02/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Informasi Negatif tentang Indonesia Lebih Mendominasi

Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo Freddy H TulungSurabaya, KabarGress.com – Masyarakat saat ini lebih banyak terbanjiri oleh informasi negatif dari pada informasi positif tentang Indonesia. Padahal, Indonesia masih sangat banyak memiliki hal positif yang patut dibanggakan. Hal-hal positif tersebut tersebar mulai dari keindahan alam, budaya, hingga prestasi para generasi mudanya hingga pentas dunia. Namun hal-hal positif tersebut jarang sekali terangkat karena kalah oleh berita-berita buruk yang lebih sering mengisi media massa.

Hal tersebut, kata pendiri sekaligus Editor in Chief GNFI, Akhyari Hananto saat memperkankan platform website www.goodnewsfromindonesia.org di sela diskusi interaktif bertajuk ”Indonesia Baik, Indonesia Bangkit” di Hotel Novotel Surabaya, Sabtu (23/5/2015) kemarin, membuat generasi muda menjadi miskin informasi yang baik tentang negerinya. Ini membuat mereka tidak optimis dengan masa depan mereka dan maupun bangsanya.

Sementara itu, dalam kegiatan yang digelar Gerakan asal Surabaya ”Good News From Indonesia” (GNFI) bersama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika, Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo Freddy H Tulung menjelaskan bahwa negara selama ini selalu serius memersiapkan dan menjalankan pembangunan. Pembangunan negara dalam lima tahun mendatang pun sudah direncanakan secara cermat dan tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional atau RPJMN.

”RPJMN itu dokumen sekitar delapan ribu halaman, semuanya hal positif yang negara akan capai. Kami ingin masyarakat umum bisa memahaminya dengan mudah, karena itu kami meringkasnya menjadi buku ”Indonesia Bergeran dan Bertumbuh” yang menjelaskan RPJMN dalam format inforgrafis tidak lebih dari 100 halaman. Pemerintah ingin masyarakat ikut terlibat aktif dalam pembangunan,” kata Freddy.

Kepala Lembaga Demografi UI Sonny Harmadi mengungkapkan bahwa Indonesia sedang mendapatkan bonus demografi antara tahun 2012 hingga 2035. Di rentang waktu ini, jumlah usia produktif lebih banyak dari usia nonproduktif. Tetapi apabila masa emas ini dilewatkan, bonus tersebut bisa berbalik menjadi bencana. Karena selepas tahun 2035 jumlah usia nonproduktif akan lebih besar dari pada usia produktif.

”Bonus ini fenomena tujuh ratus tahun sekali, ada tiga negara yang paling sukses memanfaatkan momentum bonus demografi yaitu Jepang, Korea Selatan, dan China. Namun ada juga yang kurang berhasil seperti Afrika Selatan dan Brazil. Kebanyakan karena tak cukup lapangan kerja. Karena itulah, momentum ini tidak boleh terlewatkan, semua elemen harus bekerja bersama-sama,” ungkap Sonny.

Suyoto alias Kang Yoto, Bupati Bojonegoro dan Gamal adalah contoh kecil mereka yang tidak pesimis ketika melihat masalah. Selama kepemimpinan mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Gresik ini, Bojonegoro banyak mengalami perubahan. Apa yang dilakukan oleh Kang Yoto juga mengundang kagum dunia internasional.

Sedangkan Gamal, dokter yang masih berusia 25 tahun sekaligus Pendiri Klinik Asuransi Sampah, telah banyak mendapatkan penghargaan dari lembaga internasional yang bergengsi karena upayanya yang tak kenal lelah agar pelayanan kesehatan menjadi terjangkau bagi masyarakat kelas bawah. Ia menggagas klinik dan asuransi di mana masyarakat cukup membayarnya dengan sampah di Malang. (bs/ro)

Teks foto: Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo, Freddy H Tulung.