02/12/2020

Jadikan yang Terdepan

Mahasiswa ITB Terpilih untuk Mewakili Indonesia pada Forum Hitachi Young Leaders Initiative (HYLI) ke-13

* Mahasiswa ITB tersebut akan bergabung dengan delegasi lain dari tujuh negara dalam forum regional di Manila, pada 27-30 Juli 2015

Jakarta, Indonesia, KabarGress.com – Hitachi Asia Ltd. baru-baru ini mengumumkan Reza Rizky Darmawan, Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai salah satu dari empat mahasiswa yang terpilih untuk mewakili Indonesia dalam forum Hitachi Young Leaders Initiative (HYLI) ke-13. Ajang yang akan diadakan di Manila, Filipina pada tanggal 27 – 30 Juli 2015 tersebut akan menghadirkan para pemimpin terkemuka dari kawasan Asia yang berasal dari sektor swasta, pemerintah, dan akademik untuk membicarakan masalah-masalah transportasi tingkat regional dan terlibat dalam dialog bersama para mahasiswa yang terpilih. Para mahasiswa nantinya akan saling bekerja sama untuk mempresentasikan ide-ide mereka mengenai bagaimana mengatasi permasalahan transportasi tersebut.

Para mahasiswa terpilih yang akan mewakili Indonesia adalah:

  1. Adeline Tiffanie Suwana, Universitas Indonesia
  2. Andhanu Surya Ismail, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
  3. Reza Rizky Darmawan, Institut Teknologi Bandung (ITB)
  4. Sartika Hasirman, Universitas Indonesia

Para mahasiswa tersebut terpilih setelah melewati proses seleksi yang ketat, meliputi sesi wawancara juri yang diketuai oleh Prof. Ainun Na’im, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Ke-empat mahasiswa yang terpilih memiliki kemampuan akademik yang sangat memuaskan, pengalaman ekstrakulikuler yang baik, kualitas dalam kepemimpinan, ketertarikan yang tinggi terhadap isu-isu kawasan dan global, serta kemampuan berbahasa Inggris yang baik. Mahasiswa yang mendaftar pada HYLI adalah mereka yang terdaftar pada lima universitas di Indonesia yaitu; Universitas Indonesia, Universitas Katolik Atma Jaya, Institut Teknologi Bandung (ITB) Universitas Gadja Mada, dan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Hirohiko Morisaki, Managing Director, Hitachi Asia Ltd. mengatakan, “Program HYLI menunjukkan komitmen Hitachi untuk turut berkontribusi terhadap pembangunan dan keberlanjutan ASEAN di masa depan. Kami menyadari bahwa generasi mendatang dari pemimpin-pemimpin muda saat ini akan menciptakan Asia yang lebih baik, oleh karena itu, sebagai perusahaan yang memiliki tanggung jawab sosial, Hitachi akan menyediakan sebuah sarana untuk pembinaan generasi yang akan datang. “Sebagai program tanggung jawab sosial unggulan Hitachi di Asia Tenggara, HYLI mempertemukan mahasiswa dan para ahli dalam bidang masing-masing di kawasan Asia Tenggara, guna memfasilitasi diskusi yang menyeluruh mengenai berbagai tantangan yang dihadapi sebagai satu kesatuan,” tambah Morisaki.

Pada mulanya, HYLI diikuti oleh enam negara yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand dan Japan. Kesuksesan penyelenggaraan HYLI telah mendorong Hitachi untuk memperluas jangkauan dari inisiatif tersebut dengan melibatkan Vietnam mulai pada HYLI ke-8, dan Myanmar yang akan bergabung pada HYLI ke-13 tahun ini. Dengan pengembangan program HYLI yang terus menerus, Hitachi berharap dapat memberi kontribusi untuk membina lebih banyak pemimpin-pemimpin muda di kawasan ASEAN serta mendorong pertumbuhan kawasan dan memperkuat hubungan sosio-kultural antara Jepang dan negara-negara anggota ASEAN.

Sejak didirikan oleh Hitachi, Ltd. pada 1996, Program HYLI telah mempertemukan 280 mahasiswa terbaik dengan berbagai latar belakang dan kewarganegaraan di Asia. Tiap tahunnya, empat mahasiswa terbaik dengan usia di bawah 28 tahun dipilih untuk mewakili negara mereka masing-masing dalam program HYLI.

Tema utama dari penyelenggaraan HYLI tahun ini adalah ASEAN Perspectives on the Social and Environmental Challenges of Designing and Implementing Public Transportation Systems.” Transportasi publik amatlah penting bagi negara-negara ASEAN agar menjadi lebih terkoneksi satu dengan yang lain dan terintegrasi seperti Uni Eropa. Negara-negara ASEAN seperti Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Filipina akan menghabiskan US$ 296 juta untuk infrastruktur transportasi (seperti jalan, rel kereta, bandara dan pelabuhan) hingga tahun 2020[1]. Hal ini menjadi bukti mengenai betapa penting, namun juga masih kurangnya, infrastruktur transportasi bagi kawasan ASEAN.

Oleh karena itu, topik diskusi dalam HYLI ke-13 akan berfokus pada 3 sub-tema berikut:

  1. Potret terkini dari Urbanisasi dan Keberlanjutan di kawasan ASEAN
  2. Tinjauan Pilihan Infrastruktur yang Terpusat pada Masyarakat dan Sistem Transportasi yang Ramah Lingkungan
  3. Membentuk Budaya Berbagi: Perubahan Gaya Hidup untuk Sistem Transportasi yang Efisien.

Tamu kehormatan Joseph Emilio Aguinaldo Abaya, Secretary of the Department of Transportation and Communications, Filipina, akan memberikan kata sambutan dan menjadi pembicara utama pada hari pertama. Setelah itu acara akan dilanjutkan dengan diskusi panel dengan para ahli transportasi di kawasan. Hitachi juga akan berbagi pengetahuan dan keahlian guna memecahkan masalah transportasi global dalam upayanya untuk meningkatkan kualitas hidup demi memacu pertumbuhan kawasan. (ro)