingkungan Tanjung Perak,” lanjut Priyanto.

Di tempat yang sama, Ketua Ginsi Jatim, Bambang Sukadi, mengatakan keutuhan masyarakat maritim itu seyogyanya senantiasa dijaga, mengingat pelabuhan mempunyai peranan penting di dalam perekonomian bangsa. Dia yakin kalau kebersamaan itu dijalin oleh seluruh stake holder, arus perekonomian jawa timur akan tumbuh secara sehat. Seperti yang sekarang ini menjadi tranding topik nasional, Dwellingtimes itu tidak akan kacau bila para pelaku usaha sadar diri dalam melakukan pekerjaannya. Segala prasyarat yang dibutuhkan guna memasukkan barang harusnya benar-benar clear.

“Saya akui, di tubuh GINSI para anggota sudah tertib dalam melakukan bisnis, namun dari 2.700 importir yang ada di lapangan, hanya 700an yang tergabung dalam organisasi. Cilakanya yang semerawut itu pelaku yang di luar ginsi,” aku Bambang.

“Tentunya peranan regulator sangatlah penting, ketika berkas perijinan sudah komplit, tak ada alasan bagi petugas menghambat proses pengeluaran barang,” imbuh Bambang.

Sementara itu, Priyanto saat disinggung terkait kekisruhan di tubuh APBMI, dia menjelaskan bahwa mekanismenya sebenarnya sudah jelas. “Biar waktu yang berbicara,” tandasnya.

Dalam acara yang berlangsung meriah tersebut, diisi tausiyah Ustadz Abdul Aziz. “Kebersamaan di dalam keberagaman harus terus dipupuk dan dijaga. Kita tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Inilah mengapa kita menjaga tali silaturrahim,” demikian diantara pesan ustadz Aziz.

Ada 4 faktor yang menjadi ancaman kebersamaan di dalam keberagaman yang disingkat AIDS. “Yang pertama Adigang-adigung-adiguno, kedua Iri hati, ketiga Dengki/dendam dan Serakah,” ulasnya.

Selain hiburan tari saman, qasidah juga penampilan band, acara yang dimotori Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Prop Jatim, diakhiri bagi-bagi doorprize bagi para undangan. (ro)