02/12/2020

Jadikan yang Terdepan

Sekda Prov Jatim: Siapapun Bisa Duduk Eselon Tiga, Asal Sudah Lulus Diklatpim III

sekda prov. jatim menyematkan tanda peserta Diklat Pim III angk XXXV dam XXXIV di badiklat Prop Jatim1Surabaya, KabarGress.com – Sebagai Abdi Negara, siapapun bisa dan dapat duduk dan sebagai pejabat eselon III di tempat kerjanya. Asal yang menjadi prasyarat utama dari kepegawaian itu sudah dilengkapi, yaitu mereka sudah mengikuti Pendidikan Kepemimpinan Tingkat III dan dinyatakan lulus serta bisa  menunjukkan sertifikat  yang dikeluarkan oleh panitia Diklatpim III dari Diklat Prov. Jatim. Pernyataan tersebut disampaikan Sekdaprov. Jatim Dr. H. Akhmad Sukardi,MM saat memberikan pengarahan pada acara pembukaan Diklatpim III angkatan XXV dan XXVI pemprov. Jatim Tahun 2015, di Diklat Balongsari Tama Surabaya, Rabu (5/8).

Dikatakan, mengapa Diklatpim III menjadi prasyarat bagi  pejabat yang akan duduk di Eselon III? Sebab, pejabat ini nantinya yang bertanggung jawab pada administrasi keuangan di tempat kerjanya. Jadi siapaun yang duduk di eselon III, maka dia dituntut dan harus faham tentang seluk beluk serta rencana program yang ada di satkernya. Oleh karena itu, saat mengikuti Diklatpim para peserta wajib dan harus membuat rencana program atau visi dan misinya  saat dia duduk di eselon III nanti.

Dan, lanjutnya, rencana program serta visi dan misinya  itu harus dia buat secara rinci dan harus dia paparkan didepan para peserta lain dengan mentor dari kepala SKPDnya masing- masing. “Jadi, visi dan misinya itu harus dibuat diatas kertas serta bisa diaplikasikan melalui  rencana program yang ada di SKPDnya. Untuk itu, Kepala SKPDnya langsung harus dating dan  bisa  memberikan support bagi anak buahnya  saat paparan,” jelasnya.

Selanjutnya, Sekdaprov menambahkan, pejabat eselon III memegang peran dalam kepemimpinan manajerial dan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan program di instansinya. Untuk itu, saat mengikuti diklatpim  sebelum menjabat di eselon III dituntut harus bisa membentuk teamwork, memandu dan menyemangati serta mempengaruhi timnya untuk dapat mewujudkan prestasi atau program perubahan. Yaitu yang tadinya belum ada menjadi ada, dan perubahan itu tidak harus besar  meskipun kecil tapi bisa dipertanggungjawabkan serta  terus berkesinambngan atau berkelanjutan.

Selain itu, menjadi seorang pejabat eselon III itu juga dituntut selain  bisa membuat perubahan pisik/riil juga dituntut harus bisa dengan aspek transformasi yang bisa berkembang melalui  beberapa gagasan, kreativitas dan inovasi untuk serangkaian perubahan organisasi.Untuk itu, Diklatpim kali ini focus ingin membentuk pemimpin-pemimpin yang dapat membawa perubahan bagi instansinya masing-masing.

Diklatpim model kurikulum baru ini, di Jawa Timur  saat ini sudah diberlakukan tahun kedua dengan berbagai perubahan mendasar yang menyangkut desain terhadap kurikulum. Antara lain; dengan membuat daya saing pada tingkat individu dan organisasi bahkan juga pada daya saing sebagai bangsa.

Sebelum mengakhiri sambutannya, sekdaprov. Jatim minta pada semua  Diklat yang berjumlah 76 orang ini, agar benar-benar menggunakan waktu selama tiga bulan ini untuk belajar dan mempersiapkan diri sebagai calon pejabat eselon tiga. (hery)

Teks foto: Sekda Prov. Jatim menyematkan tanda peserta Diklat Pim III angkatan XXXV dan XXXIV di Badiklat Prop Jatim.