01/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Gus Ipul: Pasar Murah Banyak Beri Manfaat

Gus Ipul memberikan bantuan paket sembako kepada warga di Desa Cengkok Kec Ngronggot Kan Nganjuk (2)Nganjuk, KabarGress.com – Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf mengapresiasi kegiatan sosial kemasyarakatan seperti pasar murah hingga pemberian sembako gratis. “Secara tidak langsung kegiatan seperti ini memberi manfaat besar bagi masyarakat. Selain itu, kegiatan ini turut serta membantu pemerintah di dalam menekan harga kebutuhan bahan pokok,” ujarnya seusai menghadiri Pasar Murah pada Safari Ramadhon 2015 sekaligus Sosialisasi Penempatan Dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Desa Cengkok,Kec Ngronggot, Kab.Nganjuk, Jumat (10/7).

Ia mengatakan, kegiatan Pasar Murah yang dilakukan baik oleh instansi pemerintah hingga swasta memberi dampak besar, positif dan luas bagi masyarakat. Pasar Murah memberikan kemudahan bagi masyarakat, salah satunya barang bahan pokok yang bernilai 50 % dibawah harga pasaran. Pada kesempatan tersebut terdapat 1.000 paket sembako yang berisi 2Kg beras, 1 Kg Gula, 1 Liter Minyak, 3 Mie Instan. Masyarakat hanya menyertakan KTP dan kupon peserta.

Dengan adanya pasar murah ini, manfaat yang dirasa oleh masyarakat adalah komoditas kebutuhan pokok bisa langsung dimanfaatkan oleh masyarakat khususnya bagi daerah yang berada di pelosok hingga pedalaman. Semakin banyak barang yang beredar di masyarakat maka kebutuhan bahan pokok bisa dijangkau oleh masyarakat. “Semoga kegiatan ini bisa dilakukan oleh perusahaan dan instansi pemerintah lainnya guna memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Gus Ipul sapaan akrabnya menjelaskan, Hari Raya Idul Fitri komoditas bahan pokok selalu mengalami kenaikan. Kenaikan sejumlah bahan pokok diakibatkan pasokan barang yang ada di masyarakat kurang sehingga menekan kenaikan harga. “Saya mengapresiasi kegiatan positif yang dilakukan oleh BNP2TKI bekerja sama dengan perusahaan untuk memberikan sembako murah dan terjangkau ini,” ungkapnya.

Terkait TKI yang akan terancam hukuman mati dari Jatim, Gus Ipul mengakui bahwa ada terdapat sekitar 37 TKI yang akan mendapat hukuman pada tahun depan. Pemprov Jatim bersama BNP2TKI akan berupaya berjuang. Salah satunya yakni mengajak dan memfasilitasi keluarga di dalam merumuskan solusi yang tepat.

Untuk menghindari terjadinya hukuman mati di luar negeri, Pemprov Jatim akan melatih dan membekali calon TKI dengan keterampilan. Ke depan, diharapkan tidak ada lagi TKI yang tidak memiliki keterampilan, mereka harus terampil dan Pemprov Jatim hanya akan mengirim TKI Formal.

Di tempat yang sama, Kepala BNP2TKI Nusron Wahid mengungkapkan, bahwa perlindungan bagi TKI dari tahun ke tahun mengalami perbaikan dan peningkatan pelayanan. Akan tetapi, BNP2TKI juga masih menemukan adanya calon TKI yang memalsukan dokumen hingga pemalsuan umur.

Nusron mengakui, tahun depan adalah tahun yang berat. Dikarenakan, terdapat 37 TKI yang terancam hukuman karena mengalami permasalahan berat. “Kami akan bersama kerluarga dan kemenlu untuk berdiskusi mencari solusi terbaik. Dari 37 TKI tersebut ada yang terkena kasus pembunuhan hingga narkoba. Mereka juga terancam hukuman mati hingga hukuman penjara seumur hidup,” terangnya. (hery)

Teks foto: Gus Ipul memberikan bantuan paket sembako kepada warga di Desa Cengkok Kec Ngronggot Kab Nganjuk.