26/11/2020

Jadikan yang Terdepan

Songsong Tahap Komersialisasi, Smartfren Uji Jaringan 4G LTE

smartfrenSurabaya, KabarGress.Com – Dalam upaya menyongsong tahap komersialisasi, layanan 4G LTE Smartfren terus dilakukan trial. Menyusul uji jaringan di Batam dan Bali, hari ini Selasa (28/7/2015), Smartfren menguji kesiapan jaringan generasi keempat (4G LTE) di rute Surabaya dan Malang, Jawa Timur. Pengujian pertama dilakukan dengan menyusuri beberapa jalan dari Surabaya pusat hingga Surabaya timur.

Selain awak media pusat dan Surabaya, pada kesempatan uji jaringan kali ini melibatkan komunitas blogger. Semua peserta dibekali perangkat Andromax Ec untuk mengetest berbagai kesiapan jaringan 4G LTE operator berbasis CDMA tersebut.

Hasil drive test di Surabaya, kecepatan rata-ratanya mencapai 20-30 Mbps untuk download dan 3-4 Mbps untuk upload. Pengguna dapat melakukan streaming video tanpa hambatan. Sayangnya, perangkat yang digunakan untuk pengujian tak memungkinkan pemutaran video Full HD, sehingga jaringan teruji pada video beresolusi 480 piksel saja.

Mengunduh gambar dan lagu pun dapat dilakukan dalam waktu tak lebih dari tiga menit. Saat mengoperasikan media sosial berat seperti Snapchat, pengunggahan video juga hanya sekelebat mata.

Walau begitu, menurut hasil tes kecepatan jaringan menggunakan aplikasi Ookla Speedtest, jaringan 4G Smartfren masih belum stabil. Di beberapa lokasi, kecepatan bisa mencapai 49 Mbps untuk pengunduhan dan 2.26 Mbps untuk pengunggahan. Sementara itu, di lokasi lainnya, kecepatan jaringan bahkan tak sampai 2 Mbps untuk pengunduhan.

“Saat ini coverage jaringan 4G LTE kami (Smartfren) belum mencapai 80 persen, dan umumnya kecepatan jaringan layanan telekomunikasi bisa cukup stabil apabila coverage-nya lebih dari 80 persen. Dan artinya itu sudah layak untuk diluncurkan secara resmi,” ungkap Head of Network Special Projector Smartfren, Munir Syahda Prabowo, di sela-sela drive test.

Untuk kecepatan layanan 4G LTE, menurut Munir, semua tergantung dari lokasi dimana pengguna mengakses internet. “Dalam artian, jarak antara lokasi si pengguna dengan menara BTS sangat berpengaruh. Jadi, kalau coverage-nya sudah maksimal, kecepatan internet dijamin akan bisa stabil,” terangnya.

Munir menjelaskan tahap komersial rencananya baru akan digelar pada semester kedua 2015. Jaringan 4G LTE Smartfren berjalan di atas spektrum frekuensi 850 MHz dan 2.300 MHz.

Menariknya, Smartfren juga menggunakan dua teknologi 4G LTE berbeda di masing-masing frekuensi tersebut. Pertama, Smartfren menggunakan teknologi jaringan 4G LTE jenis FDD (Frequency Division Duplex) di spektrum frekuensi 850 MHz. Sementara untuk frekuensi 2.300 MHz, Smartfren menggunakan teknologi TDD (Time Division Duplex). (ro)

Teks foto: Head of Network Special Projector Smartfren, Munir Syahda Prabowo, menerangkan perkembangan teknologi jaringan seluler, di sela-sela drive test.