05/12/2020

Jadikan yang Terdepan

Mahasiswa Australia Belajar Tari Saman di Ubaya

Mahasiswa Australia Belajar Tari Saman di UbayaSurabaya, KabarGress.com – Delapan mahasiswa Queensland University of Technology (QUT) Australia sedang Summer Program di Ubaya. Salah satu rangkaian kegiatan Summer Program kali ini, mengajak kedelapan mahasiswa asal Australia itu belajar tari saman, Aceh. Kegiatan learning Indonesian dance diselenggarakan di Selasar Tata Usaha Fakultas Hukum Ubaya Tenggilis Jln Raya Kalirungkut Surabaya, Selasa (7/7/2015).

Kedelapan mahasiswa University of Technology (QUT) Australia tiba di Surabaya pada 2 Juli 2015 sampai 10 Juli 2015. Selain fokus pada pembelajaran The Essential of Indonesian Property mereka juga belajar budaya lndonesia. “Belajar tarian asli Indonesia menjadi muatan penting dalam rangkaian Summer Program kali ini supaya mahasiswa asing yang datang ke Indonesia pada umumnya dan ke Ubaya pada khususnya mengetahui dan mengenal salah satu kekayaan budaya Indonesia,” ungkap Manajer Kerjasama Internasional Ubaya, Adi Teja Kusuma, B.Bus M.Com, kepada insan pers.

Walau masih tahap mengenal dan belajar sebagai pemula, delapan mahasiswa asal Australia ini menggunakan pakaian tari saman lengkap berikut aksesorisnya. Belajar tari saman ini selain dari gerakan juga dikenalkan pula aneka perlengkapan yang digunakan tambah Adi Teja Kusuma. Tari saman dipilih sebagai bagian dari pembelajaran karena sesuai permintaan dari QUT untuk mengenalkan budaya Indonesia yang bersifat kelompok.

8 mahasiswa Bechelor of Property Economics Course University of Technology (QUT) Australia yang mengikuti bejar tari saman diantaranya 5 perempuan yaitu Susan Connor, Eleni Alexandra Grady, Lucy Victoria Irvine, Katie Trinh, Brittanny Margaret White, dan 3 mahasiswa laki laki yaitu Scott David Usher, dan Kelvin Kumar Poptan, Kenneth Lee. Ini kali kedua kerjasama Ubaya dengan QUT dalam menggelar Summer Program. Dr. Connie Susilawati salah satu dosen QUT asal Indonesia turut mendampingi kedelapan mahasiswanya.

Selama 9 hari mahasiswa didatangkan praktisi yang bergerak di bidang property development, mengunjungi beberapa pusat perbelanjaan, serta Wisata Gunung Bromo, Songa Rafting, dan Madakaripura Waterfall, House of Sampoerna, Museum Surabaya.

“Saya sangat suka tapi agak sulit dilakukan. Yang unik adalah lagunya karena lagu Saman sangat berbeda dengan di Australia,” kesan Eleni Alexandra Grady, salah satu mahasiswa. (ro)