05/12/2020

Jadikan yang Terdepan

Dialog MKGR Munculkan Whisnu Sakti dan Adies Kadier sebagai Walikota Surabaya

Adies KadirSurabaya, KabarGress.Com – Acara dialog kebangsaan yang diselenggarakan Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Surabaya di gedung KONI Jatim dengan pembicara utama Wisnu Sakti Buana dan Adies Kadir justru memunculkan keduanya sebagai pasangan Bacakada untuk Pilwali Surabaya 2015, yakni Wisnu diposisi Bacawali sementara Adies di posisi Bacawawali.

Meskipun sampai saat ini kabar bahwa Tri Rismaharini dan Wisnu Sakti Buana hampir dipastikan bakal diusung oleh PDIP untuk pasangan Bacakada Pilwali Surabaya 2015, namun bisa saja hal itu hanya akan menjadi obyek pemberitaan yang menarik tetapi kenyataannya akan berbeda.

Betapa tidak, ditengah rasa penasaran masyarakat kota Surabaya terkait jargon Bacakada yang bakal diusung oleh PDIP, kini malah muncul pasangan baru yakni Wisnu Sakti Buana dengan Adies Kadir .

Dua nama ini muncul dalam acara dialog kebangsaan yang digelar oleh Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Surabaya di gedung KONI Jatim yang menghadirkan pembicara utama Wawalikota Surabaya Wisnu Sakti Buana yang juga ketua DPC PDIP Surabaya dan anggota komisi III DPR-RI Adies Kadir yang juga Wakil Sekjen DPP Golkar hasil munas Bali kubu ARB.

Karena dihadiri oleh hampir seluruh ketua PAC Golkar Surabaya dan ketua MKGR kelurahan se Surabaya, sehingga kondisinya lebih mirip dengan acara Rakercab soal pemilihan bakal calon kepala daerah di partai Golkar Surabaya.

Didampingi Budi Leksono Bedahara DPC PDIP Surabaya, Wakil Walikota Surabaya Wisnu Sakti Buana yang juga ketua DPC PDIP Surabaya tampil bareng dalam acara Dikusi Nasional yang diselenggarakan MKGR Surabaya dengan Adies Kadir anggota Komisi III DPR RI yang mengambil tema “Peran empat pilar ditengah carut marutnya kepemimpinan nasional”.

Disampaikan Syaiful salah satu pengurus GEMA MKGR Jatim sebagai moderator dalam mengawali diskusi, bahwa Wisnu dan Adies dikatakan tampak serasi duduk bersama.

“Kalau sudah duduk berdampingan seperti ini, rasanya sudah pas dan serasi sebagai pasangan Bacakada di Surabaya, pak Adies juga menjadi salah satu kandidat kuat untuk kursi ketua DPD Golkar Prov Jatim.” ucapnya yang seraya di sambut setuju oleh audiens.

Sementara Adies Kadir sebagai pembicara sempat menceritakan soal penggantian dirinya sebagai ketua DPD Golkar Surabaya yang saat ini di jabat oleh Plt, jika dirinya lebih memilih untuk menduduki posisi wakil Sekjen DPP Golkar hasil kongres Bali versi ARB, agar masyarakat bisa merasakan kepemimpinan yang lain.

“tidak benar jika ada isue macam macam tentang saya, karena sampai saat ini saya masih anggota komisi III dan Banleg di DPR-RI, meskipun akhirnya saya diminta lagi untuk memimpin Surabaya setelah di Plt kan, saya memilih posisi di DPP saja,” ucapnya.

Dalam sambutannya, Adies juga beberapa kali menyebut Wisnu Sakti Buana sebagai sosok pemimpin yang dicintai masyarakat, karena terbukti telah terpilih menjadi ketua DPC untuk yang kedua kalinya, dan sudah waktunya menduduki kursi Walikota Surabaya.

Tidak hanya itu, Adies mengajak kepada masyarakat untuk memikirkan pemimpin di Surabaya, dengan memunculkan sosok yang cocok, pas dan teruji seperti WS – sebutan akrab Whisnu Sakti Buana. “sampaikan kepada yang lain bahwa sosok yang hadir sekarang ini (Wisnu-red) yang harusnya di pilih, karena saya hanya menyajikan sosok yang jelas saja,” tandasnya.

Masih Adies, banyak keluhan dari kader jika dirinya tidak pernah dilibatkan dalam proses penjaringan, padahal yang menjadi pemilih itu kan di tingkat kelurahan, untuk itu saya justru menyampaikan langsung saja kepada anda semua.

Sementara Wisnu Sakti Buana dalam paparannya menyampaikan, jika dirinya berharap bisa diterima oleh rimbunnya pohon beringin (kader Golkar-red), dan mengaku jika dirinya sampai saat ini belum sempat berfikir soal Pilkada maupun rekom.

“memilih pemimpin itu layaknya sholat di masjid, yakni dengan cara berjamaah (melibatkan banyak orang-red), dan Pemilu itu pesta demokrasi, jadi pesertanya hanya partai politik, makanya kalau bukan orang partai politik ya jangan bicara soal Pilkada,” jelasnya. (tur)

Teks foto: Adies Kadir.