29/10/2020

Jadikan yang Terdepan

Presiden RI Bagikan 11.077 “Kartu Sakti” di Malang

Gubernur Jatim Pakde Karwo Mendampingi Kunjungan Kerja Presiden RI Ir Joko Widodo di Tulungrejo Kec.Bumiaji Batu Malang (3)Malang, KabarGress.com – Presiden RI Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan sebanyak 11.077 “Kartu Sakti” kepada masyarakat Malang. Angka tersebut merupakan jumlah total penerima kartu wilayah Malang dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang terdiri atas 7.818 peserta di Kota Malang, 2.579 peserta di Kabupaten Malang, serta 680 peserta di Kota Batu. Kartu yang dibagi terdiri dari Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Kartu Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas Berat (KASPDB).

Presiden RI Jokowi yang didampingi Ibu Negara Iriana, Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo beserta Isteri Ny. Hj. Nina Soekarwo,  memulai kunjungan di Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (21/5) pagi. Di desa ini, ada 872 orang penerima Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), 742 orang penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP), 2.614 orang penerima Kartu Indonesia Sehat (KIS), dan 13 orang menerima kartu penyandang disabilitas.

Di sela penyerahan secara simbolis kepada perwakilan warga, Jokowi juga menjelaskan manfaat masing-masing kartu dan sumber dana tiga kartu sakti. “Banyak yang tanya dari manaanggarannya. Anggaran berasal dari pengalihan subsidi BBM. Jadi subsidi BBM dialihkan dan diberikan kepada masyarakat, berupa kartu KIS 88 juta orang, KIP 20 juta orang, KKS 16,3 juta seluruh Indonesia. Sedangkan untuk kartu disabilitas juga ada 22 ribu orang di seluruh Indonesia,” jelas Presiden RI Jokowi.

Untuk penerima kartu penyandang disabilitas, mereka akan menerima uang Rp300 ribu yang diambil setiap empat bulan sekali. Sambil memegang KIS atas namanya, Jokowi menuturkan pengobatan bebas biaya bagi pemegang KIS. Bagi penerima KIS, mereka bisa menggunakannya di Puskesmas terlebih dulu dan baru bisa mendapat rujukan ketika Puskesmas tidak mampu.

Jokowi berpesan kepada masyarakat agar menggunakan Kartu Indonesia Sehat ini dengan bijak. “Kalau sakit-sakit batuk jangan langsung ke rumah sakit. Kalau sakit batuk flu cukup ke puskesmas. Kalau gawat di puskesmas dicek. Baru dirujuk ke rumah sakit bawa kartu ini lagi,” jelasnya.

Sedangkan kepada para penerima KIP, ia menjelaskan bahwa kartu itu bisa digunakan pada saat kenaikan kelas atau minggu ketiga bulan Juni 2015. Anak-anak sekolah dasar menerima Rp450 ribu untuk satu tahun, anak SMP menerima Rp750 ribu setahun, dan anak SMA menerima Rp1 juta selama setahun.

Presiden berpesan agar uang tersebut digunakan untuk keperluan belajar seperti pembelian buku, seragam, dan alat-alat untuk belajar lainnya. “Kartu KIP bisa dipergunakan selama anak-anak menjalankan kewajibannya bersekolah,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo mengapresiasi langkah Presiden RI Jokowi yang turun langsung menyerahkan kartu kepada masyarakat. Harapannya kebutuhan dasar masyarakat seperti kesehatan dan pendidikan dapat terpenuhi.

Tampak hadir dalam acara ini, Menteri ‎Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, dan anggota Dewan Pertimbangan Presiden Rusdi Kirana.

 

Gubernur Dampingi Jokowi di PP Bahrul Maghfiroh Malang

Pakde Karwo, bersama dengan Presiden Jokowi dan Pengasuh PP Bahrul Maghfiroh berbincang akrab pada acara penyerahan KKS, KIP dan Kartu ASPDBDi Pondok Pesantren Maghfiroh Malang, Jokowi membagikan secara simbolis 5.046 Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan 5.082 Kartu Indonesia Sehat (KIS),  sedangkan bagi masyarakat sekitar, Jokowi membagikan  KIP sebanyak 1.295 dan  KIS sebanyak 1.735,  kartu Keluarga Sejahtera (KKS) sebanyak 382 kartu, dan 23 Kartu Asistensi Penyandang Disabilitas (ASPD) kepada penyandang disabilitas.

Jokowi mengatakan, anggaran untuk kartu-kartu tersebut didapatkan dari pengalihan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM), karena itu ia meminta masyarakat yang telah mendapatkan kartu untuk mempergunakan dan memanfaatkan sebaik-baiknya kartu tersebut.

“Saya titip bagi anak-anak yang sudah KIP mohon belajar uang sungguh-sungguh, saya berharap anggaran yang diberikan pemerintah pada masyarakat, baik anak-anak melalui KIP, lalu KIS untuk masyarakat dan anak-anak, dan KKS ini dimanfaatkan dengan baik. Jangan samai KIS dicairkan duitnya untuk beli pulsa, nanti akan saya cabut. Tolong gunakan dengan benar, seperti untuk beli seragam dan buku sekolah,” ujarnya. (hery)