03/12/2020

Jadikan yang Terdepan

Inflasi Jatim Mei 2015 Capai 0,41 Persen

* Tertinggi dalam 7 Tahun Terakhir

Jpeg
Surabaya, KabarGress.com – Inflasi  di Jawa Timur bulan Mei 2015 mencapai 0,41 persen. Ini merupakan inflasi tertinggi pada bulan Mei dalam 7 tahun  terakhir. “Namun demikian inflasi Jatim bulan Mei 2015 masih lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 0,50 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, M Sairi Hasbullah, Senin (1/6/2015).

Disebutkan, kenaikan harga telur ayam ras sebesar 8,5 persen punya andil terbesar terjadinya inflasi di daerah ini. Harga telur ayam ras yang sebelumnya Rp16.500 per kilogram, per April lalu naik menjadi Rp18.900 per kilogram. Menurutnya, ini karena mendekati Bulan Ramadhan, sehingga banyak industri rumahan memulai membuat kue kering untuk dijual ke toko dan pasar tradisional.

Selain itu, inflasi juga dipengaruhi harga bawang merah yang juga mengalami kenaikan cukup besar, yakni dari Rp24.000/kg pada April menjadi Rp30.000/kg. Kenaikan harga bawang merah ini dikarenakan sentra bawang merah di Brebes mengalami gagal panen, sedangkan sentra bawang merah di Nganjuk dan Probolinggo belum bisa mencukupi kebutuhan lokal Jatim,” terangnya.

Dikatakan, Indeks Harga Konsumen (IHK) di semua kabupaten/kota di Jatim mengalami inflasi. Inflasi tertinggi di Kabupaten Banyuwangi sebesar 0,55 persen. Kemudian Kota Probolinggo sebesar 0,46 persen, Kota Malang 0,45 persen, Kabupaten Sumenep 0,43 persen, Surabaya dan Kabupaten Jember masing-masing 0,39 persen, Kota Madiun 0,34 persen, dan yang terendah Kota Kediri sebesar 0,21 persen. (ro)

Teks foto: Kepala BPS Jatim, M Sairi Hasbullah.