Robot Pendulum Terbalik Karya Calvin

Robot Pendulum Terbalik Karya CalvinSurabaya, KabarGress.com – Robot adalah sebuah alat mekanik yang difungsikan untuk membantu kebutuhan manusia. Robot perlu diberikan suatu perintah khusus sehingga dapat bekerja sesuai keinginan manusia. Cara kerja robot ada beragam jenis bergantung pada tujuan penciptaannya. Adalah Calvin Prasetya Limantara, Wisudawan Berprestasi Akademik Terbaik dari Jurusan Teknik Elektro Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) yang berhasil menciptakan Robot Pendulum Terbalik dengan pengendali remote nirkabel untuk keperluan tugas akhirnya.

“Awalnya saya kasihan pada orang-orang yang bekerja membagikan brosur. Mereka berdiri berjam-jam di bawah panas terik, lalu diacuhkan atau bahkan brosurnya langsung dibuang. Saya pikir alangkah baiknya kalau ada robot yang menarik dan bisa membantu menyebarkan brosur secara otomatis, ini juga akan membantu pengusaha penyandang disabilitas” tutur Calvin tentang tujuan awal dari pembuatan robotnya.

Dalam perkembangannya, robot pendulum terbalik bisa juga dipergunakan untuk keperluan seperti pengawas pabrik atau rumah sakit yang cara kerjanya mirip pesawat tanpa awak atau drone.

Perjuangan Calvin hingga menjadi salah satu lulusan terbaik UKWMS diwarnai dengan berbagai ujian dan cobaan. Pengerjaan tugas akhirnya membutuhkan waktu setahun dan kegagalan yang tak terhitung. “Saya hampir frustrasi dan mentok beberapa kali. Algoritma yang saya pergunakan belum sempurna, akibatnya robot tidak bisa berdiri seimbang di atas dua kakinya yang menyerupai roda. Dibantu oleh dosen-dosen dan pembimbing saya terus meriset nilai hingga tepat agar perintah gerak robot menjadi lebih baik. Justru prinsip keseimbangan ini paling penting, karena bisa berlaku untuk semua pengembangannya,” urai wisudawan yang menyelesaikan kuliahnya dengan bantuan beasiswa prestasi program studi dari UKWMS tersebut.

Calvin mengungkap bahwa sensor accelerometer dan gyroscope yang ada pada robot ini bisa juga dipergunakan pada pesawat tanpa awak. “Sebisa mungkin robot harus seperti manusia, mampu menyeimbangkan dirinya secara otomatis. Mencegah kecelakaan memang masih susah, namun ini bisa meminimalisir kemungkinan kecelakaan,” lanjut anak ke-2 dari dua bersaudara ini.

Calvin sudah terbiasa mandiri sejak sekolah, ia menopang kebutuhan dengan memberikan les, menjadi asisten dosen, sampai membuka usaha penyewaan HT bersama teman. “Dulu pernah stress saat sekolah, karena bingung belum memiliki pekerjaan tapi harus menyelesaikan studi. Saat terpuruk, besoknya mau makan apa tidak jelas, mau tinggal di mana juga tidak tahu karena ngontrak dan uang sudah sangat mepet. Orang tua saya sudah lama tiada, jadi kuliah adalah keputusan saya sendiri. Harus selesai dan harus berhasil, prinsipnya selagi masih hidup, harus selalu berikan yang terbaik untuk sekitar. Untungnya saat saya dan kakak kesusahan, selalu ada saja yang membantu,” ujar Calvin tentang kehidupan pribadinya. (ro)

Leave a Reply


*