25/10/2020

Jadikan yang Terdepan

Bandara Abd. Saleh Ungkit Perekonomian dan Pariwisata Jatim

Gubernur Jatim Pakde Karwo menandatangani Prasasti peresmian Terminal keberangkatan Bandara Udara Abdul Rachman Saleh Malang bersama dengan Menteri Perhubungan RIMalang, KabarGress.com – Peresmian Terminal Keberangkatan Penumpang Lanud Abdulrachman Saleh membawa dampak positif di sektor perekonomian dan pariwisata Jawa Timur. Penegasan ini disampaikan Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo saat Peresmian Terminal Keberangkatan Penumpang Lanud Abdulrachman Saleh di Malang, Kamis (25/6).

Dengan adanya Bandara ini akan memudahkan akses yang akan menuju ke Jatim khususnya di Malang Raya. Dengan demikian, beberapa sector seperti ekonomi dan pariwisata akan ikut meningkat. “Sektor pariwisata akan terungkit dengan adanya bandara ini, karena posisinya menjadi penghubung 11 kabupaten kota di Jatim mulai Trenggalek sampai Pasuruan,”ungkapnya.

Di sektor pariwisata, masyarakat akan lebih mudah mengakses ke tempat wisata yang ada di sekitar Malang disekitarnya. Salah satunya adalah Gunung Bromo yang merupakan salah satu Gunung terindah di dunia.”Jumlah masyarakat Jatim yang memasuki Jatim sebanyak 45 juta orang apda tahun 2014, dan wisatawannya masih belum banyak yakni sebanyak 460 ribu orang.

Salah satu sasaran tujuan adalah Malang Raya. Dengan adanya Bandara akan meningkatkan kunjungan wisatawan luar ke Jatim,” ucap Pakde Karwo sapaan akrabnya.

Saat ini, Bandara Abdulrachman Saleh menampung sekitar 1.700 penumpang. Kemajuannya cukup pesat yakni 12 persen. Bandara ini juga menjadi alternative Bandara Juanda dimana mempunyai kapasitas 12,5 juta penumpang. “Realitanya Bandara Juanda menampung 18 jutapenumpang. Dengan adanya Bandara Abdulrahman Saleh akan membantu mengalihkan para wisatawan yang akan mengunjungi Jatim,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut turut hadir Menteri Perhubungan RI, Ignatius Jonan, Komandan Lanud Abd Saleh Marsma TNI Hadi Tjahjanto, S.IP.

Pembangunan gedung terminal keberangkatan penumpang di Lanud Abdulrachman Saleh menjadi bukti atas komitmen dan keinginan pemerintah untuk memberikan fasilitas terbaik kepada masyarakat. “ Dan tentu, hal ini sangat penting agar bisa menang di persaingan global,” ujarnya.

Pembangunan terminal ini, menjadi salah satu bagian untuk menciptakan konektifitas transportasi di Jawa Timur yang aman dan nyaman. Konektifitas infrastruktur transportasi menjadi kunci utama menghadapi MEA 2015, sebab infrastruktur transportasi yang baik akan menjadikan arus barang menjadi lebih mudah, murah dan mampu menjangkau seluruh wilayah.

Selain itu, hal yang tak kalah pentingnya untuk segera dilakukan adalah perluasan akses pasar di luar negeri (ASEAN). Hal ini penting dilakukan, karena ekspor Indonesia ke pasar ASEAN relatif masih rendah. Hal ini antara lain karena tujuan ekspor kita masih terfokus pada pasar tradisional seperti Amerika Serikat, Tiongkok dan Jepang. Padahal kalau kita perhatikan trend ekonomi dunia saat ini, permintaan mereka terhadap barang impor lebih lemah dibandingkan sebelumnya, dan ini berarti perluasan akses pasar di negara-negara ASEAN menjadi penting.

Pakde Karwo mengharapkan, Wilayah Malang Raya bisa menjadi salah satu kunci untuk memenangkan persaingan MEA. Ini karena potensi Malang Raya yang sangat besar, serta ditambah oleh masyarakatnya yang cerdas dan mempunyai semangat yang tinggi untuk berjuang di era persaingan global. Terminal Keberangkatan yang baru ini bisa menjadi salah satu contoh untuk memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat, terutama para para pelaku bisnis yang selama ini telah turut memberikan kontribusi dalam perkembangan Malang raya. Karena itu diharapkan terminal baru bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat. (hery)

Teks foto: Gubernur Jatim Pakde Karwo menandatangani prasasti peresmian Terminal Keberangkatan Bandara Udara Abdul Rachman Saleh Malang bersama dengan Menteri Perhubungan RI.