Pakde Karwo: Pengusaha Jangan Berubah Menjadi Pedagang

gubernur jatim serahkan bingkisan kepada anak yatim piatu pada acara buka puasa bersama di KADIN Jatim minggu sore 28 juni (2)Surabaya, KabarGress.com – Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo meminta kepada pengusaha untuk tidak berubah menjadi pedagang dan mengganti profesi lainnya, dikarenakan ekonomi dunia yang saat ini tengah dilanda krisis. “Kepada pengusaha terutama Kadin, tolong jangan berubah jadi pedagang. Karena krisis ekonomi yang terjadi saat ini merupakan riak atau gangguan kecil dalam bisnis,” ujarnya pada saat menghadiri Buka Bersama dengan Kadin Jatim, di Kantor Kadin, Jl. Bukit Darmo Raya Graha Famili No. 1 Surabaya, Minggu (28/6).

Ia mengatakan, kondisi ekonomi dunia yang saat ini tengah lesu diyakini akan kembali seperti semula. Dalam waktu dekat Pemprov Jatim akan bersama Kadin untuk membuka pameran dagang di 10 provinsi di Indonesia yang bertujuan agar kekurangan bahan baku dan penolong bisa ditutup dan dipenuhi. “Yang selalu menjadi masalah adalah Impor bahan baku dan penolong sangat besar. Dalam waktu dekat, Pemprov Jatim bersama Kadin akan melakukan transaksi dagang bersama 26 provinsi perwakilan dagang,” terangnya.

Pakde Karwo sapaan akrabnya menjelaskan, bahwa kinerja perekonomian Jatim pada triwulan I tahun 2015 mengalami perlambatan, namun masih diatas rata – rata pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya mencapai 4,71 persen, sementara pertumbuhan ekonomi jawa timur mampu mencapai 5,18 persen.

Kontribusi terbesar adalah sektor industri pengolahan sebesar 29,76 persen, kemudian diikuti oleh sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 17,51 persen dan sektor pertanian sebesar 14,54 persen. ketiganya memberikan sumbangan terhadap PDRB jawa timur sebesar 61,87 persen.

Jatim masih mempunyai peluang sangat besar di perdagangan antar provinsi. Di prediksi, perdagangan antar provinsi akan mengalami kenaikan dari Rp400 trilliun menjadi Rp460 trilliun. Artinya ada kenaikan sekitar Rp60 trilliun. “Kami sekali lagi meminta kepada pengusaha agar sektor industri tidak berubah menjadi pedagang. Karena, peluang yang paling bagus untuk berwirausaha yakni di Jatim. Tidak ada tempat bisnis yang baik selain di Jatim,” tegasnya.

Senada dengan Pakde Karwo, Ketua Kadin Jatim La Nyala Mattalitti, sependapat bahwa menghadapi akhir tahun 2015 menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) terdapat tantangan yang cukup berat. Kadin akan senantiasa menyeimbangkan neraca perdagangan sekaligus dapat mengisi pangsa pasar domestik yang merupakan pangsa pasar terbesar ASEAN.

Ia mengakui, saat ini ekonomi dunia sedang melambat yang berimbas pada ekonomi nasional. Harga komoditas turun sehingga memukul ekonomi nasional. Kadin Jatim akan terus bersinergi dengan Pemprov Jatim untuk menjaga pertumbuhan ekonomi agar tidak terlalu melemah.

Ke depan, Kadin akan berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan konsolidasi, baik konsolidasi organisasi atau kelembagaan maupun konsolidasi wawasan dalam menjalankan fungsi dan tujuan Kadin secara efektif dan komunikatif bersama seluruh dunia usaha di Jawa Timur. “Kadin juga terus melakukan upaya percepatan seperti mendidik para pengusaha muda dan UMKM lewat Kadin Institute. Kesemuanya ini diharapkan akan bermuara pada penguatan dan nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi di Jatim,” tegasnya.

 

Pakde Karwo dan Gus Ipul Beri Motivasi Anak Yatim Piatu

Seusai melakukan buka puasa bersama dengan pengusaha. Pakde Karwo dan Gus Ipul menyempatkan diri untuk menemui anak yatim piatu yang telah menunggu kehadiran pemimpin Jatim tersebut.

Pakde Karwo dan Gus Ipul secara kompak bergantian memberikan motivasi kepada anak yatim dari enam panti asuhan di Jatim. Pakde Karwo memberikan tips kepada anak yatim cara untuk meraih kesuksesan di masa depan.

Ia mengatakan, kunci untuk meraih kesuksesan di masa mendatang yakni dengan rajin belajar. Dengan belajar kita bisa menambah ilmu dan wawasan kita untuk melihat dunia. “Untuk meraih kesuksesan kuncinya adalah rajin belajar,” ungkapnya yang disambut antusias anak yatim yang lengkap menggunakan baju muslim dan taqwa ini.

Kedua, kunci untuk meraih kesuksesan yakni selalu berdoa setelah melakukan ikhtiar atau belajar. Kuncinya adalah belajar kemudian berdoa. “Saya, berharap agar anak-anakku sekalian untuk belajar dan berdoa. Terutama mendoakan pengusaha yang tergabung dalam Kadin Jatim ini. Kalian harus mendoakan agar pengusaha Jatim bisa diberi kesuksesan, kelancaran hingga kemudahan dalam menjalankan usahanya sehingga akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” tuturnya yang diamini oleh ratusan anak yatim tersebut.

Sementara itu, Gus Ipul juga berpesan kepada anak yatim agar terus belajar dengan tekun dalam menggapai cita-cita. “Kalian, harus tekun dalam belajar supaya menjadi orang sukses. Jika sukses akan membantu orang lain dalam mewujudkan cita-citanya,” pungkasnya yang diamini oleh anak anak yatim dari Panti Asuhan Al jadid-Sambikereb, Panti Asuhan Nurani Mandiri-Wonorejo, Al Ikhlas-Karangan, Al Hikmahtul Hidayah-Kutisari, Muhamadiyah-Pakis Gunung serta Panti Asuhan Mutmainah-Pasuruan. (hery)

Teks foto: Gubernur Jatim, Pakde Karwo, menyerahkan bingkisan kepada anak yatim piatu pada acara buka puasa bersama di KADIN Jatim, Minggu (28/6/2015) sore.

Leave a Reply


*