23/11/2020

Jadikan yang Terdepan

Gubernur Himbau Media Informasikan Kondisi Raung Sesuai Kenyataan

Gubernur Soekarwo saat menyampaikan harapannya kpd masyarakat sebelum melihat kondisi gunung raung secara dekat.Banyuwangi, KabarGress.com – Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo berterimakasih kepada media massa yang masif memberitakan soal meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Api Raung. Tetapi, ia juga menghimbau agar media massa menginformasikan sesuai dengan apa yang terjadi.

“Saya menghimbau kepada seluruh media massa agar menginformasikan berita kepada masyarakat sesuai dengan apa yang terjadi. Tidak usah ditambah-tambah karena bisa membuat masyarakat cemas,” pintanya saat meninjau Pos Pantau Gunung Raung di Desa Sumber Arum Kec. Sonnggon Banyuwangi, Minggu (12/7).

Pria yang lekat dengan sapaan Pakde Karwo itu mengingatkan, Jawa Timur terletak di wilayah rawan bencana. Karena itu diperlukan kesiapan yang memadai untuk menghadapi bencana yang bisa hadir setiap saat. Sebagai solusinya, ia minta seluruh masyarakat dengan didampingi pemerintah, TNI, Polri, dan take holder lainnya selalu menjaga keadaan dengan cara menciptakan harmonisasi dengan bencana.

Ada tiga potensi bencana di Jatim, yakni bencana banjir, letusan gunung api dan tanah longsor. Untuk mengantisipasinya, pihaknya telah melakukan beberapa kegiatan. Diantaranya memperbaiki sarana dan prasarana, mengadakan gladi posko setiap akhir tahun, dan menyosialisasi kepada masyarakat soal tata cara menghadapi bencana.

“Gunung Raung bertahun-tahun telah memakmurkan masyarakat, menyuburkan tanah. Oleh karena itu biarlah dia beraktifitas. Sabar dan pelihara gotong-royong salah satu cara untuk mengatasinya. Setiap bencana berarti menguji kegotong-royongan berbagai pihak,” ungkapnya.

Pakde Karwo menegaskan, yang terjadi di Gunung Raung dikategorikan sebagai bencana provinsi. Semua pengendalian akan dilakukan oleh Pemprov Jatim termasuk menyiapkan nutrisi bayi yang bergizi juga menyiapkan ahli psikologi untuk mendampingi masyarakat terdampak.

Di kesempatan yang sama, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, aktifitas Gunung Raung belum mengganggu aktifitas masyarakat terdampak. “Aktifitas masyarakat berjalan normal. Pemerintah didampingi tokoh masyarakat, TNI Polri terus melakukan evaluasi terhadap masyarakat terdampak,” jelasnya.

Hal tersebut dapat terjadi karena koordinasi Forum Pimpinan Daerah Kab. Banyuwangi dan Prov. Jatim berjalan dengan baik. Persiapan-persiapan untuk mengantisipasi kemungkinan yang lebih buruk juga terus dilakukan. Program yang akan dilaksanakan oleh Pemkab Banyuwangi yaitu memperbaiki jalan evakuasi yang dananya akan turun pada PAPBD 2015 atau dua sampai tiga bulan mendatang.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kab. Banyuwangi Kusyadi saat berada di Posko Penanganan Siaga Darurat Gunung Raung di Kantor Kecamatan Songgon memaparkan, tidak ada warga yang berdiam di KRB (Kawasan Rawan Bencana) di Ring III (0- 3 km) dan di Ring II (3- 10 Km). Sedangkan warga yang berdiam di wilayah Ring I (10 km) berjumlah 52 jiwa atau 18 KK.

Menurutnya, aktifitasnya Gunung Raung kali ini berpotensi memberi dampak pada sebanyak 23.062 jiwa yang tersebar di 4 kecamatan, 10 desa, 17 dusun. Kecamatan yang diperkiraan terdampak yakni Kecamatan Kalibaru, Kecamatan Glenmore, Kecamatan Sempu dan Kecamatan Songgon.

Pada kesempatan itu Pakde Karwo menyerahkan bantuan berupa masker untuk masyarakat, peralatan memasak, makanan bergizi tinggi dan obat-obatan yang dilakukan di Pendopo Kecamatan Songgon. (hery)

Teks foto: Gubernur Soekarwo saat menyampaikan harapannya kepada masyarakat sebelum melihat kondisi Gunung Raung secara dekat.