02/12/2020

Jadikan yang Terdepan

PHE WMO Catat Kinerja Positif tahun 2014

PHE WMO horisontal - colorJakarta, KabarGress.Com – PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) unit kerja PT Pertamina (Persero) yang menjadi operator di blok WMO berhasil membukukan produksi minyak dan gas tahun 2014 sebesar 20.292 barel minyak per hari (BOPD) dibanding pencapaian tahun 2013 dengan produksi minyak sebesar 18.086 BOPD.
Sedangkan produksi gas PHE WMO tahun 2014 mencapai 116,5 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) yang juga melampaui capaian produksi gas bumi tahun 2013 sebesar 114,5 MMSCFD.
“Capaian produksi PHE WMO di tahun 2014 cukup membanggakan. PHE WMO berhasil dalam upaya mempertahankan dan meningkatkan  lifting migas dengan catatan keselamatan dan keamanan kerja yang baik,” ujar President/GM PHE WMO Boyke Pardede.
Di tahun 2014 lalu, PHE WMO telah berhasil menambah produksi minyak dan gas bumi setelah berhasil melakukan 147 aktivitas well works yang berhasil memberikan tambahan produksi sebesar 1.254 BOPD dan 9,53 MMSCFD.
Selain aktivitas well works, PHE WMO juga telah menyelesaikan aktivitas akuisisi seismik broadband 3D di area PHE-5 seluas sekitar 300 km2. Akuisisi seismik di area PHE-5 ini merupakan salah satu upaya untuk mencari dan menambah sumber cadangan migas baru di blok WMO.
Di tengah kondisi harga minyak dunia yang mengalami penurunan harga signifikan, terjadi beberapa penyesuaian terhadap aktivitas perusahaan. PHE WMO telah melakukan pengurangan aktivitas pengeboran sumur di tahun 2015,dan sebagai usaha untuk menjaga tingkat produksi di tahun ini akan dilakukan tambahan pekerjaan wellwork dan optimasi fasilitas produksi.
Di tahun 2015, SKK Migas menetapkan target produksi minyak dan gas bumi PHE WMO sebesar 14.373 BOPD dan 110,83 MMSCFD. Hingga April 2015, produksi minyak dan gas bumi PHE WMO adalah sebesar 15.490 BOPD dan 110,152 MMSCFD.
Selain kinerja produksi yang baik, PHE WMO juga berhasil meraih penghargaan PROPER Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup tahun 2014. Dengan demikian, PHE WMO telah meraih penghargaan tersebut selama dua tahun berturut-turut sejak tahun 2013.
“Penghargaan ini merupakan bukti komitmen PHE WMO dalam menjalankan operasinya telah melebihi standar peraturan lingkungan hidup yang ditetapkan pemerintah,” ujar Boyke.
Salah satu wujud kepedulian lingkungan PHE WMO ditunjukkan pada pelaksanaan program konservasi air melalui penggunaan biopori bagi kelompok Himpunan Penduudk Pemakai Air Minum (HIPAM) dan masyarakat pengguna air bersih di Desa Bandangdajah, Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan.
Program konservasi sumber daya air melalui penggunaan biopori yang dikembangkan PHE WMO ini merupakan kelanjutan dari program air bersih yang telah dijalankan sebelumnya di Desa Bandangdajah, dengan hasil pencapaian berupa kemandirian kelompok. Program Air Bersih Desa Bandangdajah yang telah dikelola secara mandiri oleh kelompok HIPAM telah dirasakan manfaatnya oleh lebih dari 400 kepala keluarga. Program itu kini juga sudah menyebar ke dua desa tetangga lainnya, yakni Desa Tanjungbumi dan Desa Telaga Biru di Kecamatan Tanjungbumi, Bangkalan.
Selain melibatkan HIPAM dan anggota masyarakat pengguna air bersih, dalam program biopori ini PHE WMO bekerja sama dengan Univesitas Trunojoyo Madura.
Lubang resapan biopori merupakan teknologi tepat guna dan ramah lingkungan yang bermanfaat untuk meningkatkan daya resapan air, meningkatkan kualitas serta kuantitas air tanah, bahkan mengatasi banjir. Keberadaan biopori bisa mendorong pemanfaatan sampah organik menjadi kompos dan mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh genangan air, seperti timbulnya penyakit demam berdarah. (ro)
Sekilas PHE WMO
Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) adalah operator dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Blok WMO dibawah SKK Migas yang dimiliki oleh Pertamina sejak 2011. Wilayah operasi PHE WMO terletak di sebelah Barat Daya Pulau Madura, Jawa Timur dengan luas area 1.666,26 km2. Target produksi minyak dan gas bumi PHE WMO tahun 2015 adalah 14.373 BOPD dan 110,83 MMSCFD.