05/12/2020

Jadikan yang Terdepan

PLN Distribusi Jatim Siap Beli Listrik Produksi PT Sumber Organik

pt Sumber Organik - sampah dioleh jadi tenaga listrikSurabaya, KabarGress.com – PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur menyatakan siap membeli listrik hasil dari olahan sampah yang dilakukan PT Sumber Organik. Hal ini diwujudkan dengan nota kesepahaman bersama antara General Manager PT PLN Distribusi Jatim, Yudi Winardi Wijaya dengan Direktur PT Sumber Organik, Agus Nugroho Santoso yang juga pengelola TPA Benowo, Rabu (8/7/2015).

Deputi Manager Komunikasi & Bina Lingkungan PT. PLN Distribusi Jatim, Pinto Raharjo, mengatakan MoU ini dilatarbelakangi upaya Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang ingin permasalahan sampah di Surabaya dapat segera dituntaskan, salah satu caranya adalah mengolah sampah ini dan menghasilkan listrik.

“PT Sumber Organik sebagai rekanan dari Pemkot Surabaya yang nantinya membangun pembangkit listrik tenaga sampah (PLTS) di Surabaya karena kian banyaknya tumpukan sampah di kota Pahlawan ini. Tahap awal, TPA Romokalisari, Benowo dipilih menjadi pilot project PLTS tersebut di Surabaya. Bahkan, didorong agar proyek itu segera terealisasi dalam waktu dekat. Sesuai penandatanganan nota kesepahaman itu, besaran daya yang disepakati dari PLTS tersebut mencapai 9,96 Mega Watt (MW),” ujarnya kepada wartawan, Jumat (10/07/15), di kantor PLN Distribusi Jatim, Surabaya.

Hanya saja, pada pembangunan tahap pertama, daya yang dihasilkan baru mencapai 1,65 MW. Kemudian, tahap selanjutnya sebesar 8,31 MW. Sedangkan jangka waktu kerjasama antara PLN Distribusi Jatim dan PT Sumber Organik berlaku selama satu tahun. Setelah listrik itu dihasilkan dari PLTS Romokalisari selanjutnya oleh PLN Distibusi Jatim maka akan disalurkan ke Gardu Induk terdekat. Salah satunya di Gardu Induk yang dekat dengan TPA adalah Tandes, Surabaya. “Kami optimis PLTS itu dapat terwujud sesuai rencana. Apalagi, kami mempunyai komitmen melakukan bisnis dengan berwawasan lingkungan,” tandas Pinto.

Disinggung harga jual listrik tersebut nantinya, Pinto memprediksikan di bawah harga jual listrik yang ditentukan PLN ke konsumen yakni Rp1.352 per KwH. Walau demikian, untuk harga jual di PLTS itu diperkirakan senilai Rp1.300 per KwH.
“Harga jual tersebut belum angka sebenarnya, karena kami masih perlu menghitung ulang walaupun secara bisnis harga jual itu tidak memberikan keuntungan besar bagi PLN,” imbuhnya. (ro)

Teks foto: Gunung sampah di Surabaya bakal diolah menjadi tenaga listrik dan dibeli PT PLN (Persero) Distribusi Jatim. (ilustrasi: foto dok/sumber organik)