05/12/2020

Jadikan yang Terdepan

Pemprov Jatim Siapkan Rp3,3 M Tangani Kekeringan

gub jatim serahkan penghargaan pada acara hari lingkungan hidup sedunia prov jatim di taman candra wilwatikta pandaan pasuruan (1)Pasuruan, KabarGress.com – Pemprov Jatim menyiapkan anggaran sekitar Rp. 3,3 milyar untuk menangani kekeringan di Jatim. Anggaran tersebut untuk memasok air bersih ke 24 daerah yang berpotensi mengalami kekeringan. Pemprov Jatim akan melakukan dropping air bersih tiga kali seminggu ke lokasi yang benar-bernah membutuhkan.

“Kondisinya belum sampai kering, namun langkah ini untuk mencegah kekeringan yang prediksinya musim kemarau bisa mencapai enam bulan tahun ini,” ujar Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo saat mencanangkan Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Provinsi Jawa Timur Tahun 2015 bertema “Mimpi dan Aksi Bersama Untuk Keberlanjutan Kehidupan di Bumi” di Taman Candra Wilwatikta Pandaan Kab. Pasuruan, Kamis (30/7).

Ia mengatakan, mengenai penyediaan air bersih masyarakat yang kesulitan air bersih untuk daerah yang berjarak tiga km dari pusat kota menjadi tanggungjawab kabupaten/kota. Sedangkan untuk yang berjarak lebih dari tiga km menjadi tanggungjawab provinsi.

“Bantuan dilakukan mulai 4 Agustus hingga bulan Oktober untuk mengangkut air bersih ke daerah lebih dari tiga km dari pusat kabupaten tiga kali seminggu. Jangan sampai masyarakat yang kesulitan air bersih di musim kering ini membeli air, tetapi harus didrop air. Pemerintah harus hadir membantu masyarakat,” kata Pakde Karwo sapaan lekatnya.

Pakde Karwo menjelaskan, prediksi musim kemarau tahun ini diperkirakan bisa mencapai enam bulan, sedangkan untuk tahun lalu musim kemarau mencapai 4,5 bulan. Jumlah desa di Jatim yang berpotensi kekeringan berkurang dari 624 desa tahun 2014 turun menjadi 591 desa tahun 2015. Desa yang memiliki potensi kekeringan tersebut berasal dari 24 kabupaten.

“Sebanyak 24 daerah di Jatim berpotensi mengalami kekeringan akibat musim kemarau yang diperkirakan lebih panjang dari tahun sebelumnya. Dari 24 daerah, Kabupaten Bojonegoro sudah mengalami kekeringan,” katanya.

Selain menyiapkan anggaran, Pakde Karwo berharap, seluruh masyarakat Jatim harus ikut berperan serta dalam membenahi lingkungan dengan menggalakkan penanaman pohon sebagai potensi sumber air. Pihak masyarakat dibutuhkan keterlibatannya dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

“Keterlibatan semua pemangku kepentingan adalah kunci keberhasilan. Perwujudan kerjasama yang harmonis antara pemerintah, swasta dan masyarakat merupakan pilar penting dalam pembangunan lingkungan hidup di Jatim,” jelas Pakde Karwo

Menurutnya, Perhutani diharapkan dapat menanam pohon yang mempunyai kemampuan untuk menahan dan menyimpan air. Jika dilakukan, maka diharapkan dapat mengurangi dampak kekeringan. Kondisi hutan di Jatim mencapai 42 persen, terdiri dari 28 persen milik Perhutani dan hutan rakyat dan ditambah 14 persen hutan rakyat menjadi hutan produksi untuk sengon.

“Kebanyakan pohonnya masih belum bisa menyimpan air dengan baik. Untuk itu Perhutani dalam melakukan penanaman perlu memilih pohon yang bisa menahan dan menyimpan air. Perhutani jangan hanya mencari keuntungan, tetapi harus memperhatikan perlindungan terhadap sumber daya alam,” tegasnya.

Lebih lanjut disampaikannya, Perhutani juga harus memperhatikan hubungan antara hutan dan masyarakatnya untuk dikelola dengan baik. Dirumuskan kembali hubungan antara Perhutani dan masyarakat, serta fungsi hutan Perhutani terhadap sumber daya alam kita.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Prov. Jatim, Bambang Sadono mengatakan untuk tahun ini sebanyak 29 SMP dan SMA di Jatim menerima penghargaan nasional bisang lingkungan hidup, 4 pengabdi lingkungan dan 5 kabupaten/kota juga menerima penghargaan.

Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Dunia tersebut juga dimeriahkan pertunjukan tari, pelepasan ratusan burung dan kemah lingkungan. Acara dihadiri ribuan orang dari berbagai instansi pemerintahan, lembaga pendidikan, komunitas dan perusahaan.

Pada kegiatan tersebut, Pakde Karwo didampingi Kepala BLH Prov. Jatim menyerahkan secara simbolis bibit tanaman keras dan buah kepada Bupati Pasuruan dan LSM GEMPA, serta penghargaan Status Lingkungan Hidup Daerah Terbaik (SLHD) berupa plakat SLHD kepada Walikota Surabaya, Bupati Lamongan, Bupati Lumajang, Walikota Pasuruan, dan Bupati Malang.

Selain itu, Pakde Karwo juga menyerahkan penghargaan Kalpataru Tahun 2015 kepada LSM Tunas Hijau Kota Surabaya dan Sri Partiyah (Kab. Magetan). Penghargaan Pelestarian Fungsi Lingkungan Hidup tahun 2015 berupa trophy, piagam, dan tabungan dibagi menjadi empat kategori yakni kategori Perintis Lingkungan sebanyak 5 tokoh, Penyelamat Lingkungan sebanyak 5 tokoh, Pengabdi Lingkungan sebanyak 1 tokoh, dan Pembina Lingkungan sebanyak 1 tokoh.

Penghargaan lainnya yang diserahkan yakni 14 desa/kelurahan berseri kategori mandiri, 151 Sekolah Adiwiyata Provinsi, 25 perusahaan pelaksana pelaporan terbaik dan baik pengelolaan lingkungan hidup.

Seusai acara utama, Pakde Karwo bersama Bupati Pasuruan, Kepala BLH Jatim melakukan penanaman bibit tanaman langka di lokasi Kemah Hijau. Di lokasi itu juga dilaksanakan pembuatan biopri oleh Perusahaan Penerima Penghargaan Pelaporan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Untuk kemah hijau sendiri diikuti sebanyak 400 orang dari 151 sekolah di Jatim. (hery)