02/12/2020

Jadikan yang Terdepan

APTRINDO: SDM dan Regulasi Jadi Tantangan Industri Logistik

JpegSurabaya, KabarGress.com – Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) menyatakan sumber daya manusia (SDM) dan regulasi menjadi tantangan perkembangan industri logistik di Indonesia. “Penyebabnya, regulasi yang ada sekarang harus direvisi dan idealnya, regulasi sekarang dapat mengadopsi perkembangan otomotif terkini,” ungkap Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat, Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), Gemilang Tarigan, kepada awak media di sela-sela acara Logistics Talkshow Series: Peluang dan Tantangan Logistik di Daerah Dalam Era Poros Maritim, di Surabaya, Rabu (29/7/2015).

Karena itu, pihaknya mendesak pemerintah untuk memperbaiki regulasi lama. Contoh, tapak ban truk lebih lebar yang sekarang dibandingkan yang dulu. “Sementara, menjelang masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) 2015 kami khawatir SDM sopir truk Indonesia kalah dengan asing. Apalagi, sopir asing bisa menggunakan GPS dengan mudah untuk menemukan pelabuhan yang akan dijangkaunya guna melakukan bongkar muat tapi sopir di Indonesia belum punya kemampuan itu,” tuturnya.

Di sisi lain, jelas dia, saat ini perkembangan industri truk nasional juga dihambat permasalahan pajak. Bahkan, lebih dari 40 persen komposisi truk didominasi pajak. “Akibatnya, banyak pengusaha truk harus membayar kredit, suku bunga bank yang tinggi, dan belum lagi permasalahan suku cadang. Untuk itu, mereka berharap pemerintah memberi keringanan pajak untuk peremajaan armada truk di Indonesia,” tandasnya.

Di samping itu, tambah dia, guna mendapatkan solusi dari berbagai permasalahan industri truk di tanah air maka pada saat ini Aptrindo mengadakan roadshow. Agenda tersebut juga dilaksanakan untuk pembentukan DPD Aptrindo. “Selain di Jakarta, DPD Aptrindo kini juga dibentuk di Jatim, Medan, dan Makassar,” ujarnya.

Apalagi, sebut dia, sampai saat ini di Indonesia ada sebanyak 5,6 juta unit truk. Namun, mulai dari sebaran dan siapa pengusaha pemilik truk tersebut tidak diketahui. “Hal itu mengakibatkan terjadinya ketidakseimbangan suplai and demand truk di tanah air,” pungkasnya. (ro)