05/12/2020

Jadikan yang Terdepan

Majelis Didirikan Para Kiai, Para Mursid Bertujuan Menyatukan Umat Manusia

Wakil Gubernur Jawa Timur Hadiri  acara Haul Akbar Thoriqoh An Naqsyabandiyah Alm. KH. Abdul Wahid Khudzaifah dan Peringatan Nifsu Sa ban, di PP. Darul Ulum Kecamatan Omben SampangSampang, KabarGress.com – Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf mengatakan bahwa para Mursid, para Kiai, pada saat mendirikan majelis mempunyai beberapa tujuan, yaitu bersilaturahim, menyatukan umat dengan cara bersholawat, berdzikir, sekaligus ikut mencarikan solusi untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat.

“Di Negara Timur Tengah, Siria, Yaman banyak ulama, tetapi mereka tidak pernah mendirikan majelis untuk bersholawat, berdzikir. Sehingga negara mereka selalu terjadi pertengkaran diantara sesama umat,”jelasnya saat memberikan sambutan pada acara Haul Akbar Thoriqoh An Naqsyabandiyah Alm. KH. Abdul Wahid Khudzaifah dan Peringatan Nifsu Sa’ban, di PP. Darul Ulum Kecamatan Omben Sampang, Senin (1/6) malam.

Majelis yang senang membaca Sholawat Nabi Muhammad SAW,  akan mendapatkan barokah sehingga dapat menjalankan kehidupan dengan senang, ayem, dan selalu gembira.

“Insyallah dengan ber Sholawat, mempunyai  kekuatan untuk menjadikan manusia menjadi kuat, tidak mudah putus asa, selalu bergembira, ayem, dapat menyelesaikan segala urusan. Dengan bersholawat, berarti menusia mempercayai adanya Nabi Besar Muhammad SAW dan sangat mengaharapkan mendapatkan syafaatnya,” paparnya.

Lebih lanjut disampaikan pula, orang apabila hidupnya senang, ayem maka melakukan segala pekerjaan juga dengan iklhas. Malakukan segala sesuatu sesuai dengan Fadillah Allah.

Negara Indonesia, dapat menjadi Negara kuat, kokoh karena rakyatnya sampai saat ini masih melakukan sholawatan sebagaimana yang dilakukan oleh para kiai dan para pejuang yang memperebutkan Indonesia dari para penjajah.

Selain itu, menurutnya Umat Thoriqoh  selalu mendoakan seluruh umat manusia yang ada. Mulai dari Rasul, Para  Nabi, guru, pemimpin bangsa, orang tua, sesama teman, sesama umat baik masih hidup ataupun yang telah tiada. “Doanya sambung-menyambung. Bila diurut-urut seluruh masyarakat Madura asalnya dari satu Thoriqoh. Itulah yang membuat Indonesia sampai saat ini masih kokoh menjadi negara kesatuan RI, “ jelasnya lebih lanjut.

Pada kesempatan itu Gus Ipul juga menyinggung masalah lahirnya Pancasila yang jatuh tepat pada tanggal 1 Juni. Dikatakan, makna Pancasila telah diterapkan dalam kegiatan majelis.

Dikatakan, setiap mengadakan kegiatan, majelis selalu mengumandangkan ayat-ayat yang terkandung Surat Al-Ikhlas. Mempunyai makna Sila I yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Dalam kegiatan tersebut siapapun boleh mengikutinya tanpa memandang agama, bangsa, kelas ekonomi, tua-muda, semua boleh mengikutinya (Kemanusiaan yang adil dan beradab).

Kemudian, selama acara berlangsung, semua yang mengikutinya duduk di tempat yang sama (Persatuan Indonesia). Siapa yang memimpin acara akan ditentukan pada saat acara berlangsung (Kerakyatan yang dipimpin oleh khikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan), dan pada kegiatan tersebut pemimpin tahu bila semua yang hadir tidak suka berlama-lama mengikuti kegiatan, pemimpin mengetahui keinginan umatnya (Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia).

Sebelum mengakhiri sambutannya, Gus Ipul menyinggung permasalahan yang sedang terjadi di Negara Indonesia. Yaitu situasi ekonomi yang serba sulit. Masih banyak masyarakat yang tidak mempunyai pekerjaan, sulit mendapatkan pendidikan, sulit mendapatkan pelayanan kesehatan.

Untuk itu, dihimbau agar seluruh umat, para tokoh agama, tokoh masyarakat, seluruh elemen masyarakat, para aparat keamanan, para birokrat untuk bekerjasama menjaga keamanan, memupuk rasa cinta kasih, mencintai NKRI. Dengan demikian  diharapkan secara pelan-pelan semua dapat cepat terselesaikan. (hery)

Teks foto: Wakil Gubernur Jawa Timur menghadiri acara Haul Akbar Thoriqoh An Naqsyabandiyah, Alm. KH. Abdul Wahid Khudzaifah dan Peringatan Nifsu Sa’ban, di PP. Darul Ulum Kecamatan Omben Sampang, Senin (1/6/2015) malam.