26/11/2020

Jadikan yang Terdepan

Napindo Kembali Gelar INDO LIVESTOCK Expo & Forum

JpegSurabaya, KabarGress.Com – PT. Napindo Media Ashatama kembali menggelar INDO LIVESTOCK Expo & Forum ke 10, atau lebih familiar sebagai pameran teknologi industri peternakan dan kesehatan hewan, INDO FEED – pameran teknologi industri pakan ternak, INDO DAIRY – pameran teknologi industri pengelolaan susu, serta INDO FISHERIES – pameran teknologi industri perikanan, bertempat di Exhibition Hall and Convention Grand City Convex Surabaya, mulai hari ini hingga 31 Juli 2015.

Vice President PT. Napindo Media Ashatama, Arya Seta Wiriadipoera, ditemui di sela-sela pembukaan acara, mengungkapkan tujuan pameran sebagai ajang pemberian informasi, perkenalan produk, media komunikasi yang efektif guna memperluas wawasan industri bagi bangsa Indonesia khususnya di bidang peternakan.

“INDO LIVESTOCK Expo & Forum 2015 kami harapkan selalu menjadi prioritas utama untuk mendapatkan gambaran terkini mengenai perkembangan dan teknologi industri peternakan lokal dan dunia. Juga ajang untuk meningkatkan kerjasama bisnis, investasi, dan pengembangan olah teknologi yang memberikan kontribusi besar bagi kemajuan industri peternakan tanah air,” ujarnya.

Diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian Republik Indonesia, INDO LIVESTOCK Expo & Forum adalah acara ‘harus hadir’ bagi para pengambil keputusan dan pembeli di seluruh Asia. Lebih dari 12.000 pengunjung perdagangan dan delegasi, diharapkan untuk menghadiri Expo, Seminar dan Presentasi Teknis pada tahun 2015.

JpegLebih penting lagi, ratusan peserta pameran dari 40 negara diharapkan untuk sekali lagi berpartisipasi dalam Indo Livestock Expo & Forum. “INDO LIVESTOCK 2015 terbukti menjadi tempat pilihan untuk pembeli untuk mencari teknologi baru dan peralatan serta di mana industri profesional mendapatkan update pada kemajuan teknologi terbaru dan tren industri,” tandasnya.

Ditambahkan, Surabaya adalah kota terbesar kedua di Indonesia, dan ibukota Provinsi Jawa Timur. Sebagai pelabuhan utama dan pusat komersial di wilayah timur Indonesia, Surabaya telah menjadi salah satu kota terbesar di Asia Tenggara.

Jawa Timur menyediakan gateway untuk wilayah timur Indonesia, menghubungkan provinsi-provinsi timur terisolasi secara ekonomi dengan jantung industri di Jawa. Jaringan Jawa Timur untuk Indonesia timur sangatlah baik. Indonesia tidak diragukan lagi memandang perkembangan provinsi-provinsi timur sebagai prioritas tinggi.

Sementara itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian RI, Muladno, usai membuka secara resmi pameran tersebut, mengatakan pemerintah telah menargetkan program pembentukan 1.000 Sentra Peternakan Rakyat (SPR) untuk memenuhi swasembada daging ayam dan sapi, yang diharapkan tercapai pada 2017.

Jpeg“SPR yang sudah terbentuk ada di Bojonegoro (3 sentra), Banyuasin (1 sentra), Musi Banyuasin dan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Kepulauan Sapudi (Sumenep), Pulau Sumbawa dan Kalimantan Selatan,” jelasnya.

Menurut Muladno, dalam program SPR tersebut, pemerintah menyiapkan banyak tenaga ahli. Para peternak di SPR akan diberi berbagai pelatihan, mulai dari pengembangan bahan baku pakan ternak sampai keterampilan dalam mengembangbiakan ternak melalui kawin suntik.

“Selama ini, kebanyakan satu peternak hanya memiliki 2 ekor sapi. Padahal idealnya satu peternak memiliki minimal 7 ekor. Selain itu, masih banyak peternakan rakyat yang masih belum menguasai teknik pengembangbiakan melalui inseminasi. Lewat program SPR, setiap satu kawasan sentra, sedikitnya terdapat 500 peternak sapi dengan jumlah kepemilikan sapi yang ideal,” tandas Muladno. (ro)

Teks foto:

– Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian RI, Muladno (tengah), meninjau salah satu stand pameran.

– Salah satu produk teknologi industri peternakan di ajang INDO LIVESTOCK Expo & Forum 2015.

– Susu, salah satu hasil produk olahan teknologi industri peternakan.