03/12/2020

Jadikan yang Terdepan

Paguyuban Sumur Minyak Tua di Wonocolo Kumpulkan Penambang

sumur-tua-wonocoloBojonegoro, KabarGress.com – Sekitar 70 orang perwakilan dari penambang sumur minyak tradisional di Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro berkumpul untuk menyuarakan aspirasinya kepada paguyuban yang mengelola sumur tua, Selasa (23/06/2015).

Kepala Paguyuban Wonomulyo, Desa Hargomulyo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, Sriwibowo mengatakan, pertemuan tersebut selain untuk menampung aspirasi masyarakat juga melakukan sosialisasi kepada para penambang terkait pengelolaan sumur tua.

Dari hasil pertemuan itu, kata dia, penambang meminta agar Pertamina EP memberikan ongkos angkat-angkut senilai Rp3.000 per liter. “Setelah pertemuan ini, penambang akan membuat surat pernyataan untuk kemudian diajukan kepada pihak Pertamina EP,” ujarnya usai pertemuan.

Saat ini harga minyak yang dikelola secara tradisional oleh masyarakat sekitar itu senilai Rp2.150 perliter, kemudian ongkos angkat-angkutnya Rp2.725 perliter.

Sedangkan hasil produksi dari sekitar 215 sumur minyak tua yang dikelola oleh paguyuban Wonomulyo perharinya mampu memproduksi 10 tangki. Namun, kata dia, setelah masa degradasi ini selesai, pihaknya mentarget hasil minyak bumi dari sumur tua itu bisa mencapai 180 ribu liter atau sebanyak 30 tangki.
“Sekarang perharinya (produksi dari sumur tua) masih sekitar 60.000 liter,” terangnya.

Sementara dalam rapat tersebut juga dihadiri oleh sejumlah muspika, seperti pihak kecamatan, maupun Kapolsek setempat. Menurut Kapolsek Kedewan, AKP Sukirman, setelah adanya pertemuan ini diharapkan masyarakat penambang tetap menjaga keamanan dan ketertiban. “Jangan sampai isu yang tidak benar kemudian menjadi konflik antar penambang,” terangnya.

Pihaknya kini mengantisipasi adanya kebakaran yang sering terjadi di wilayah sumur tua. Kebakaran tersebut terjadi karena, kata dia, banyaknya penambang yang merokok saat melakukan aktifitas. “Selain itu semuanya masih kondusif,” pungkasnya.

Seperti diberitakan, sejak tanggal 15 Juni Pertamina EP mengelola sumur minyak tua yang ada di wilayah Wonocolo. Hal itu dilakukan setelah Pertamina EP memutus kontrak KUD Sumber Pangan dan KUD Usaha Jaya Bersama menyusul maraknya illegal drilling dan illegal trading serta kerusakan lingkungan.
Bantu Masjid dan Mushala

Lepas dari pertemuan yang digelar paguyuban, Pertamina EP setelah mengambil alih pengelolaan sumur tua, nampak berupaya untuk terus mendekatkan diri dengan penambang tradisional. Setelah pekan lalu menggelar bakti sosial berupa pengobatan gratis, pekan ini Pertamina EP mulai membantu pemberian fasilitas penunjang kegiatan ibadah di beberapa mushala dan masjid di Wonocolo.

Bantuan yang diberikan antara lain berupa karpet. Dalam pertemuan dengan takmir Masjid Al Fatah mengharapkan  Pertamina EP bisa membantu pengadaan air bersih agar memudahkan jamaah mengambil air wudhu.

Menanggapi permintaan itu, Public Relation Manajer Pertamina EP Muhammad Baron mengatakan pihaknya akan mengupayakan hal itu bisa segera dinikmati warga. “Asal memang ada sumber air kami akan mendukung,” kata Baron. (ro)

Teks foto: Sumur Minyak Tua di Wonocolo. (foto: dok/blokbojonegoro.com)