29/11/2020

Jadikan yang Terdepan

Pameran Seni Rupa Nusantara 2015: ART–CHIPELAGO

Dok. GNI (4)Jakarta, KabarGress.com – Galeri Nasional Indonesia siap menggelar Pameran Seni Rupa Nusantara 2015 pada 25 Mei – 7 Juni 2015 di Gedung A, B, dan C Galeri Nasional Indonesia. Event akbar dua tahunan (biennale) ini dihelat untuk memberikan kesempatan dan peluang bagi para perupa di Nusantara dalam menunjukan potensi, kreativitas dan eksistensinya.

Staf Pameran dan Kemitraan Galeri Nasional Indonesia, Desy Novita Sari, lewat siaran persnya, mengatakan pameran Seni Rupa Nusantara 2015 merupakan penyelenggaraan yang ke-8, setelah sebelumnya pernah dihelat pada 2001, kemudian 2002, 2005, 2007, 2009, 2011, dan 2013, dengan mengangkat tema yang berbeda.

Pada 2015 ini, Pameran Seni Rupa Nusantara mengusung tema ART–CHIPELAGO. ART–CHIPELAGO menilik pada persoalan politik identitas, yang pada gilirannya bersentuhan dengan politik kebudayaan. Terutama pada persoalan politik representasi yang tidak kalah problematikanya, pada setiap pembicaraan mengenai wacana identitas.

ART–CHIPELAGO memandang bahwa identitas bukanlah sesuatu yang final, karena terus berubah, berkembang, dan berfluktuasi dengan segala pengaruh sosial, kultural, hingga efek dari berkembangnya budaya media dan teknologi. Tema ini juga berusaha menggali sejauh mana konteks kenusantaraan dialami, dibaca, dan diwacanakan oleh para perupa.

ART–CHIPELAGO melihat kenusantaraan melalui perspektif ART, bagaikan sebuah kepulauan seni yang melampaui batas dan gugus territorial, melalui ART teritori yang diimajinasikan ulang, bahwa melalui fakta geografis yang tercerai-berai berdasarkan garis-garis teritorial itu pada awalnya terhubung dalam sebuah daratan. Berangkat dari kesadaran pengalaman sosial dan kultural dari berbagai generasi dan tempat, ART–CHIPELAGO ingin membentangkan apa yang dibayangkan oleh para perupa mengenai konsep kenusantaraan.

Tema ART–CHIPELAGO tersebut sengaja dirumuskan tim Kurator yaitu Suwarno Wisetrotomo, Asikin Hasan, dan A. Sujdud Dartanto, untuk memperluas cakupan pemikiran dan praktik seni rupa seperti ditunjukkan oleh judul permanen pameran ini yakni Pameran Nusantara. Itulah yang membedakan pameran kali ini dari pameran sebelumnya. Perhelatan ini tidak hanya mencakup wilayah Indonesia, tetapi mengundang sejumlah perupa dari negara tetangga. Karena itulah, ajang akbar ini menampilkan 106 karya hasil olah cipta 106 perupa yang berasal dari Indonesia, Malaysia, dan Filipina.

Dari 106 perupa, 97 diantaranya merupakan peserta lolos seleksi dari 23 provinsi di Indonesia, yang disaring dari 527 aplikasi karya hasil olah cipta 385 perupa dari 25 provinsi di Indonesia, yang terdaftar dalam tahap Open Application. Sedangkan 9 perupa lainnya merupakan peserta yang diundang secara khusus oleh Galeri Nasional Indonesia. Para perupa tersebut menampilkan karya lukis, drawing, Instalasi, object, seni grafis, keramik, komik, video art, multimedia, dan karya seni rupa lainnya.

Selain menampilkan pameran, ART–CHIPELAGO juga menyuguhkan serangkaian acara berupa Press Tour (Press Conference) yang memberikan kesempatan jelajah ruang pamer pada insan media massa untuk mengetahui informasi secara lebih detail sekaligus berdialog langsung dengan pihak penyelenggara, para kurator, dan perupa peserta pameran ini.

Ada juga Diskusi Seni Rupa bertajuk “dari Identitas ke Pasca-Identitas” yang akan digelar pada Selasa, 26 Mei 2015 di Ruang Seminar Galeri Nasional Indonesia. Diskusi santai ini akan menghadirkan para pembicara yang kompeten di bidangnya yaitu Nano Warsono (Perupa dan Akademisi Seni Rupa), dan Azzad Diah Ahmad Zabidi (Perupa dan Penulis Seni). Sedangkan sebagai moderator yaitu A. Sudjud Dartanto (Kurator Galeri Nasional Indonesia).

Pameran Seni Rupa Nusantara 2015 ini diharapkan secara kontinyu mampu merangsang iklim dialog positif serta produktivitas para perupa sehingga dapat mengangkat potensi kedaerahan serta mengembangkan seni rupa Nusantara. Selain itu, juga diharapkan mampu meningkatkan apresiasi masyarakat luas terhadap seni rupa. (ro)

Teks foto: Perupa Banten yang juga menjadi perupa peserta Pameran Seni Rupa Nusantara 2015: Art–Chipelago, Tato Kastareja, menghadiahkan karyanya berjudul Indonesia Sparkling, 2015, 150 x 100 cm, oil on canvas, 2015, kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan.