04/12/2020

Jadikan yang Terdepan

Pakde Karwo Respon Positif Alfamart Class

* MoU Alfamart Class dengan Gubernur Jawa Timur

MoU antara Corporate Affairs Director Alfamart, Solihin, bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Timur, Syaiful RachmanSurabaya, KabarGress.com – Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, menyambut positif implementasi kurikulum pendidikan ritel Alfamart Class di 53 SMK di Jawa Timur. Respons positif tersebut ditandai dengan kesediaannya menyaksikan MoU antara Corporate Affairs Director Alfamart, Solihin, bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Timur, Syaiful Rachman, di Dyandra Convention Center, Senin (3/8/2015).

Soekarwo mengatakan, kualitas sumber daya manusia (SDM) adalah problem yang serius untuk ditangani. “Model yang dikembangkan Alfamart melalui Alfamart Class seperti ini adakah model sinergi ABG yaitu Academic-Business-Government. Ini bagus untuk ditiru pihak swasta lainnya dalam menangani problem SDM,” jelas pria yang akrab disapa Pakde Karwo usai acara.

Memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun ini, kata dia, SDM di Jawa Timur harus memiliki kompetensi. “Kompetensi ini bisa diciptakan dengan membuat standarisasi. Salah satunya seperti yang dilakukan Alfamart,” lanjutnya.

Pakde Karwo juga meyakini, semakin banyak sektor swasta yang terlibat memajukan SDM di JawaTimur akan berimplikasi positif terhadap percepatan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur. “Gagasan Indonesia Incorporated harus terus didorong,” tegasnya.

Pakde Karwo saat hadir menyaksikan penandatangan MoU Alfamart dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa TimurIndonesia Incorporated ini adalah konsep multisinergi sektor pemerintah dengan sektor korporasi atau swasta dan masyarakat dalam mengelola serta mewujudkan pembangunan ekonomi yang terintegrasi. “Kalau di negara maju, Research and Development (R and D) dibiayai sektor swasta. Kalau disini belum bisa sepenuhnya swasta terlibat. Problem yang terjadi kadang-kadang, pihak swasta A yang melakukan R and D tapi diambil oleh pihak swasta lainnya. Ini karena swasta belum melakukannya secara menyeluruh,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Syaiful Rachman, mengatakan peran swasta dalam menggerakkan kualitas SDM di Jawa Timur sangat dibutuhkan. “Tak hanya Alfamart, harapan kami nantinya muncul semakin banyak sektor swasta lain yang ikut berkontribusi,” katanya.

Terkait Alfamart Class ini, Syaiful berpendapat program ini memiliki arah positif mengentaskan pengangguran. “Mereka yang sudah tersertifikasi dalam program ini punya pilihan, kalau tidak bergabung dengan perusahaan Alfamart atau membuka toko ritel sendiri namun dengan standar seperti yang diterapkan Alfamart,” lanjutnya.

Sedangkan Corporate Affairs Director Alfamart, Solihin, dalam kesempatan yang sama mengatakan program Alfamart Class ini sebetulnya sudah lama diimplementasikan di Jawa Timur. “Tapi baru 3 SMK yang bekerjasama. Kali ini ada 53 SMK yang secara resmi akan menerapkan kurikulum Alfamart Class,” jelasnya.

Harapan ke depan, akan lebih banyak SMK yang menerapkan kurikulum Alfamart Class di Jawa Timur. Ini mengingat, jumlah kebutuhan tenaga kerja di sektor ritel cukup besar. (ro)

Teks foto:

– Prosesi penandatanganan MoU antara Corporate Affairs Director Alfamart, Solihin, bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Timur, Syaiful Rachman, di Dyandra Convention Center, Senin (3/8/2015).

– Pakde Karwo memberikan sambutan di sela-sela menyaksikan penandatanganan MoU antara Corporate Affairs Director Alfamart, Solihin, bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Timur, Syaiful Rachman, di Dyandra Convention Center, Senin (3/8/2015).