29/10/2020

Jadikan yang Terdepan

Jatim Kekeringan, Gubernur Berharap Peran Pengabdi Lingkungan Terbaik

gub jatim serahkan penghargaan pada acara hari lingkungan hidup sedunia prov jatim di taman candra wilwatikta pandaan pasuruan (2)Pasuruan, KabarGress.com – Gubernur Jatim Soekarwo menitipkan perbaikan lingkungan di Jatim yang sedang menghadapi krisis kekeringan di 24  kabupaten dan kota se-Jatim pada pengabdi lingkungan terbaik di Jatim. Pesan itu disampaikan Pakde Karwo pada hari Lingkungan Hidup sedunia yang dipusatkan di Taman Candra Wilwatikta, Pasuruan, Kamis (30/7/2015).

“Tolong Perhutani merumuskan kembali fungsi hutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, agar mereka tidak merambah hutan sekaligus meningkatjan peran hutan sebagai penyimpan air untuk mengurangi kekeringan di masa mendatang,” kata Pakde Karwo dihadapan sekitar 500 orang yang hadir.

Pada acara ini, gubernur Soekarwo memberikan penghargaan pada puluhan pengabdi lingkungan terbaik se Jatim, termasuk 29 SMP dan SMA yang mendapat penghargaan Adiwiyata dari Menteri Lingkungan hidup di tahun 2015 ini.
Dalam acara tersebut Pakde juga memberi penghargaan pada 4 pegiat lingkungan Jatim yng mendapat penghargaan Kalpataru dari Presiden.

“Mari kita semua membenahi lingkungan hidup masing-masing. Peran pengabdi lingkungan sangatlah penting.  Jumlah penduduk Jatim yang mencapai 38,6 juta jiwa membutuhkan daya dukung lingkungan yang berkelanjutan”, kata Soekarwo didampingi Kepala BLH Jatim Bambang Sadono dan Bupati Pasuruan HM. Irsyad Yusuf.

Pada acara ini Pakde Karwo juga memberi penghargaan kepada Perusahaan di Jatim yang berkontribusi pada pelestarian lingkungan hidup, antara lain, Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO), PT. Kangean Energi dan PT. Semen Gresik.

Ditemui seusai menerima penghargaan, President / General Manager PT PHE WMO Boyke Pardede menyatakan terima kasih atas penghargaan yang diberikan Gubernur Jatim.

“PHE WMO telah tiga tahun berturut turut menerima penghargaan Industri Pelaksana Pelaporan Pengelolaan Lingkungan Hidup Terbaik se Jawa Timur. Tentu kami sangat bangga, karena untuk bisa mendapat penghargaan ini ada penilaian dan kriteria yang ketat,” kata Boyke.

Ditambahkan ketaatan dan kontribusi PHE WMO dalam melestarikan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat juga dibuktikan dengan keberhasilan meraih proper hijau dalam 2 tahun terakhir yakni 2013 dan 2014.

“Salah satu program PHE WMO yang berkesinambungan adalah dalam pelestarian hutan mangrove, dengan penanaman 43 ribu pohon pohon mangrove (2010-2014), di kawasan Gresik dan Bangkalan. Khusus di Bangkalan PHE WMO sedang mengembangkan Taman Pendidikan Mangrove di pantai Labuhan Kecamatan Sepulu,” imbuh Boyke

Program di Pantai Labuhan itu memberi banyak manfaat antara lain dari 15.000 pohon yang ditanam sekitar 85 % bisa hidup yang bekontribusi pada peningkatan oksigen dan menyerapan Co2.

Di area yang disiapkan sebagai lokasi wisata mangrove itu, kata Boyke juga telah dilakukan pembibitan  tanaman mangrove yaitu Xylocarpus granatum. Selain itu juga dilakukan konservasi dan pemuliaan tanaman langka yang dilindungi sesuai jurnal IUCN (International Union for Conservation of Nature), antara lain mangrove jenis Sentigi (Pemphis acidula), mangrove yang menjadi bahan dasar pewarna alami batik Madura.

“Program ini telah menghasilan bibit cemara laut dan mangrove sebanyak 22.600  polibag. Lebih dari itu juga terbentuknya kelompok tani Cemara Sejahtera Desa Labuhan beranggotakan 13 orang yang kehidupannya diharap bisa lebih sejahtera karena bisa menghasilkan bibit cemara laut dan mangrove serta mengelola kawasan wisata mangrove,” katanya.

Boyke berharap kawasan ini nantinya akan menjadi pusat pembibitan cemara laut pertama di Pulau Madura. “Yang paling membanggakan Kelompok Tani Cemara Sejahtera ini telah mampu menghasilkan kader lingkungan sekaligus trainer pendidikan mangrove bagi masyarakat umum,” katanya.

Ditemui terpisah Kepala BLH Jatim, Bambang Sadono memberi apresisasi kepada keseriusan PHE WMO dalam mengelola lingkungan hidup dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar daerah pendukung operasi.

“Melihat totalitas PHE WMO dalam melestarikan lingkungan dan memberdayakan  masyarakat, kami akan mendorong agar PHE WMO bisa meraih proper emas di tahun 2015 ini,” pungkas Bambang. (ro)

Teks foto: Gubernur Jatim, Pakde Karwo menyerahkan penghargaan pada acara hari Lingkungan Hidup sedunia Prov Jatim, di Taman Candra Wilwatikta Pandaan Pasuruan.