Wishnu Sakti Buana Dukung Malam Puncak Grand Final Cak dan Ning Surabaya 2015

IMG_20150531_124751-800x451Surabaya, KabarGress.Com – Kepastian digelarnya malam Grand Final Cak dan Ning Surabaya 2015, bertepatan dengan hari lahirnya Pancasila tanggal 1 Juni, mendapat dukungan dari Wakil Walikota Surabaya, Ir. Wisnu Sakti Buana, ST.

Perjuangan dari Panita maupun Paguyuban yang tetap menginginkan perhelatan Duta Budaya Surabaya digelar Senin malam besok (1/62015), diapresiasi oleh Wisnu.

Ia menyatakan, perhelatan tersebut tidak saja sebagai sebuah pelestarian Budaya. Melainkan, sebuah identitas Ideologis dari kelanjutan generasi muda untuk melestarikan sejarah dan pengenalan budaya kota Pahlawan.

“Saya hanya berfikir simpel. Kalau agenda ini (Pemilihan Cak dan Ning, Red) diadakan dua tahun sekali. Berarti Surabaya melepas identitasnya,” katanya.

Sebab, dikatakan WS – Sapaan Wisnu Sakti Buana – Negara ini berdiri diatas identitas budaya masing—masing daerah. Nah, jika di undur atau dihapus sekalipun menurutnya sama halnya dengan Surabaya tak memiliki jati diri.

Motivasi tersebut disampaikan WS dihadapan 15 pasangan Finalis Cak dan Ning Surabaya, di Gedung Dewakang, Komplek AAL Bumimoro Krembangan Surabaya. Siang tadi (31/6), menjadi hari terakhir masa karantina Finalis Pasangan Duta Budaya Surabaya sebelum akhirnya menjalani malam pemilihan.

”Tidak hanya sekedar sebuah penilaian. Namun, ada sebuah upaya membangkitkan semangat generasi muda melestarikan budaya Surabaya,” terang Mantan Wakil Ketua DPRD Surabaya ini.

Jika Pemkot tidak menganggarkan perhelatan tersebut menjadi setiap tahun, WS akan berkoordinasi dengan DPRD Surabaya untuk patungan agar bisa digelar dan menjadi tonggal perhelatan sesuai dengan momentum Hari Lahirnya Pancasila.

Menurut WS, ada makna tertanam dalam pemilihan Cak dan Ning Surabaya. Khususnya semangat penyelenggaraan, dinila betul-betul menjadi sebuah momen untuk membangun Cak dan Ning sebuah masalah bagaimana menampilkan wajah Surabaya ke luar daerah maupun Internasional.

Sebelumnya, Pengurus Paguyuban Cak dan Ning dan Ketua Panitia penyelenggara mendatangi rumah dinas Wakil Walikota Surabaya, Sabtu (30/52015).

Mereka mencurahkan kabar soal adanya upaya untuk mengundur agenda Grand Malam Pemilihan Cak dan Ning pada tanggal 7 Juni mendatang.

Namun, hal tersebut dibantah Wiwiek Widayati, Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Surabaya. Puncak pemilihan tetap digelar awal pekan depan dan dijadwalkan akan digelar di Sutos. (tur)

Leave a Reply


*