29/10/2020

Jadikan yang Terdepan

Pemkot Launching Surabaya Eco School 2015

Surabaya Eco School 1Surabaya, KabarGress.Com – Setelah sukses dengan Surabaya Eco School 2014 yang menghasilkan banyak sekolah di Surabaya mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI), Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTS) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA)/Madrasah Aliyah (MA) yang berstatus Eco School.

Kini, di tahun 2015, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama  Tunas Hijau dan PT Pembangkit Jawa Bali (PJB), kembali me-launching Surabaya Eco School (SES) 2015 dengan tema “Lanjutkan Konservasi Air dan Kembalikan Siklus Air” yang juga bersamaan dengan pemberian penghargaan Ecopreneur, wirausaha peduli lingkungan hidup 2015.  Berlangsung di Graha Sawunggaling, Rabu (8/7/2015).

Dalam laporannya, Tunas Hijau menyebutkan bahwa tujuan SES 2015 adalah, melaksanakan program lingkungan hidup yang melibatkan segenap stakeholder sekolah. Salah satunya adalah dengan melakukan pemilahan sampah dilanjutkan dengan upaya pengomposan dan daur ulang. Sekolah juga wajib memiliki tim lingkungan hidup dan juga jurnalisme lingkungan hidup yang dimotori oleh siswa dibantu dengan peran aktif guru. Selain itu, sekolah juga diharsukan untuk melakukan program lingkungan hidup kepada masyarakat sekitar sekolah.

Tunas Hijau turut menjelaskan mengenai pemberiaan penghargaan Ecopreneur 2015, wirausaha peduli lingkungan hidup, terdiri dari 60 tim perusahaan siswa Ecopreneur yang dilakukan selama 12 bulan dan menghasilkan 88 produk ramah lingkungan yang berkaitan dengan sampah, 143 produk olahan makanan dan minuman, dan lebih dari 16 macam produk jasa. Dijelaskan juga bahwa, pendapatan dari penjualan produk dari 35 sekolah sebesar Rp93.826.900.

Walikota Risma yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Ikhsan, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), Chalid Buchari, Kepala Badan Lingkungan Hidup, Musdiq Ali Suhudi, dalam sambutannya menjelaskan rencana pemkot dalam menjaga lingkungan dengan cara menanam pohon cemara udang di bibir pantai Kenjeran, dan memasang solar cell sebagai alternatif pengganti sumber daya listrik.

“Surabaya saat ini merupakan kota dengan kualitas udara terbaik di Indonesia, kita akan menjaganya. Dengan memasang solar cell sebagai energi alternatif, sementara hanya gedung balai kota yang menggunakan solar cell untuk uji coba, selanjutnya seluruh gedung pemerintahan dan masuk ke sekolah-sekolah di Kota Surabaya, semuanya akan menggunakan solar cell.,” tegas walikota.

Selain itu pemberian penghargaan sekolah Eco School 2015, diraih oleh SDN Kaliasin I sebagai Juara 1 tingkat SD/MI, SMPN 23 Juara 1 untuk tingkat SMP/MTS, dan SMAN 5 Juara 1 untuk tingkat SMA/SMK.

Kepala sekolah SMAN 5, Sri Widiati menjelaskan cara agar SMAN 5 bisa meraih juara tahun ini adalah, memberikan pemahan kepada seluruh stakeholder sekolah secara berkelanjutan tentang kegiatan berbasis lingkungan.

“kebetulan di SMAN 5 kita juga mempunyai produk berupa blimbing wuluh, kami jadikan berbagai variasi produk makanan dan minuman seperti sirup dan dodol. Selain itu kami juga punya budidaya jamur tiram di sekolah. Kami juga memiliki rumah kompos di sekolah, yang tak hanya menghasilkan pupuk kompos namun juga menghasilkan pupuk cair,” imbuh Perempuan yang juga mendapat predikat kepala sekolah terbaik eco school 2015 ini.

Di tingkat SMP/MI, Juara 1 Eco School diraih oleh SMPN 23 yang juga pemenang pada tahun 2013. Mereka menjadikan kuliner Es Kepo (es kulit pisang kepok) yang kulitnya digunakan menjadi minuman segar. Tahun ini mereka melakukan inovasi yaitu, dengan mengolah kulit pisang yang awalnya dijadikan minuman, kini diolah menjadi es krim.

“Es krim kami bebas limbah, karena disajikan dengan cone yang bisa dimakan dengan es krimnya. Laba penjualan es krim dan es kepo ini sudah kami gunakan untuk membeli mesin pendingin dan etalase pembeku untuk menjual produk. Tak hanya di sekolah, produk kami juga sudah dicicipi oleh tamu dari konsulat jendral Amerika, Malaysia dan Jepang yang sedang berkunjung di SMPN 23. Ujar “Kun Mariyani selaku pembina Eco School yang juga pernah meraih penghargaan teacher of the year 2011. (tur)