Pakde Karwo: Jangan Usik Penambahan Modal untuk Petani

Pakde Karwo Bersama Komisaris dan Direksi Bank UMKM Jatim Pada RUPS Bank UMKM JatimSurabaya, KabarGress.com – Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo minta Bank UMKM Jatim untuk tidak mengusik atau mengutak-atik peruntukan dana penambahan modal sebesar Rp200 miliar yang dikucurkan Pemprov untuk Penyaluran Paket Kredit Pertanian Jatim (PKPJ) kepada petani.

“Tambahan setoran modal Rp200 miliar ini khusus untuk Bank Tani, jadi ini benar-benar spesific lending, spesifik untuk petani, jangan diusik atau digunakan untuk keperluan lain. Dana ini khusus digunakan untuk membela petani karena biasanya mereka memiliki keterbatasan dalam mengakses sumber dana dan permodalan (feasible but not bankable)”

Demikian permintaan Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2014 Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) Tahun 2015 PT Bank UMKM Jatim di kantor pusat Bank UMKM Jatim, Jl. Ciliwung Surabaya, Jumat (5/6).

Pakde Karwo mengatakan, tujuan penambahan setoran modal sebesar Rp200 miliar dari Pemrpov kepada Bank UMKM Jatim bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani, caranya melalui PKPJ kepada petani agar mereka bisa menaikkan nilai tukar panennya.

“Jadi kita ingin petani tidak lagi menjual gabah kering panen, tapi minimal menjual gabah kering giling. Karena itu, kita berikan modal untuk ongkos produksinya, contohnya lewat pembuatan membran atau terpal agar bisa menjemur gabah kering panennya menjadi gabah kering giling. Dengan begitu, maka nilai tambahnya naik 23%” katanya.

Kehadiran Pakde Karwo di RUPS Bank UMKM Jatim Mendapat Sambutan Hangat Dari Para Pemegang SahamPakde Karwo juga memuji komitmen Bank UMKM yang konsisten menyalurkan kredit dengan bunga hanya 6% setahun. “Saya sangat mengapresiasi anda nyaman dengan kredit sebesar 6%. Disaat bank lain memberikan bunga sebesar 11% dan mencari keuntungan yang besar. Niat anda sangat baik sekali kepada masyarakat kecil” pujinya.

Diharapkan, Bank UMKM kedepan dapat menyalurkan kredit secara tepat sasaran, khususnya kepada petani. Pasalnya, Bank UMKM telah diberi kepercayaan untuk mendirikan Bank Tani. Karena itu, Pakde Karwo minta penyaluran kreditnya bukan berdasarkan feeling atau intuisi saja, namun harus ada pendampingan.

“Langkah kedepan, manajemennya di cabang harus terus dididik dan didoktrin untuk membantu rakyat kecil. Human investment itu long term (jangka panjang), dan ini aset luar biasa untuk membantu rakyat kecil. Jadi mulai manajemen di cabang harus diajari dan didoktrin, tugasmu membantu masyarakat kecil” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Direktur Utama Bank UMKM periode 2010-2014, Soeroso melaporkan, berdasarkan Laporan Tahun Buku 2014 Bank UMKM Jatim yang telah diaudit oleh akuntan publik menghasilkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), dan mendapat predikat sebagai “Bank Sehat” dari penilaian atas rasio keuangan sesuai ketentuan Bank Indonesia.

Berdasarkan laporan keuangan Desember 2014 yang telah diaudit, Bank UMKM Jatim berhasil membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp30,236 milyar. Jumlah tersebut meningkat sebesar 14,95% jika dibandingkan laba sebelum pajak tahun 2013 yang sebesar Rp26,304 milyar. Disamping itu, kinerja keuangan Bank UMKM Jatim lainnya juga meningkat.

Diantaranya, total aset 2014 sebesar Rp1,854 triliun atau meningkat sebesar 18,82% dari tahun 2013 yang sebesar Rp1,560 triliun, modal yang disetor sebesar Rp187,232 milyar meningkat sebanyak 39,74% dari tahun 2013 yang sebesar Rp133,982 milyar, kemudian kredit yang diberikan sebesar Rp1,445 triliun, meningkat sebanyak 13,19% dari tahun 2013 yang sebesar Rp1,276 triliun, kemudian dana pihak ketiga tahun 2014 sebesar Rp1,133 triliun meningkat sebanyak 17,52% dari tahun 2013 yang sebesar Rp964,825 milyar.

Sementara itu, Komisaris Utama Bank UMKM Jatim, Dr. H. Rasiyo memgatakan, rasio keuangan Bank UMKM Jatim menunjukkan kinerja yang sangat baik dari tahun ke tahun. Pasalnya, Bank UMKM telah menerapkan tata kelola perusahaan GCG (Good Corporate Governance), menerapkan manajemen resiko, dan mengimplementasikan budaya kerja perusahaan.

Hasilnya, pada Desember 2014, Bank UMKM Jatim mencatat BOPO sebesar 88,35%, CAR sebesar 22,27%, ROA sebesar 1,75%, KAP sebesar 1,71%, LDR sebesar 81,25%, dan NPL sebesar 2,97.

Pada kesempatan itu juga dilaksanakan pergantian Direktur Utama Bank UMKM Jatim yang sebelumnya dijabat oleh Suroso dan digantikan oleh Subawi. Sedangkan susunan Direksi Bank UMKM Jatim sampai dengan RUPS Tahun Buku 2018 adalah sebagai berikut:

Subawi, SE, MM selaku Direktur Utama, Drajat Sunaryadhi, SH, MM selaku Direktur Umum, Drs. Bambang Rushadi SE, MM selaku Direktur Pemasaran, Purnomo Hadi Winarto, SE, MM selaku Direktur Operasional, dan Sugeng Hariyanto, SE, MM, Ak, CA selaku Direktur Kepatuhan.

Sementara Susunan Dewan Komisaris sampai dengan 23 Mei 2016 adalah sebagai berikut: Dr. H. Rasiyo, M.Si selaku Komisaris Utama, Thonyono Yoso Utomo, SE, MM selaku Komisaris, dan Drs. H. Tri Dharma, MM selaku Komisaris. (hery)

Teks foto:

– Pakde Karwo bersama Komisaris dan Direksi Bank UMKM Jatim pada RUPS Bank UMKM Jatim.

– Kehadiran Pakde Karwo di RUPS Bank UMKM Jatim mendapat sambutan hangat dari para Pemegang Saham.

Leave a Reply


*