05/12/2020

Jadikan yang Terdepan

Gubernur Minta PLN Prioritaskan Listrik di Madura

* PLN Distribusi Jatim Sambut Positif

Gub Jatim Terima Kunjungan GM PLN Distribusi Jatim Yudi Winardi Di Gedung Negara GrahadiSurabaya, KabarGress.com – Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo minta PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) Distribusi Jatim untuk memprioritaskan pembangunan infrastruktur listrik di Madura, khususnya di wilayah kepulauan. Pasalnya, wilayah tersebut rasio elektrifikasinya sangat rendah, yakni di bawah 40%. Permintaan itu disampaikan Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim saat menerima General Manager (GM) PLN Distribusi Jatim yang baru, Yudi Winardi, beserta rombongan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (8/6/2015).

Pakde Karwo mengatakan, secara keseluruhan, rasio elektrifikasi Jatim sudah mencapai 82,7%. Artinya, hampir semua wilayah Jatim sudah teraliri listrik, namun di beberapa tempat rasionya sangat rendah, khususnya di Pulau Madura yang rasionya hanya 50%. Bahkan, di wilayah Madura kepulauan rasionya di bawah 40%.

“Salah satu penyebabnya adalah kondisi topografi di Madura dimana kampung di Madura berbeda dengan di Jawa, jika di Jawa dalam satu kampung ada banyak rumah, tapi di Madura satu kampung hanya ada 10 rumah, kemudian jarak antar satu kampung dengan kampung lainnya sangat jauh, ini yang menyebabkan biaya yang dibutuhkan untuk membangun infrastruktur kelistrikan membengkak,” tuturnya.

Sejatinya, pada 2013 lalu Pemprov sudah memiliki anggaran untuk membantu PLN membangun infrastruktur di Madura. “Pada saat itu, kita sudah anggarkan multiyears selama 3 tahun sebesar Rp75 miliar per-tahun untuk membantu cagak listrik di Madura, namun saat itu terkendala aturan bahwa hibah pada BUMN tidak diperbolehkan, namun saat ini dimungkinkan meski harus duduk bersama dengan BPK untuk dibahas lebih dulu batasannya, pasalnya ini demi kepentingan rakyat,” katanya.

“Dulu, PLN membutuhkan Rp125 miliar dikalikan tiga untuk membangun satu cagak listrik, namun dananya hanya siap Rp50 miliar, karena itu kita bantu Rp75 miliar. Namun kini, dengan manajemen dan anggaran yang baru, PLN telah menyiapkan anggaran yang lebih besar, jadi nanti Pemprov sharing 50:50 dengan PLN untuk kebutuhan infrastruktur listrik Madura,” lanjutnya.

Pakde Karwo menekankan, kehadiran listrik akan berdampak positif pada perekonomian masyarakat, contohnya produk pertanian. “Jika listrik masuk maka produk pasca panen bisa digarap,  seperti pisang diolah jadi kripik pisang, atau industri kecil kreatif lainnya yang tentu saja membuthkan listrik sebagai penggeraknya,” urainya.

 

Sambut Positif

Sementara itu, PLN Distribusi Jawa Timur menyambut positif permintaan Pemerintah Provinsi Jatim untuk memprioritaskan pembangunan infrastruktur listrik di wilayah Madura, khususnya di wilayah Kepulauan guna meningkatkan perekonomian.

General Manager PLN Distribusi Jatim yang baru, Yudi Winardi saat menemui Gubernur Jawa Timur Soekarwo di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (8/6/2015), mengatakan pihaknya meminta waktu untuk dibahas lebih lanjut, khususnya ke tingkat pusat sebagai langkah satu upaya pembangunan perekonomian masyarakat, khususnya di Madura.

“Dari hal yang terkecil saja, dampak positif kehadiran listrik adalah memotivasi masyarakat, khususnya pelajar untuk lebih rajin membaca. Kami akan teruskan ini dan semoga bisa membantu rakyat Madura,” katanya.

Lebih lanjut Yudi mengatakan, tujuan kunjungannya kepada Pakde Karwo adalah untuk memperkenalkan diri sebagai GM PLN Distribusi Jatim yang baru bertugas sejak 28 Mei 2015, sekaligus membahas isu-isu ekonomi yang terkait dengan masalah listrik. (ro/hery)

Teks foto: Gubernur Jatim, Pakde Karwo menerima kunjungan GM PT. PLN (Persero) Distribusi Jatim, Yudi Winardi, di Gedung Negara Grahadi, Senin (8/6/2015).