Pakde Karwo Siapkan Benih untuk Bela Petani Tembakau

Gubernur Jawa Timur Pakde Karwo Menerima Asosiasi Petani Tembakau di Ruang Kerja Grahadi Surabaya. (2)Surabaya, KabarGress.com – Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo mengatakan, Pemprov Jatim akan menyiapkan benih untuk membela petani tembakau. “Prinsip dasarnya, pemerintah harus mengintervensi petani tembakau untuk dapat berdaya saing. Posisi Jatim yakni membantu petani tembakau melalui penyediaan benih tembakau,” ungkapnya seusai menerima Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) di Gedung Negara Grahadi, Surabaya Selasa (7/7).

Pakde Karwo sapaan akrabnya mengatakan, secara substansi yang sangat serius adalah memperjuangkan nasib para petani tembakau. Permasalahan yang sering dihadapi oleh petani tembakau yakni ketersediaan benih tembakau.

Selain benih dan bibit tembakau, ketersediaan pupuk, pemberantasan “Bank Thitil” atau lintah darat, tata niaga yang panjang hingga kompetisi harga tembakau dari luar negeri harus difasilitasi dan di hitung secara detail oleh APTI bersama pemerintah. “Kami menganggap penting pelaksanaan Munas APTI yang akan dilaksanakan di Jatim. Munas ini penting selain merumuskan siapa yang menjadi pimpinan dari lembaga Munas ini juga harus membahas program yang manfaatnya akan dirasakan oleh petani tembakau,” ujarnya.

Kunjungan APTI ke Grahadi ini, tambah Pakde Karwo diharapkan untuk dapat menginventarisi permasalahan yang akan terjadi. Jika terdapat permasalahan yang terjadi pada sektor regulasi, pemerintah berhak untuk mengintervensi dengan memberikan subsidi. Subsidi tidak diperbolehkan pada pasar bebas, akan tetapi jika pemerintah memberikan subsidi yang diperuntukkan bagi perlindungan konsumen diperbolehkan.

Perlindungan konsumen yang akan dilakukan oleh Pemprov Jatim meliputi standarisasi hingga pemangkasan tata niaga yang panjang. Jika tata niaga dipotong, akan memberikan perlawanan terhadap produk tembakau dari luar. “Saya yakin, harga bisa ditekan asalkan Gapoktan dan APTI bersama dengan pemerintah pusat dan daerah bekerja sama untuk menata industrialisasi seperti ini,” tegasnya.

Ia menambahkan, Pemprov Jatim akan melibatkan Bank Tani kepada petani tembakau yang kesulitan di dalam penyediaan modal. Bank Tani akan dilibatkan agar memberi kemudahan bagi petani melalui bunga ringan.

Sementara itu, Ketua Umum APTI Abdus Setiawan mengatakan, maksud kunjungannya ke Jatim yakni ingin meminta Pak Gubernur untuk membuka dan menghadiri pelaksanaan Munas APTI yang ke III yang akan berlangsung di Jatim.

Ia mengatakan, Pakde Karwo menggagas bahwa Jatim saat ini telah menjadi basis tembakau yang low nikotin. Mudah-mudahan pada saat munas nanti, Pak Gubernur memberikan benih-benih bersertifikat bagi petani tembakau.

“Jika di daerah lain tembakaunya mengandung high nikotin, tapi jika ingin mencari tembakau yang low nikotin Jatim tempatnya. Ke depan, tren rokok akan mengarah pada mild dengan jenis tembakau lokal berkadar low nikotin. Kami memilih Jatim sebagai tuan rumah, dikarenakan Pak Gubernur sangat peduli terhadap permasalahan tembakau,” pungkasnya. (hery)

Teks foto: Gubernur Jawa Timur, Pakde Karwo, menerima Asosiasi Petani Tembakau, di Ruang Kerja Grahadi Surabaya.

Leave a Reply


*