29/11/2020

Jadikan yang Terdepan

Sukoto Kembalikan KTA ke Fraksi Gerindra

Surabaya, KabarGress.Com – Salah satu bakal Calon Walikota Koalisi Majapahit, Sukoto, mengundurkan diri sebagai anggota Partai Gerindra. Pengunduran diri ini sebagai bentuk kekecewaannya dengan sistem penjaringan cawali- cawawali yang dilakukan Koalisi Majapahit yang dimotori enam partai, yakni Partai Gerindra, Demokrat, Golkar, PKS, PKB dan PAN.

 

Menurutnya sikap Koalisi Majapahit yang tidak mengusung calon walikota dan wakil walikota dalam pilkada sangat  ironis. Pasalnya, koalisi tersebut memiliki 29 kursi di DPRD Surabaya. “Masak 29 kursi gak punya keberanian (Maju Pilkada),” ujarnya di depan ruang Fraksi Partai Gerindra, Rabu (5/8/2015).

 

Sukoto datang ke gedung DPRD Surabaya langsung menuju ruang Fraksi Gerindra. Di ruang fraksi, ia hanya bertemu dengan dua orang staf fraksi. Di hadapan para wartawan, ia menyerahkan Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Gerindra kepada petugas sekretariat fraksi Gerindra.

 

“Kalau memang sudah membuka proses seleksi calon walikota dan wakil walikota semestinya Koalisi Majapahit bertanggungjawab untuk mengusung calon yang dijaring, kalau sudah diseleksi ya dipertarungkan,” paparnya.

 

Sukoto mengaku tak sakit hati dengan sikap koalisi Majapahit. Meski ia merasa mampu menandingi elektabilitas Walikota Tri Rismaharini. Menurutnya dalam survey yang dilakukan Puspolitika, Juli lalu elektabilitasnya hanya terpaut 5 persen dari calon petahana tersebut.

 

“Dari survey Puspolitika saya nomer dua setelah bu Risma, saya tak tahu survey lainnya,” ujarnya.

 

Ia menegaskan, dirinya serius mencalonkan diri sebagai calon walikota Surabaya. Namun, dalam realitasnya niatannya tersebut ternyata tak dihargai Koalisi Majapahit yang dipimpin oleh Partai Gerindra. “Jika pada akhirnya seperti ini, saya merasa tidak dihargai dengan baik,” terangnya. (tur)