24/11/2020

Jadikan yang Terdepan

Pakde Karwo Tawarkan Pembangunan Smelter dan Standarisasi Tenaga Kerja ke Konjen Jepang

Gubernur Jatim Soekarwo saat menerima kunjungan Konjen Jepang di Surabaya Drs. Yoshiharu Kato di Grahadi.Surabaya, KabarGress.com – Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo terus memperkuat hubungan kerjasama Jatim dengan Jepang. Salah satunya yakni menawarkan kerjasama pembangunan smelter dan standarisasi tenaga kerja di Jatim “Pemprov Jatim menawarkan pembangunan smelter kepada Jepang. Bahan baku yang biasanya dibawa langsung ke Jepang, tetapi dengan adanya kerjasama pembangunan smelter, maka proses pengolahan bahan baku dilakukan di Jatim. Kami menyediakan tempat untuk proses smelter,” ujarnya saat menerima Konjen Jepang Yoshiharu Kato di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (8/6).

Ia mengatakan, saat ini sudah ada peraturan mengenai ekspor bahan baku atau pertambangan mineral dan batubara (minerba). Sehingga membangun smelter di Jatim merupakan peluang investasi penting. Untuk itu, Pemprov Jatim akan memberikan kemudahan dalam berinvestasi melalui empat jaminan pemerintah seperti lahan, power plant, kemudahan perijinan, dan penyediaan buruh.

Menurutnya, pembangunan smelter ini sebagai bentuk membangun hubungan yang lebih intensif di bidang ekonomi, serta dapat memberikan efek domino terhadap kinerja industri dalam negeri, khususnya di Jatim. Selain mampu mengurangi ketergantungan impor bahan baku, juga akan memicu tumbuhnya industri hilir logam di sekitar lokasi berdirinya smelter.

Lebih lanjut disampaikan, pembangunan smelter di Jatim untuk memperluas pasar seperti kawasan Timur Indonesia. Selain membantu memperluas pasar, pengembangan kerjasama dengan Jatim dapat menambah nilai efisien dalam perdagangan. Sebab geo ekonomi Jatim berada di tengah Indonesia dan menjadi hub perdagangan kawasan Timur Indonesia mulai Kalimantan sampai Papua.

Selain itu, Jatim memiliki 26 Kantor Perwakilan Dagang (KPD) di 26 provinsi yang bisa memperkuat perdagangan. Hasilnya, Jatim menjadi pusat logistik dan konektivitas Indonesia bagian Timur, memperbesar pasar domestik karena 40 persen potensi pasar ASEAN berada di Indonesia.

“Dengan adanya KPD rata-rata potensi transaksi per tahun tumbuh 15 persen, bahkan mengalami surplus tumbuh sebanyak 328,08 persen,” jelas Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim.

Ia menambahkan, sarana prasarana dan infrastruktur seperti prasarana jalan dan jalan tol, pelabuhan laut dan bandar udara, jalan kereta api double track cukup baik. Oleh karena itu, Jatim dengan segala keunggulannya merupakan pilihan utama dan mempunyai iklim yang kondusif untuk berinvestasi dan melakukan bisnis.

Kerjasama bidang tenaga kerja dilakukan dengan standarisasi tenaga kerja melalui Balai Latihan Kerja. Melalui balai latihan kerja itu, Pemerintah Jepang bisa menentukan standarisasi kepada tenaga kerja yang boleh bekerja di Jepang. “Kalau Jepang membutuhkan tenaga kerja, standarisasinya dilakukan di Jatim. Kita kerjasama membuat pelatihan dan standar di Jatim,” katanya.

Menurutnya,  tenaga kerja di Jatim dinilai produktif. Bila terjadi perselisihan masalah perburuhan penyelesaiannya secara musyawarah oleh Pemprov Jatim. Kesejahteraan para buruh ditunjang oleh koperasi-koperasi buruh, yang pendirian dan pengembangannya difasilitasi oleh Pemprov Jatim.

Pada kesempatan yang sama, Konjen Jepang Yoshiharu Kato merasa senang bisa tinggal dan bertugas di Jatim. Masyarakatnya terbuka, kondisinya aman dan nyaman. Situasi perpolitikannya kondusif. Pihaknya akan menyampaikan kepada pengusaha di Jepang mengenai adanya peluang yang dimiliki Jatim. (hery)

Teks foto: Gubernur Jatim, Soekarwo, saat menerima kunjungan Konjen Jepang di Surabaya, Yoshiharu Kato di Grahadi.