05/12/2020

Jadikan yang Terdepan

Kulit Pisang Efektifkan Pereda Rasa Nyeri

Kulit Pisang Efektifkan Pereda Rasa NyeriSurabaya, KabarGress.com – Olahraga identik dengan resiko keseleo dan nyeri otot, terutama jika lama tidak berolahraga dan kembali berolahraga. Salah satu obat yang mampu mengurangi rasa nyeri saat keseleo dan nyeri otot adalah ibuprofen. Namun, bagaimana jadinya jika bahan pengikat zat aktif Ibuprofen menggunakan limbah kulit pisang? Hal ini yang menjadi dasar penelitian Jefri Prasetyo mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (FF UKWMS) dengan judul skripsi “Optimasi Tablet Ibuprofen Menggunakan Amilum Kulit Pisang Sebagai Pengikat, Crospovidone Sebagai Penghancur dan Magnesium Stearat Sebagai Pelumas”.

Pada penelitian yang dilakukan Jefri, pisang yang digunakan untuk penelitian ini adalah pisang agung varietas semeru. Sebagai pisang lokal Indonesia asal Lumajang, umumnya pisang agung cocok untuk diolah menjadi kripik, dodol dan sebagainya. Limbah kulit pisang sisa olahan tersebut ternyata masih bisa dimanfaatkan. Dibimbing oleh Y. Lannie Hadisoewignyo, M.Si., Apt dan Henry Kurnia Setiawan, M.Si., Apt, Jefri menemukan bahwa amilum pada kulit pisang agung jauh lebih tinggi dari varietas lainnya. “Amilum berguna untuk mengikat bahan-bahan aktif yang terkandung dalam tablet Ibuprofen. Pisang agung yang digunakan memiliki panjang sekitar 30 cm dan tebal kulitnya sekitar 3-5 mm. Ketebalan kulit pisang agung tersebut mempengaruhi tingginya kadar amilum yang dapat digunakan,” papar Jefri.

Ada lima manfaat yang diperoleh dari penelitian ini, seperti pemanfaatan produk lokal, pemanfaatan limbah pabrik, efek penahan rasa nyeri dapat bertahan lebih lama, tidak menggunakan pengikat sintetis dan bahan aktif dari tablet mampu terserap secara sempurna. Tidak hanya sekedar kuliah lalu pulang, Jefri juga sangat aktif selama menjalani masa studinya. Asisten dosen, anggota ormawa bahkan hampir seluruh unit kegiatan mahasiswa ia ikuti untuk menambah pengalaman. Tidak heran jika Jefri Prasetyo terpilih sebagai Mahasiswa Aktif Berprestasi dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,40 dan Poin Kegiatan Kemahasiswaan (PK2) 918. (ro)