05/12/2020

Jadikan yang Terdepan

Pemkot Gelar Festival Lawas 2015

Kampung lawas 2015 6Surabaya, KabarGress.Com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memiliki komitmen untuk tetap menjaga kawasan kampung di tengah modernitas kota Pahlawan. Salah satu bentuk komitmen tersebut adalah dengan menggelar program Festival Kampung Lawas 2015.

Festival yang bertujuan ingin menjadikan kampung-kampung di Surabaya sebagai kampung wisata tersebut diresmikan oleh Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini di Jalan Mespati Kecamatan Bubutan, Selasa (26/5/2015). Hadir dalam acara tersebut, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkot Surabaya, Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kota Surabaya, paguyuban dan tokoh masyarakat, serta dari PT Pelindo III.

Agenda yang digelar Pemerintah Kota Surabaya bekerja sama dengan berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) serta PT Pelindo III ini digelar sebagai bagian untuk menyemarakkan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-722.

Wali Kota Tri Rismaharini dalam sambutannya mengatakan, nama Kota Surabaya kini sudah dikenal dunia dikarenakan semangat gotong-royong warganya, termasuk juga keberadaan kampung-kampung. Karenanya, keberadaan kampung tersebut perlu dilestarikan.

“Dan saya ingin pertahankan kampung-kampung kita. Jangan terpengaruh dengan investor-investor, mari pertahankan sampai kapan pun karena Surabaya terkenal dengan kampung-kampungnya,” tegas wali kota.

Wali kota perempuan pertama dalam sejarah pemerintahan Kota Surabaya ini mengajak warga Kota Pahlawan untuk menjadikan kampung sebagai salah satu potensi ekonomi. Pemkot, sambung wali kota, ke depannya akan memasukkan kampung sebagai salah satu destinasi wisata. Namun, untuk saat ini hanya perkampungan di daerah Maspati, Kecamatan Bubutan yang baru dijadikan kampung wisata.

“Mari kita dorong kekuatan kampung kita menjadi kekuatan ekonomi. Dan saya ingin mendesain sendiri khusus untuk kampung ini agar menjadi wisata kampung di surabaya,” sambung mantan Kepala Bappeko Surabaya ini.

Sementara Totok Heliyanto dari PT Pelindo III mengatakan, diadakannya kampung lawas seperti ini adalah sebagai pelopor agar sejarah di Surabaya tetap dilestarikan. Menurutnya, ada dua program untuk meningkatkan kampung lawas ini.

“Kita badan usaha milik negara memberikan dua program untuk penduduk kampung lawas yaitu yang pertama Bina Lingkungan bahwa keibahan hasil nanti diserahkan pada dan untuk warga bukan untuk kita dan yang ke dua adalah program kemitraan yaitu membantu UKM nya agar terus berjalan”, tegasnya. (Tur)