02/12/2020

Jadikan yang Terdepan

Ratusan Anak Adu Kebolehan di Audisi La Academia Junior Indonesia 2

La Academia Junior Indonesia 2 di Gedung Cak Durasim SurabayaSurabaya, KabarGress.Com – Setelah sukses dengan ajang La Academia Junior Indonesia 2014 lalu, SCTV kembali menghadirkan La Academia Junior Indonesia 2. Audisi digelar di lima kota besar di Indonesia, yakni Yogyakarta, Medan, Surabaya, Bandung dan Jakarta. Setelah sukses menggelar audisi di Yogyakarta, kini audisi berlanjut ke Surabaya bertempat di Gedung Cak Durasim Jl Gentengkali Surabaya, Minggu (24/5/2015). Tampak ratusan anak dengan suara emasnya mengadu kebolehan di ajang pencarian bakat ini.

Head of Marketing Communication SCTV, Verno Nitiprodjo, mengungkapkan antusiasme masyarakat Surabaya terhadap audisi sangat luar biasa. “Dari pagi, ratusan anak-anak usia 5-12 tahun sudah memadati area audisi di Gedung Cak Durasim. Acara ini menjadi sumbangsih kami untuk pengembangan musik Indonesia, khususnya dunia menyanyi anak-anak,” jelasnya di sela-sela acara audisi.

Pengalaman pada La Academia Junior pertama tahun lalu, banyak ditemukan bakat-bakat menarik dengan warna suara yang unik. Diantaranya jenis suara seriosa, pop, melayu dan dangdut.

Saat audisi di Surabaya, tak hanya anak-anak normal dan sempurna yang ikut audisi ini. Adi, peserta asal Surabaya yang memiliki keterbatasan penglihatan tak mau ketinggalan menunjukkan kemampuannya bernyanyi. Iapun nampak sangat percaya diri didampingi ibunya. Apalagi, Adi bisa memainkan alat musik gitar.

“Yang dinilai kan suaranya. Anak saya bisa menyanyi dan dia layak untuk audisi semacam ini,” tandas ibu Adi bersemangat dan bangga.

Peserta lainnya, Mikhayla Angelie asal Malang, juga tak mau ketinggalan unjuk kebolehan. Iapun memilih lagu rock untuk diperdengarkan kepada dewan juri. “‘Opa sepupu saya, Ian Antono penyanyi, pencipta lagu dan musisi lagu rock. Saya ingin seperti opa,” ujar Kayla, yang mengaku sering menang ketika ikut lomba-lomba menyanyi.

Begitupun Michael Firdy Riyanto, siswa SD kelas 5 asal Semarang ini juga bersemangat mengikuti audisi. “Saya ingin menjadi penyanyi yang terkenal,” ujarnya didampingi sang ayah.

La Academia Junior Indonesia sendiri merupakan program adaptasi yang berasal dari Mexico dan telah sukses ditayangkan di beberapa negara seperti Amerika Serikat, Malaysia, Paraguay, Singapura, Thailand dan Amerika Tengah. Sebelumnya, audisi digelar di Yogyakarta, berlanjut kemudian setelah Surabaya adalah Medan, Jakarta dan Bandung. (ro)

Teks foto: Para peserta audisi yang didampingi orangtua masing-masing menunggu antrian unjuk kebolehan di depan juri.