25/10/2020

Jadikan yang Terdepan

Maknai Harkitnas Melalui Kebangkitan Ekonomi

????????????????????????????????????

Surabaya, KabarGress.com – Gubernur Jawa timur Dr. H. Soekarwo memaknai Hari Kebangkitan Nasional melalui kebangkitan ekonomi. Kebangkitan ekonomi sebagai momentum kebangkitan rakyat untuk kesejahteraan Indonesia.  Indonesia harus bangkit dari anjloknya perekonomian dengan meningkatkan perekoniman masyarakat. Jika ekonomi masyarakat bangkit, maka dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan Indonesia. Hal tersebut disampaikannya seusai Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-107 Provinsi Jawa Timur 2015 bertema “Melalui Hari Kebangkitan Nasional Kita Bangkitkan Semangat Kerja Keras Mewujudkan Indonesia Maju dan Sejahtera” di Halaman Gedung Negara Grahadi, Rabu (20/5).

Ia mengatakan, untuk mewujudkan hal tersebut pemerintah harus dapat memenuhi kebutuhan dasar (basic needs) masyarakat dan bangkit dari anjloknya perekonomian. Salah satu langkah yang dilakukan Pemprov Jatim yakni segera melakukan langkah agar subsidi ongkos angkut dilakukan sebelum puasa.

Menurutnya, masyarakat berhak untuk mendapatkan jaminan dan perlindungan dalam bidang ekonomi, terutama pemenuhan kebutuhan sehari-hari yang terjangkau. Dengan diberikannya subsidi ongkos angkut terhadap kebutuhan pokok diharapkan dapat menahan daya beli masyarakat tidak turun.

Maknai Harkitnas Melalui Kebangkitan Ekonomi“Masyarakat daya belinya jangan sampai turun Jika kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, daya beli masyarakat naik. Sehingga perekonomian dan kesejahteraan dapat bangkit kembali,” ujar Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim.

Selain itu, Pemprov Jatim juga melakukan restrukturisasi APBD Provinsi serta melakukan masukan kepada Presiden RI agar padat karya diperkuat untuk menahan daya beli masyarakat tidak turun. Pakde Karwo juga menyatakan, dengan kerja nyata yang dilandasi nasionalisme dapat mewujudkan Indonesia maju dan sejahtera. Apalagi Indonesia akan memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN, maka harus fokus untuk perwujudan kerja nyata dengan bekerja lebih keras dengan dilandasi nasionalisme sebagai landasan dasar dalam melaksanakan pembangunan,

Ia mengatakan, tuntutan untuk terus maju dan mewujudkan Indonesia sebagai negara sejahtera telah menjadi pemicu pentingnya merealisasikan semangat kebangkitan nasional dengan kerja keras, cerdas, dan produktif.

Menurutnya, pembangunan mental dan karakter bangsa menjadi salah satu prioritas utama program pembangunan pemerintahan Indonesia. Tidak hanya di jajaran birokrasi, tetapi juga pada seluruh komponen masyarakat. Pembangunan karakter yang disebut revolusi mental diharapkan akan menghasilakn sumber daya manusia Indonesia yang kreatif, inovatif, berdedikasi, disiplin, kerja keras dan taat aturan.

“Berhasilnya revolusi mental dan karakter yang baik tersebut akan mewujudkan masyarakat yang tertib dan terbuka sebagai modal sosial yang positif bagi kemajuan bangsa,” ujar Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim.

Selain kerja nyata, Bangsa Indonesia harus membangkitkan kembali nilai kebersamaan, persatuan dan kesatuan bangsa dalam menghadapi tantangan yang ada. Salah satu caranya dengan menggelorakan rasa bangga dan cinta tanah air. “Tidak ada bangsa yang maju tanpa perjuangan dan kerja keras. Tidak ada bangsa yang maju tanpa pengorbanan,” katanya.

 

Forpimda

Di mimbar kehormatan, nampak hadir Istri Gubenur Jawa Timur Ny. Dra. Hj. Nina Soekarwo, MSi, Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf beserta Istri Ny. Hj. Ummu Fatma Saifullah Yusuf, Sekdaprov Jatim Dr. H. Akhmad Sukardi, MM beserta Istri Ny. Hj. Chairani Yuliati Akhmad Sukardi, beserta jajaran Forpimda Jatim beserta istri, pejabat, dan mantan pejabat di lingkungan Pemprov Jatim. Para undangan dan seluruh peserta mendengarkan dengan khidmad pembacaan UUD 1945 oleh Shazna Dinda Y.P. dari SMA Kemala Bhayangkari 1 Surabaya.

Pasukan upacara telah berjajar dengan rapi terdiri dari 1 unit Korsik Satpol. PP Prov. Jatim, 1 kompi Gabungan Wanita TNI dan Polwan, 1 pleton TNI AD, 1 pleton TNI AL, 1 pleton TNI AU, 1 pleton Polri, 1 kompi Korpri (dari Dinas Pendapatan Daerah, Dinas Komunikasi dan Informasi, dan Dinas Perhubungan Provinsi Jatim), 1 kompi mahasiswa (dari Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan dan Politeknik Pelayaran Surabaya), 1 kompi pelajar SMU/SMK, 1 kompi Pramuka, 1 kompi KNPI/Karang Taruna.

Sedangkan bendera merah putih dikibarkan oleh pasukan pengibar bendera gabungan siswa-siswi SMA di Surabaya terdiri dari Kadek Vita Prasetyawati (SMA Hang Tuah 2 Sidoarjo), Ryska Setiari Putri (SMAN 18 Surabaya), Alfan Azmi Syefendi (SMA Trimurti Surabaya), Muhammad Hasan (SMA Hang Tuah 2 Sidoarjo), Adhie Utama Putra (SMA 17 Agustus Surabaya), Novian Gusti Bamca Murni (SMKN 1 Surabaya), Kukuh Rachmad Setyawan (MAN Surabaya), Inge Indarti Lifiani (SMKN 1 Surabaya), Taufik Nur Aziz (SMK KAL 2 Surabaya), Jamesi Vicky (SMKN 3 Surabaya), Disna Nurquro Aini (SMKN 1 Surabaya), dan Fincha Aprilianto (SMAN 19 Surabaya). (hery)

Teks foto: Gubernur Jatim Pakde Karwo membacakan Teks Pancasila pada Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke 107 di halaman Gedung Negara Grahadi Surabaya.