Walikota Resmikan Program Master Meter PDAM

Peresmian Master MeterSurabaya, KabarGress.Com – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada Surabaya, terus melakukan upaya percepatan demi mewujudkan target cakupan pelanggan 100 persen pada 2019 mendatang. Salah satunya melalui program “Master Meter” yang diperuntukkan bagi warga Kota Pahlawan yang selama ini tinggal di kawasan “sulit dijangkau” pipa PDAM.

Selasa (19/5/2015), dilakukan peresmian simbolis lima (5) “Master Meter” olehWali Kota Surabaya, Tri Rismaharini di kawasan Legundi, Kelurahan Ketabang, Kecamatan Genteng. Hadir dalam acara tersebut, Direktur Utama (Dirut) PDAM Surya Sembada Surabaya, Ashari Mardiono,  Deputi Chief of Party IUWash (Indonesian Urban Water Sanitation and Hygiene), Dewan Pengawas PDAM Surya Sembada, SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) Pemkot Surabaya, LKMK juga tokoh masyarakat.

Dirut PDAM Surya Sembada, Ashari Mardiono mengatakan, Master Meter ini merupakan upaya PDAM Surya Sembada untuk melayani warga yang selama ini menempati wilayah yang tidak bisa dipasangi pipa PDAM dikarenakan status tanahnya merupakan tanah milik PT Kereta Api Indonesia (KAI).

“Ini merupakan upaya PDAM agar warga yang dulu tidak dapat menikmati air bersih secara langsung, bahkan tidak dapat mengurus pemasangan sambungan air baru, kini dapat menikmati air bersih secara langsung,” tegas Ashari Mardiono.

Dijelaskan Ashari, sejauh ini, layanan “Master Meter” sudah mencakup 259 rumah tangga yang berada di beberapa titik. Diantaranya meliputi wilayah Kanginan, Legundi, Ngemplak, Greges I dan Greges II. Program yang merupakan kerjasama dengan Indonesia Urban Water Sanitation and Hygine (IUWASH) melalui  USAID serta PDAM Kota Surabaya juga dibantu oleh Forum Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) agar masyarakat mampu secara swadaya melakukan perawatan dan sosialisasi kepada warga sekitar tentang master meter.

Wali Kota Tri Rismaharini seusai peresmian, mengungkapkan apresiasinya terhadap program Master Meter yang merupakan bagian dari komitmen Pemkot Surabaya untuk melayani warganya dalam hal mendapatkan air bersih. Dijelaskan wali kota, tanpa adanya program ini, semisal bila PDAM Surya Sembada memasang pipa air di tanah milik PT KAI, maka harus membayar sewa.

“Ada cara lain untuk kita tetap bisa membantu masyarakat. Caranya kemudian kita buat Master Meter. Ini merupakan solusi yang sangat tepat. Ini merupakan upaya untuk melayani warga dalam penggunaan air bersih,” tegas wali kota.

Walikota perempuan pertama dalam sejarah pemerintahan Kota Surabaya ini berharap, karena warga bisa memakai layanan air PDAM, maka, biaya yang dikeluarkan akan jauh berbeda dari sebelumnya. Karena itu, wali kota berharap uang kelebihan imbas dari manfaat hemat layanan air PDAM Surya Sembada tersebut, bisa dimaksimalkan warga untuk kepentingan sekolah anak-anaknya. “Kalau sudah gunakan PDAM, tagihannya murah sekali. Uang nya yang kemarin bayar mahal, bisa ditabung untuk sekolahkan anak-anaknya. Kalau sebelumnya sampai SMA, sekarang harus bercita-cita sampai perguruan tinggi,” jelas wali kota yang semasa muda suka naik gunung ini.

Deputi Chief of Party USAID, Foort Bustraan mengatakan, program Master Meter ini merupakan program strategis yang perlu direplikasi, baik oleh PDAMSurya Sembada dan Pemkot Surabaya. Menurutnya, masyarakat secara swadaya berkontribusi menggali, memasang pipa, melakukan sambungan ruang, dan melakukan perbaikan kembali bekas galian. “IUWASH melalui PDAM meningkatkan program akses air minum 2 juta orang di Indonesia, dan akses sanitasi 250 orang di beberapa lokasi di Indonesia, juga mengurangi biaya air bagi masyarakat berpenghasilan rendah di beberapa daerah di Indonesia,” ujarnya.

Sementara Kepala Humas PDAM Surya Sembada, Ari Bimo Saktimenjelaskan, untuk teknis kerja Master Meter ini, PDAM memasangnya di tanah yang bisa dipasang (tidak ada masalah legal status) untuk kemudian disambungkan ke rumah warga. “Untuk meter induk nya sama jaringannya, kita yang siapkan. Warga tinggal siapkan pipa down stream. Dari meter induk distribusi ke rumah disiapkan warga dalam hal ini dibantu USAID dan IAWash. Itu dikelola KSM,” jelas Bimo.

Menurut Bimo, sebenarnya, program Master Meter ini sudah berjalan dalam beberapa tahun terakhir. PDAM berinisiatif menggulirkan program ini demi merealisasi target capaian layanan. “Salah satu target kami, pada 2019 nanti cakupan layanan 100 persen. Kalau tidak dipergerakan dengan cara alternatif ini, kita tidak bisa jangkau warga yang tanahnya tidak bisa dipasang pipa,” sambung dia. (tur)

Teks foto: Walikota, Tri Rismaharini saat menggunting pita sebagai tanda diresmikannya Program Master Meter PDAM.

Leave a Reply


*