29/10/2020

Jadikan yang Terdepan

Fisika Mudah dengan VOCARELI

Fisika Mudah dengan VOCARELISurabaya, KabarGress.com – Belajar fisika untuk siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan menggunakan bahasa inggris mungkin kedengarannya hal yang tidak biasa. Biasanya para siswa menggunakan buku diktat berbahasa Indonesia sebagai media pembelajaran. Ignatio Benigno, mahasiswa Jurusan Pendidikan Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (FKIP UKWMS) menghadirkan suatu media pembelajaran dua bahasa yakni Indonesia dan Inggris pada bahasan Dinamika Fluida.

Tantangan masa depan termasuk kemampuan untuk menggunakan bahasa Inggris dalam bidang ilmu pengetahuan, termasuk fisika dan teknologi memacu Ignatio untuk membuat media pembelajaran ini. Penggunaan bahasa inggris sebagai media pembelajaran fisika, masih menjadi isu kontroversi di Indonesia.

“Merupakan hal biasa mendengar bahwa belajar fisika dalam bahasa inggris itu sulit. Masalah ini muncul karena siswa kadang malas bila harus membaca buku yang menggunakan dua bahasa. Oleh karena itu, perlu untuk membangun media pelajaran yang dilengkapi dengan audio dan visual sehingga menarik perhatian siswa dan memotivasi mereka dalam belajar ilmu fisika dengan bahasa Inggris,” jelas calon wisudawan berpredikat Akademik Terbaik dengan IPK mencapai 3,9.

Kombinasi media terdiri dari tulisan, animasi, video fenomena fisika, dan fitur-fitur yang dapat meningkatkan komponen kemampuan bahasa inggris dalam hal kosakata, membaca, dan mendengarkan (disingkat Vocareli) menjadi keunggulan media ini – Vocabulary, reading, and listening – VOCARELI. Media pembelajaran yang Ia buat dalam skripsi ini merupakan hasil pengembangan yang lebih kompleks dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang pernah diikutinya. Dana hibah dari PKM ini ia gunakan untuk memperbaharui dan mengembangkan media pembelajaran yang lebih baik.

Selama pengerjaan skripsi Ignatio tidak mengalami kesulitan yang berarti. Namun, Ignatio harus rela bekerja hingga larut malam, karena selain membangun aplikasi VOCARELI, ia juga mengajar paruh waktu serta memberi bimbingan belajar. VOCARELI dikerjakan hampir empat bulan lamanya. Kini, pria yang sempat bergabung dengan Lembaga Pers Mahasiswa FKIP ini berencana akan melanjutkan pendidikan ke jenjang S2. (ro)