24/10/2020

Jadikan yang Terdepan

Sembilan Parpol Berkumpul di Kediaman Whisnu Sakti

Sembilan Parpol Berkumpul di Kediaman Whisnu SaktiSurabaya, KabarGress.com – Sebanyak sembilan partai politik (parpol) di DPRD Kota Surabaya berkumpul di kediaman Wakil Wali Kota Surabaya, sekaligus Ketua DPC PDI-Perjuangan Kota Surabaya, Wisnu Sakti Buana. Kesembilan partai itu diantaranya, PDI-Perjuangan, PKB, PKS, Partai Nasdem, Partai Golkar, Partai Gerindra, PAN dan Partai Demokrat. Sedangkan satu partai yang absen adalah PPP.

Muncul dugaan kuat bahwa, berkumpulnya parpol tersebut adalah bagian dari upaya konsolidasi menjelang Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya Desember mendatang. Bahkan tidak menutup kemungkinan, pertemuan partai elit parpol di kota Pahlawan itu merupakan langkah awal menuju gerbang koalisi. Pertemuan berlangsung sekitar dua jam, mulai pukul 12.00WIB hingga 13.00WIB.

“Ini hanya silaturrahmi biasa. Menjelang bulan ramadhan kita harus mempererat tali silaturahmi,” ujar Ketua DPC PDI-Perjuangan Kota Surabaya, Wisnu Sakti Buana usai pertemuan, Selasa (16/6/2015).

Wisnu mengungkapkan, setelah pertemuan ini, akan dilanjutkan dengan pertemuan berikutnya. Rencananya yang akan menjadi tuan rumah adalah PKB. Kemudian akan terus bergilir ke partai-partai yang lain. Langkah parpol menggelar pertemuan ini setelah KPU Kota Surabaya memutuskan bahwa, tidak ada lagi calon perserorangan. Sehingga, yang akan meramaikan Pilwali nanti hanya parpol.

“Sekarang Surabaya ke depan itu tergantung pada parpol. Tidak ada calon perseorangan. Ini merupakan koalisi besar, tidak ada KMP (koalisi merah putih) dan KIH (koalisi Indonesia hebat),” terangnya.

Mantan wakil ketua DPRD Kota Surabaya ini mengungkapkan, materi yang dibicarakan selama pertemuan tidak membahas soal peta politik di Surabaya, tapi lebih pada bagaimana membuat Pilwali Surabaya berjalan aman dan tertib. Dalam pertemuan-pertemuan selanjutnya, diharapkan ada keputusan-keputusan strategis yang dihasilkan.

“Nanti, dalam pertemuan-pertemuan kedepan, akan kami kerucutkan sebagai bentuk tertinggi sebagai bentuk penerapan demokrasi Pancasila,” pungkasnya.

Ketua tim penjaringan DPC Partai Demokrat Kota Surabaya, Djunaidi yang hadir dalam pertemuan ini enggan menjelaskan materi rapat. Dia justru meminta agar menanyakan hal itu pada Wisnu Sakti Buana selaku pengundang. Pihaknya menilai, pertemuan ini tidak ada kaitannya dengan rencana koalisi parpol.

“Ini forum silaturahmi biasa. Tidak ada keputusan,” ujarnya singkat sembari meningalkan kedua wakil wali kota.

Sementara itu, anggota fraksi PKB, Mazlan Mansur mengatakan, pihaknya sepakat dengan adanya rapat ini. Pasalnya, yang dibahas adalah tentang bagaimana memajukan Surabaya. “Kami siap menjadi tuan rumah. Sepanjang ini (pertemuan) untuk kebaikan bersama, kami sepakat. Yang penting pelaksanaannya,” ungkapnya.

Sedangkan Ketua DPD PKS Kota Surabaya, Ibnu Shobir juga mendukung adanya pertemuan ini. Apalagi tujuannya adalah untuk kemajuan Surabaya. Namun, ketika diarahkan pada koalisi, itu masih akan dibicarakan dulu di internal partai. Sebab, ada banyak tahapan sebelum langkah koalisi itu diambil.

“Kalau koalisi dengan PDI-Perjuangan, itu sudah pernah kami lakukan. Yakni pada Pilwali 2010 lalu. Maka, tidak menutup kemungkinan pada Pilwali tahun ini, koalisi akan terjadi lagi,” terangnya. (tur)