20/10/2020

Jadikan yang Terdepan

PHE WMO Catat Kinerja Positif

Surabaya, KabarGress.com – Kinerja PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) unit kerja PT Pertamina (Persero) berhasil membukukan produksi minyak sebesar 15.490 barel minyak per hari (BOPD) dan gas bumi 110,152 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) per April 2015.

 
Hal itu sangat membanggakan mengingat kondisi harga minyak dunia sejak tahun lalu mengalami penurunan harga signifikan, sehingga terjadi beberapa penyesuaian terhadap aktivitas perusahaan. Namun, PHE WMO tetap melakukan aktivitas pengeboran sumur di tahun 2015 ini untuk menjaga tingkat produksi di tahun ini. Di tahun 2015, SKK Migas menetapkan target produksi minyak dan gas bumi PHE WMO sebesar 14.373 BOPD dan 110,83 MMSCFD.
 
Kinerja positif juga dicapai sepanjang tahun 2014, dimana PHE WMO menghasilkan produksi minyak 20.292 BOPD dibanding pencapaian tahun 2013 dengan produksi minyak sebesar 18.086 BOPD. Sedangkan produksi gas PHE WMO tahun 2014 mencapai 116,5 MMSCFD yang juga melampaui capaian produksi gas bumi tahun 2013 sebesar 114,5 MMSCFD.
 
“Capaian produksi PHE WMO sangat membanggakan. PHE WMO berhasil melampaui target lifting migas yang ditetapkan pemerintah dengan catatan keselamatan dan keamanan kerja yang baik,” ujar President/GM PHE WMO Boyke Pardede.
 
Di tahun 2014 lalu, PHE WMO telah berhasil menambah produksi minyak dan gas bumi setelah berhasil melakukan 147 aktivitas well works yang berhasil memberikan tambahan produksi sebesar 1.254 BOPD dan 9,53 MMSCFD.
 
Selain aktivitas well works, PHE WMO juga telah menyelesaikan aktivitas akuisisi seismik broadband 3D di area KE-5 seluas sekitar 892 km2. Akuisisi seismik di area KE-5 ini merupakan salah satu upaya untuk mencari dan menambah sumber cadangan migas baru di blok WMO.
 
Kegiatan besar PHE WMO lainnya juga terlaksana sesuai dengan jadwal yang ditetapkan, diantaranya pemindahan pipa eksisting penyalur gas bawah air diameter 16’ peninggalan Kodeco di alur pelayaran untuk dipindah ke sisi terluar sebelah timur dari alur pelayaran.
Selain kinerja produksi yang baik, PHE WMO juga berhasil meraih penghargaan PROPER Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup tahun 2014. Dengan demikian, PHE WMO telah meraih penghargaan tersebut selama dua tahun berturut-turut sejak tahun 2013.
 
“Penghargaan ini merupakan bukti komitmen PHE WMO dalam menjalankan operasinya telah melebihi standar peraturan lingkungan hidup yang ditetapkan pemerintah,” ujar Boyke.
 
Salah satu wujud kepedulian lingkungan PHE WMO ditunjukkan pada pelaksanaan program konservasi air melalui penggunaan biopori bagi kelompok Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPAM) dan masyarakat pengguna air bersih di Desa Bandangdajah, Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan.
 
Program konservasi sumber daya air melalui penggunaan biopori yang dikembangkan PHE WMO ini merupakan kelanjutan dari program air bersih yang telah dijalankan sebelumnya di Desa Bandangdajah, dengan hasil pencapaian berupa kemandirian kelompok. Program Air Bersih Desa Bandangdajah yang telah dikelola secara mandiri oleh kelompok HIPAM telah dirasakan manfaatnya oleh lebih dari 400 kepala keluarga. Program itu kini juga sudah menyebar ke dua desa tetangga lainnya, yakni Desa Tanjungbumi dan Desa Telaga Biru di Kecamatan Tanjungbumi, Bangkalan.
 
Selain melibatkan HIPAM dan anggota masyarakat pengguna air bersih, dalam program biopori ini PHE WMO bekerja sama dengan Univesitas Trunojoyo Madura.
 
Program terbaru lainnya adalah Program Pengembangan Usaha dan Perluasan Pemasaran, dengan target sasaran Kelompok Usaha Pengolahan Hasil Laut Pranspul di Desa Sepulu, Kec. Sepulu, Bangkalan. Kegiatan ini dilakukan bekerja sama dengan Pusat Studi Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian (PS2EKP) Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Trunojoyo Madura.
 
Bentuk kegiatan yang dilakukan PHE WMO mencakup pendampingan perluasan jejaring pasar melalui diversifikasi kemasan, leaflet, plank (neon sign), kartu nama, media pemasaran online, dan update sertifikasi halal. Selain itu PHE WMO juga melakukan perbaikan sarana untuk kegiatan produksi mencakup pembuatan dinding permanen untuk ruang produksi, agar ruang produksi tetap steril dari kotoran dari luar (debu, dll). PHE WMO juga membangun saluran pembuangan limbah cucian ikan, yang dapat dimanfaatkan sebagai kolam lele sehingga dalam program ini PHE WMO tidak saja menyasar aspek ekonomi, namun juga menyasar aspek lingkungan dengan memperkenalkan pengelolaan limbah domestik sederhana bagi kelompok Pranspul.
 
Hasil yang diperoleh, produk kelompok selain dapat diikutsertakan dalam Pameran IPA di Jakarta pada bulan Mei lalu, kelompok juga mendapatkan undangan untuk mengikuti pameran di Batam, sebagai utusan dari Dinas Perikanan dan Kelautan Propinsi Jawa Timur. (ro)
 


Sekilas PHE WMO
Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) adalah operator dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Blok WMO dibawah SKK Migas yang dimiliki oleh Pertamina sejak 2011. Wilayah operasi PHE WMO terletak di sebelah Barat Daya Pulau Madura, Jawa Timur dengan luas area 1.666,26 km2. Target produksi minyak dan gas bumi PHE WMO tahun 2015 adalah 14.373 BOPD dan 110,83 MMSCFD.